<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hawa &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/hawa/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hawa"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 13:16:38 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Puisi Untuk Wanita]]></title>
<link>http://perjalananjauh.wordpress.com/2008/06/17/puisi-untuk-wanita/</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 23:06:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>perjalananjauh</dc:creator>
<guid>http://perjalananjauh.wordpress.com/2008/06/17/puisi-untuk-wanita/</guid>
<description><![CDATA[Forward by Hanif Palestin

Tolong sebar2kan kepada insan2 yang bergelar wanita terutamanya ibu,kakak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Forward by </em>Hanif Palestin</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://perjalananjauh.files.wordpress.com/2008/06/061608-2306-puisiuntukw1.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tolong sebar2kan kepada insan2 yang bergelar wanita terutamanya ibu,kakak dan adik perempuan kita sendiri. Juga puisi ini ditujukan kepada semua wanita muslim yang mampu memahami bahasa Melayu:). Hayati dan amali puisi ini..krn hadis Nabi s.a.w.- Sesungguhnya dunia itu merupakan keseronokan, dan tiadalah keseronokan di dunia ini melainkan dengan wujudnya wanita solehah. Yang lelaki pun kena jadi lelaki yang soleh. Baru la dapat wanita solehah juga. Jom Bina Diri Kita!!!</p>
<p><strong>Wanita Solehah<br />
</strong></p>
<p><em>Wanita Solehah…<br />
</em></p>
<p><em>Wanita solehah itu aurat dijaga,<br />
</em></p>
<p><em>Pergaulan dipagari,<br />
</em></p>
<p><em>Sifat malu pengikat diri,<br />
</em></p>
<p><em>Seindah hiasan di dunia ini.<br />
</em></p>
<p><em>Keayuan wanita solehah itu,</em><!--more--></p>
<p><em>tidak terletak pada kecantikan wajahnya,<br />
</em></p>
<p><em>Kemanisan wanita solehah,<br />
</em></p>
<p><em>tidak terletak pada kemanjaannya,<br />
</em></p>
<p><em>Daya penarik wanita solehah itu,<br />
</em></p>
<p><em>Bukan pada kemanisan bicaranya yang mengoncang iman para muslimin,<br />
</em></p>
<p><em>Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, memujuk<br />
</em></p>
<p><em>rayu,<br />
</em></p>
<p><em>Bukan dan tidak sama sekali.<br />
</em></p>
<p><em>Kepetahan wanita solehah,<br />
</em></p>
<p><em>Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain,<br />
</em></p>
<p><em>Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama.<br />
</em></p>
<p><em>Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak<br />
</em></p>
<p><em>permata yang menyeri alam,<br />
</em></p>
<p><em>Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam<br />
</em></p>
<p><em>ilmu serta pandai dari segala aspek ,<br />
</em></p>
<p><em>Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya,<br />
</em></p>
<p><em>Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai.<br />
</em></p>
<p><em>Wahai wanita jangan dibangga dengan kecantikan luaran,<br />
</em></p>
<p><em>Kerna satu hari nanti ianya akan lapuk di telan zaman,<br />
</em></p>
<p><em>Tetapi jaga dan peliharalah kecantikan dalaman ,<br />
</em></p>
<p><em>Agar diri ini bersih dan sentiasa mendapat Rahmat Ilahi,<br />
</em></p>
<p><em>Wahai wanita jangan berbangga dengan ilmu duniawi yang kau kuasai ,<br />
</em></p>
<p><em>Kerna ada lagi manusia yang lebih berpengetahuan darimu ,<br />
</em></p>
<p><em>Wahai wanita jangan pula berdukacita atas kekurangan dirimu,<br />
</em></p>
<p><em>Kerna ada lagi insan yang lebih malang darimu.<br />
</em></p>
<p><em>Wahai wanita solehah jangan dirisau akan jodohmu,<br />
</em></p>
<p><em>Kerana muslimin yang bijaksana itu tidak akan terpaut pada wanita<br />
</em></p>
<p><em>hanya kerana kecantikannya ,<br />
</em></p>
<p><em>Bersyukurlah diatas apa yang ada,<br />
</em></p>
<p><em>Serta berusaha demi keluarga, bangsa dan agama.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Second Life]]></title>
<link>http://puisikupuisinya.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 15:08:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>RhyzQ</dc:creator>
<guid>http://puisikupuisinya.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Lama kucari sehela hawa
untuk tenangkan jiwa
Lalu dia ada
Kucoba merapat berjarak,
sontak dia mendek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Lama kucari sehela hawa</p>
<p>untuk tenangkan jiwa</p>
<p>Lalu dia ada</p>
<p>Kucoba merapat berjarak,</p>
<p>sontak dia mendekat</p>
<p>melompati batu runcing yang berteriak di depannya.</p>
<blockquote><p>Siang itu senyap</p>
<p>wajahnya memutih di bawah sinar jilbabnya</p>
<p>Satu nafas sudah cukup untuk mengisi rongga-rongga nyawa</p>
<p>Lalu aku terbangun</p>
<p>dengan nafasnya,</p>
<p>nafas dari telunjuk Ilahi.</p></blockquote>
<p style="text-align:right;"><em>Makassar, 7 Desember 2007</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Padang Arafah]]></title>
<link>http://siapaindra.wordpress.com/?p=97</link>
<pubDate>Sun, 18 May 2008 07:11:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>siapaindra</dc:creator>
<guid>http://siapaindra.wordpress.com/?p=97</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr. Wb.
“Apabila kita melaksanakan ibadah haji di tanah suci berarti kita ikut mel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p><em>“Apabila kita melaksanakan ibadah haji di tanah suci berarti kita ikut melaksanakan ibadah umroh. Sedangkan apabila kita melaksanakan ibadah umroh di tanah suci belum tentu kita melaksanakan ibadah haji.”</em></p>
<p>Jadi sebenarnya yang paling membedakan antara ibadah haji dengan ibadah umroh selama di tanah suci adalah wukuf di Arafah pada waktunya. Karena esensinya ibadah haji terletak di sini. Wukuf di Arafah tidak masuk rukun umroh, karena dalam ibadah umroh tidak ada pelaksanaan wukuf di Arafah.<br />
Setidaknya pada saat rombongan jamaah umroh saya berada di kota Mekkah Al Mukarohmah, kami pun sempat mengunjungi padang Arafah di pinggiran kota Mekkah. Sejenak daerah ini terlihat sangat tandus dan kering sekali karena sekelilingnya hanya berisi bebatuan dan pasir saja... tidak ada pepohonan yang hidup di sana. Benar-benar tandus lingkungannya...</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-100 aligncenter" src="http://siapaindra.wordpress.com/files/2008/05/muzdhalifah.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align:center;">(Tenda-tenda Yang Bersifat Non-permanen)</p>
<p style="text-align:left;"><!--more-->Tidak terbayang bagaimana kondisi dan situasi pada zamannya Rasulullah SAW saat melaksanakan wukuf di padang Arafah ini. Alhamdulillah kita sebagai keturunan umat muslim pada saat sekarang ini mungkin telah terbantu dengan berbagai macam fasilitas teknologi yang membantu seperti transportasi mobil dan pesawat. Hmmm... selanjutnya rombongan kami juga melewati terowongan Mina... bagi jamaah haji Indonesia pada tahun 1996, tempat ini merupakan tempat sejarah tragedi Mina... dimana hampir ratusan jamaah haji berdesakan dan jatuh terinjak meninggal dunia... Pada waktu itu terowongan ini hanya memiliki satu jalur untuk arus keluar masuk jamaah haji yang melaksanakan ibadah melempar jumroh... sehingga sering terjadi tabrakan arus jamaah yang hendak melempar dan telah selesai melempar jumroh... bisa dibayangkan bagaimana jamaah haji asal Indonesia yang umumnya bertubuh mungil dibandingkan jamaah haji dari negara lain, tentunya faktor ini bisa saja menjawab mengapa banyak jamaah haji asal indonesia yang menjadi korban tertinggi dalam tragedi tersebut...</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-101 aligncenter" src="http://siapaindra.wordpress.com/files/2008/05/terowongan-mina.jpg" alt="" width="448" height="311" /></p>
<p style="text-align:center;">(Terowongan Mina – Sekarang Dengan Dua Jalur)</p>
<p>Selanjutnya destinasi rombongan umroh kami berhenti sejenak di kawasan Jabal Rahmah yang masih dekat dengan Padang Arafah... Tempat di sini dapat dikatakan hanya untuk tempat untuk berfoto dan menunggangi onta hehehe... soalnya banyak sekali pawang-pawang onta di sini, kalau hanya naik onta saja biasanya harganya 10 Riyal... sedangkan kalau mau difoto bareng ama ontanya, kita harus menambah lagi 10 Riyal... Hehehe... karena saya ga tertarik naik ontanya... saya cari kesempatan buat motret ontanya doank... hehehe... Oh, iya sampai lupa ceritanya kalau Jabal Rahmah itu sebenarnya adalah bukit tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah turun dari surga ke bumi... Tempatnya itu dapat dilihat di foto yang ada batu besar warna putih di atas Jabal Rahmah itu... Sebenarnya ga ada sumber yang mengatakan tempat ini merupakan tempatnya mustajab do’a... tetapi banyak orang yang berdoa untuk dientengin jodohnya di sini... Mungkin tempat ini mengingatkan kita bagaimana perjuangan Nabi Adam dan Siti Hawa saling mencari pasangan hidup, karena Alloh SWT telah menakdirkan mereka bertemu di sini dari sebelumnya di surga...</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-99 aligncenter" src="http://siapaindra.wordpress.com/files/2008/05/jabal-tsur.jpg" alt="" width="336" height="448" /></p>
<p style="text-align:center;"> (Jabal Rahmah – Tempat Pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa)</p>
<p>Tempat terakhir yang dikunjungi dalam acara tour tersebut adalah Jabal Nur... karena lokasinya tidak memungkin kita untuk menuju ke sana... Menurut <a href="http://www.mubaraq.wordpress.com/" target="_blank">Mubaraq</a>, kira-kira memakan waktu 45 menit dengan mendakinya ke atas dan kita dapat menjumpai monyet-monyet yang konon bisa merampas barang bawaan kita.... Jadi kami hanya melihatnya dari jalan raya... Jabal Nur ini merupakan lokasi beradanya Goa Hiro dulu tempat dimana Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat jibril, yaitu Surat Al Iqra ayat 1 – 3 di Al Qur’an...</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-98 aligncenter" src="http://siapaindra.wordpress.com/files/2008/05/jabal-nur.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align:center;">(Jabal Nur)</p>
<p style="text-align:left;">Alhamdulillah demikianlah perjalanan rombongan jamaah umroh saya selama mengunjungi Padang Arafah...  Setelah itu kami kembali lagi ke penginapan sebelum dikumandangkannya adzan Dhzuhur dari Masjidil Haram untuk bersiap-siap memperbanyak ibadah selama berada di sana... Kemudian untuk posting minggu depan, insya Alloh saya akan buat untuk para pembaca artikel ini. Mohon maaf kalau ada salah-salah kata dari saya, karena Yang benar selalu datang dari Alloh SWT. Penulis blog ini berupaya mendengar koreksi dan teguran dari pembaca sekalian.</p>
<p style="text-align:left;">Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ISBN : 978-979-1070-08-9]]></title>
<link>http://rhyzq1983.wordpress.com/?p=61</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 17:28:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>RhyzQ</dc:creator>
<guid>http://rhyzq1983.wordpress.com/?p=61</guid>
<description><![CDATA[“Maka keduanya memakan dari pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">“<strong>Maka keduanya memakan dari pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Tuhan memilihnya maka dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk</strong>”.</span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Kalimat di atas adalah petikan ayat 121-122 dari Surah Thaahaa dalam Al-Qur’an. Jika anda seorang muslim, sepatutnyalah anda meyakininya. Aku membacanya di salah satu sampul buku yang kubeli rabu kemarin, di tulis oleh Om Agus Mustofa. Tapi bukan ayat ini yang membuat aku tertarik ketika membelinya, aku sudah sering membaca ayat ini. Yang membuat aku tertarik adalah judulnya, “Adam Tak Diusir Dari Surga”. Luar biasa, berani, menantang semua paradigma-paradigma lama dengan menggunakan dalil yang sama. Orang tuaku, nenekku, sering bercerita tentang kisah Nabi Adam AS; dialah manusia pertama, lalu diciptakanlah hawa dari rusuk kirinya, hidup bahagia di surga, lalu iblis menggodanya, Adam dan Hawa terbujuk memakan buah khuldi, end of the story, mereka diusir dari surga. Selesai. Sekilas cerita ini mirip dongeng naga, ataupun legenda malin kundang yang dikutuk jadi batu. Ketika kita mencoba berkata, “Ah, masak iya”. Maka sontak semua menjawab “Kan ada dalam Al-Qur’an”. Ternyata ayat ini ditelan mentah-mentah oleh kebanyakan orang, bahkan ustads-ustads kita, imam-imam kita (maaf, tidak semuanya) bercerita tentang firman Allah ini layaknya sebuah dongeng. Hingga pada akhirnya kasus Nabi Adam menjadi kontroversi dan menjadi perdebatan yang sangat panjang, bahkan banyak yg semakin meragukan kebenaran Al-Qur’an karena belum ada penjelasan ilmiah tentang ayat ini. Sesekali ada yg berkata, “Ini adalah kesalahan Adam dan Hawa, seandainya saja mereka tidak memakan buah khuldi, kita sudah duduk santai, angkat kaki, minum teh sambil ngerokok di surga”. Astaghfirullah…</span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Sebenarnya cara untuk mengikuti cerita dengan baik sederhana saja. Ceritanya tentang apa, kapan terjadinya, dimana, kenapa bisa terjadi dan siapa saja pelakunya. Tapi untuk mempercayainya diperlukan pemahaman mengenai keterkaitan faktor-faktor tadi. Karena bisa saja aku mengarang cerita seperti ini, “Malam tadi, kira-kira jam setengah sembilan malam, almarhum Pak Harto sedang bertanding golf melawan Adolf Hitler di tengah laut merah, dan secara kebetulan Abu Nawas keluar sebagai pemenang karena keberuntungannya”. Apa ada yg berani percaya ketololan ini jika tertulis di dalam kitab suci?. Untungnya, tidak ada yang menuliskannya.</span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Bagaimana sebenarnya Kisah Adam dan Hawa? Bagaimana mungkin iblis menggoda mereka jika kejadiannya di surga? Mungkin Malaikat Ridwan lalai dan ketiduran dalam menjaga surga sampai-sampai Iblis lolos dari pengawasannya. Apa malaikat ikut terlibat? Lalu mengapa malaikat tidak dihukum atas kelalaiannya? Seperti apa buah khuldi itu? Mengapa Allah tidak menjelaskan bau, warna, bentuk dan rasanya secara eksplisit dalam Al-Qur’an? Di akhir ayat dikatakan bahwa Allah menerima taubat Adam, mengapa Adam tidak diangkat kembali ke surga? Mengapa iblis tidak mau bersujud kepada Adam? Apakah iblis tidak takut neraka? Apakah iblis diberi penghargaan setelah berhasil menggoda manusia kelak? (rasa-rasanya aku mirip pembawa acara silet yah?)</span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Mungkin anda sudah memiliki petanyaan-pertanyaan lain yang serupa dengan pertanyaanku, kalau iya. Ya dicari dong. Manusiakan makhluk yang belajar. Aku dah kasi bocoran isbn-nya di judul postingan ini. Di sana aku menemukan jawaban dari sebagian pertanyaan2 bodohku, kesemuanya dikupas secara masuk akal dan hampir tuntas oleh Om Agus, dan sekali lagi, menggunakan dalil yang sama. Itung-itung menambah iman kepada mukjizat yg di bawa oleh Rasulullah.</span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Anda tertarik??? Tafaddhal... Selamat mencari, selamat membaca, selamat berpikir.</span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><em>Catatan :</em></span></span></p>
<ul>
<li>
<div class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Postingan ini bukan untuk tujuan komersial, karena aku sendiri bukan penjual buku, penerbit, apalagi keluarga Agus Mustofa. Aku hanya seorang muslim yang mencoba mengingatkan muslim yg lain.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kawan non-muslim yang mungkin sudah negg membaca beberapa postingan terakhirku.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Kalau ada yang menemukan cara berkomunikasi dengan Om Agus Mustofa baik melalui chat, email atau blog, tolong beritahu aku. Aku akan sangat berterima kasih, tapi maaf, aku tidak menjanjikan price atas ini.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">dan satu lagi, hati-hati di jalan :lol:</span></span></div>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mutiara Kata]]></title>
<link>http://risalahsalik.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 14:35:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>salik</dc:creator>
<guid>http://risalahsalik.wordpress.com/?p=8</guid>
<description><![CDATA[

Jika keberadaan ‘aku’ pribadiku belum diketahui hakikatnya, bagaimana mungkin mengetahui hakik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jika keberadaan ‘aku’ pribadiku belum diketahui hakikatnya, bagaimana mungkin mengetahui hakikat ‘Aku’ semesta? Dan jika hakikat ‘Aku’ semesta belum diketahui, bagaimana ‘aku’ bisa sampai kepada-Nya?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Orang-orang yang menuju ke Dia, ‘wajib’ meninggalkan segala sesuatu yang bukan Dia. Semakin kuat perasaan dan pikiran kita mencintai segala yang kita anggap milik kita, maka semakin kuat pula tingkat kepahitan yang harus kita telan.</p>
<p class="MsoNormal">
<blockquote>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hakikat dunia adalah "penjara" yaitu tempat hukuman bagi Adam dan Hawa setelah melanggar perintah dan larangan Allah. <em>Ad-dunya</em> maknanya adalah dekat atau singkat. Bagi yang sudah "bangun" tidak pantas jika menjadikan dunia sebagai hunian yang menyenangkan apalagi sampai membangun mahligai kekuasaan dan kekayaan turun temurun seolah dunia adalah hunian abadi!</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[कही कुछ तो]]></title>
<link>http://mehhekk.wordpress.com/?p=224</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 18:26:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>mehhekk</dc:creator>
<guid>http://mehhekk.wordpress.com/?p=224</guid>
<description><![CDATA[कही कुछ तो
पहले तो हमे छूकर
गुजरनेवा]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">कही</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">कुछ</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">तो</span></p>
<p><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">पहले</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">तो</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">हमे</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">छूकर</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">गुजरनेवाला</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">हवा</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">का</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">हर</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">झोका</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">मधुर</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">बातें</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">कहता</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">पल</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">पल</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">की</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">खबर</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">देता</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">बावरा</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">सा</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">आगे</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">पिछे</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">झूम</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">झूम</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">के</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">बहता</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">अब</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">पास</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">से</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">गुज़रे</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">भी</span><span> </span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">बनता</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">अनदेखा</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">अनजाना</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">ना</span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">ही</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">कोई</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">करता</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">बहाना</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">खुलेआम</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">नज़र</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">अंदाज़ी</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">वजह</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">नही</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">मालूम</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">कही</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">कुछ</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">तो</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">मौसम</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">में</span><br />
<span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">बदलाव</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">आया</span><span> </span><span class="spanDispArea" style="font-family:Mangal,'Arial Unicode MS',Arial, Verdana, Helvetica,sans-serif;">है</span><span>...</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seks Rutin Bikin Seksi]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/?p=90</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 13:08:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>xarazz</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/?p=90</guid>
<description><![CDATA[INGIN tampil beda dan lebih seksi? Melakukan seks secara rutin bisa jadi salah satu solusinya. Sebua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>INGIN </strong>tampil beda dan lebih seksi? Melakukan seks secara rutin bisa jadi salah satu solusinya. Sebuah penelitian menyebutkan, aktivitas seksual pada pria dan wanita terbukti mampu menaikkan level testosteron. Pada wanita, kenaikan testosteron semakin memudahkan mereka mengalami orgasme, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat mereka jadi semakin terlihat seksi.</p>
<p style="text-align:center;"><img style="vertical-align:middle;" src="http://freestuff.890m.com/gambar/162440p.jpg" alt="" width="298" height="225" /><br />
Getty Images</p>
<p>Hormon testosteron merupakan hormon yang berperan penting dalam perkembangan dan pemeliharaan karakteristik maskulin pada laki-laki. Meski begitu, kaum hawa pun memiliki hormon laki-laki ini meski jumlahnya tak banyak.</p>
<p>Selanjutnya penelitian membuktikan, tingkat hormon testosteron meninggi secara signifikan setelah seseorang, baik wanita maupun pria, berpelukan, bermesraan, ataupun bersenggama. Jadi pada riset ini, para responden diminta mengisi kuesioner setelah yang bersangkutan melakukan aktivitas seks; termasuk orgasme, tingkat hasrat seksual, dan perasaan yang mereka rasakan setelah bersenggama.</p>
<p>Studi mencatat tingkat testosteron pada responden sebelum dan sesudah berpelukan dan berhubungan seksual berbeda secara signifikan. Levelnya semakin naik. Semakin tinggi tingkat testosteron, orgasme pada wanita akan semakin baik, dan perasaan seksi semakin meningkat pada hari berikutnya.</p>
<p>Wanita juga umumnya merasa lebih seksi karena seks rutin membuat tubuhnya kencang dan bugar. Jangan lupa bahwa aktivitas seksual pada dasarnya hampir sama dengan olahraga. Energi yang dibuang bisa sebanyak 200 kalori per jam, setara dengan berlari selama 15 menit atau berenang sebanyak 10 menit. Denyut nadi bisa mencapai 70-150 per menit yang berarti masuk pada zona target latihan yang disarankan agar tujuan olahraga tercapai maksimal.</p>
<p>Kontraksi otot saat berhubungan intim juga bisa melatih bagian tulang pinggul, paha, bokong, lengan, leher, dan dada. Seks juga meningkatkan produksi testosteron untuk menguatkan tulang dan otot. Sebuah majalah perkawinan pernah memberi julukan ranjang sebagai alat fitnes yang hebat dan murah.</p>
<p><strong>Usir sakit kepala</strong></p>
<p>Di samping menjaga kebugaran lewat asupan makanan, seks teratur ternyata dapat membuat tubuh menjadi lebih fit. Badan pun menjadi bugar dan muka tampak berseri-seri. Yang dimaksud seks teratur adalah hubungan intim yang dijalankan secara rutin, seperti setiap 3 hari sekali atau seminggu sekali yang dilakukan tanpa paksaan alias suami dan istri sama-sama menginginkan.</p>
<p>Para peneliti di Universitas Queen di Belfast, Irlandia, juga yakin seks tak sekadar pemuas kebutuhan, tapi juga salah satu usaha untuk tetap hidup sehat. Beberapa keuntungan itu, setidaknya berhubungan seks sekali seminggu, mengurangi risiko terkena serangan jantung dan menjadi langsing. Selain itu juga mengurangi depresi dan rasa sakit kepala. Ini karena sebelum orgasme hormon oksitoksin akan meningkat 5 kali lebih tinggi dari biasanya. Hal ini membuat tubuh melepaskan hormon endorfin yang mengurangi rasa sakit di kepala. Seseorang yang melakukan seks sekali atau dua kali dalam seminggu akan meningkatkan antibodi yang biasa disebut imunoglobulin A hingga 30 persen. Antibodi ini akan memperkuat sistem imun tubuh Anda.</p>
<p>Jika suami/istri mulai bersikap dingin pada kegiatan seksual, lebih baik segera dicari penyebabnya. Bagi wanita, dingin terhadap seks bisa disebabkan berbagai hal, di antaranya:</p>
<p>* Rasa marah sering menyebabkan istri tak ingin bersentuhan dengan suaminya. Hal ini dilakukan semata untuk memperingatkan suami bahwa ia sedang marah padanya. Taktik untuk menghadapinya, cobalah cari tahu apa yang membuatnya marah. Ajaklah istri bicara dalam suasana relaks. Jika permasalahannya sudah mencair, istri tak akan keberatan kok bila diajak bercinta kembali. Malah, kalau suami bisa mengambil hati, istri bisa lebih "hot" dari biasanya.</p>
<p>* Kelelahan. Perannya sebagai ibu apalagi dia juga bekerja kerap membuat istri menjadi cepat lelah. Ada baiknya suami menawarkan bantuan untuk meringankan pekerjaan rumah. Biarkan istri beristirahat tanpa perlu melakukan pekerjaan rumah. Hal ini bisa membuatnya merasa dicintai dan dihargai. Sebagai imbalannya, istri pasti akan melakukan apa pun untuk suami. Termasuk ajakan bercinta.</p>
<p>* Merasa tak seksi. Tubuh bisa jadi hal yang paling sensitif bagi wanita. Lantaran itu, perasaan tak seksi kerap menjadi pengganjal hubungan intim. Ups, jangan-jangan Anda pernah nyeletuk tentang perubahan tubuhnya. Tampaknya sederhana, tapi bisa sangat sensitif lo! Berikan dorongan untuknya. Inilah waktunya bagi Anda menunjukkan perhatian. Beritahukan pada pasangan bahwa dengan tubuh seperti itu ia sudah cukup menarik. Lebih baik lagi Anda menggugahnya untuk sama-sama berolahraga.</p>
<p>Nah, bagi pria, ketidakpedulian terhadap seks dapat disebabkan:</p>
<p>* Banyak pikiran. Suami yang sedang banyak beban pikiran karena pekerjaan atau tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga sering menolak berhubungan intim. Bukan karena ia tak peduli kepada istri, tapi gairahnya hilang karena begitu banyak masalah bertumpuk di kepalanya.</p>
<p>* Jenuh. Salah satu alasan mengapa pria surut keinginan bercintanya karena ia mulai bosan pada aktivitas seks yang begitu-begitu saja. Pria senang dengan tantangan baru. Bila tak ada pembaruan dalam aktivitas seks, ia menganggap seks tak ubahnya hanya kegiatan intim yang membosankan. Sayangnya, mereka kerap enggan atau gengsi mengutarakan kepada istri karena takut ide-idenya ditolak. Istri dapat memberi solusi dengan berinisiatif menggunakan tempat atau posisi seks yang berbeda. Bulan madu kedua bisa jadi pilihan yang tepat. Melakukan <em>foreplay </em>yang variatif juga bisa menjadi pilihan.</p>
<div><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:left;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Sumber:</strong> </span></span></p>
<p></span></span> <span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:left;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Buku: <em>Marriage of a Lifetime: A Godly Guide to Sex, Money and a Great Marriage</em>, Janet Owbridge (Paperback/Vision Internasional, USA 2005)</span></span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:left;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">dan </span><em><span style="font-size:x-small;">Journal of Sex Research, Society for the Scientific Study of Sexuality</span></em></span></p>
<p></span></span></div>
<p><strong>Penulis : <a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/07/09142487/seks.rutin.bikin.seksi" target="_blank">Santi</a></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ainul Mardiah (2)]]></title>
<link>http://perjalananjauh.wordpress.com/2008/05/04/ainul-mardiah-2/</link>
<pubDate>Sun, 04 May 2008 15:59:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>perjalananjauh</dc:creator>
<guid>http://perjalananjauh.wordpress.com/2008/05/04/ainul-mardiah-2/</guid>
<description><![CDATA[
Salah Siapa?

&#8220;Dalam kes-kes ini siapa yang bersalah?&#8221;, tanya emak kepada saya. Ketika ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://perjalananjauh.wordpress.com/files/2008/05/050408-1553-ainulmardia1.jpg" alt="" width="511" height="297" /></p>
<p><strong>Salah Siapa?</strong><span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p>"Dalam kes-kes ini siapa yang bersalah?", tanya emak kepada saya. Ketika itu, emak sedang khusyuk membaca Berita Harian. Akhir-akhir ini banyak kes pengedaran dadah yang melibatkan kaum Hawa. Mereka menjadi pengedar dadah di luar negara. Namun begitu situasinya amat berbeza dengan kes-kes pengedaran dadah yang berlaku sekitar tahun 90-an.Terfikir juga di benak fikiran saya siapakah yang harus dipersalahkan. <!--more--><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p>Pada penglihatan saya, sekitar tahun 90-an, kes-kes pengedaran dadah kurang melibatkan kaum Hawa sebagai seorang pengedar. Jika ada kes-kes ini pastinya berpunca daripada desakan hidup. Seperti kita tahu, negara kita pernah mengalami kegawatan ekonomi pada tahun 1997, kadar inflasi meningkat dan ini menimbulkan kesanggupan kepada mereka untuk melakukan apa sahaja untuk mendapatkan wang. Di samping itu faktor kegoyahan institusi kekeluargaan juga menyebabkan golongan Hawa menjadi seorang pengedar walaupun sebenarnya mereka tidak terlibat. Dek kerana kesucian dan kelembutan hati seorang wanita, mereka sanggup  melakukan apa sahaja untuk orang yang tersayang. Ada sahaja isteri yang mengaku bersalah untuk menutup keaiban suami di mata pihak berkuasa. Betapa mulianya diri mereka ini.<span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p><strong>Kesanggupan</strong><span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p>Pada pandangan saya, keadaan yang berlaku ketika ini berkongsi kata kunci yang sama iaitu kesanggupan. Namun seperti yang saya nyatakan tadi situasinya jauh berbeza. Kes-kes terdahulu berlaku dengan kesanggupan wanita itu dalam keadaan mereka sedar. Ya, mereka tahu apakah jenis dadah yang mereka bawa di dalam beg tangan mereka, mereka tahu kepada siapa yang perlu mereka berikan barang ini, berapa jumlah berat dan apakah hukuman yang menanti mereka di muka pengadilan sekiranya mereka gagal melepasi undang-undang.<span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p>Dalam situasi sekarang pula, mereka melakukan dengan kesanggupan juga tetapi keadaan yang berbeza. Apa perbezaannya? Pada penglihatan saya mereka yang terlibat pada kes-kes belakangan ini ialah wanita-wanita yang bijak pandai, ahli-ahli akademik, mahasiswi lepasan IPTA mahupun IPTS. Mereka dalam golongan graduan yang mencari pekerjaan untuk menampung keperluan hidup pada masa hadapan. Mungkin  juga kehendak mereka unutk merasai peluang bekerja di luar negara. Secara major, faktor ini menjadi penyebab kebanyakkan wanita-wanita ini diheret ke dalam penjara di negara asing. <span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p>Mereka melakukannya dengan kesanggupan dan amanah terhadap kerja mereka tetapi bukanlah dalam keadaan mereka tahu apa yang mereka bawa seperti jenis dadah yang mungkin tersorok dalam beg mereka, jumlah beratnya, dan kepada siapa barang yang dibawa ini perlu diberikan. <span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p><strong>Cinta?</strong><span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p>Saya ada terlihat karikatur dalam satu halaman Berita Harian di mana karikatur itu menggambarkan seorang wanita diapit dua lelaki (sebelah kanan dan kiri). Lalaki di sebelah kirinya yang memegang beg bimbit  bertanya adakah wanita itu ingin bekerja dan lelaki di sebelah kanannya memgang sekuntum bunga sambil bertanya bolehkah dia  berkenalan dengan wanita itu (betulkan saya sekiranya salah). Wanita bila sudah jatuh cinta jiwanya yang keras bisa jadi lembut, kepala walau keras seperti batu pun boleh jadi mak turut kepada lelaki yang disayangi. Begitulah wanita. Bila sudah sayang apa sahaja sanggup dilakukan. Namun ini semua adalah fitrah seorang wanita. Begitulah istimewanya wanita. <span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p><strong>Apa Tunggu Lagi?<span style="font-size:12pt;"><br />
</span></strong></p>
<p>Jadi apa yang harus kita tunggu lagi untuk mengelak segala bahana ini pada diri kita? Menghindar lebih baik daripada mencegah, dan mencegah lebih baik daripada merawat.<span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p><em>Bersambung<span style="font-size:12pt;"> ..<br />
</span></em></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">Ruangan ini dikendalikan oleh Saudari Nurhanum. Beliau merupakan siswi dari Universiti Putra Malaysia.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">Kini beliau sedang menyambung pelajarannya dalam bidang Pendidikan (Bimbingan dan Kaunseling)<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">Sering menjadi moderator bagi program-program sekolah rendah dan menengah. Beliau merupakan antara pelajar cemerlang Fakulti Pengajian Pendidikan(FPP). Sebarang masalah peribadi boleh berhubung terus dengan beliau melalui e-mail: <a href="mailto:sna_nurh07@yahoo.com.my">sna_nurh07@yahoo.com.my</a>.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">By: admin@perjalananjauh<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ainul Mardiah(1)]]></title>
<link>http://perjalananjauh.wordpress.com/2008/05/04/ainul-mardiah1/</link>
<pubDate>Sun, 04 May 2008 15:51:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>perjalananjauh</dc:creator>
<guid>http://perjalananjauh.wordpress.com/2008/05/04/ainul-mardiah1/</guid>
<description><![CDATA[
Assalamualaikum wbt

KEJUTAN

Terkejut saya baru-naru ini apabila membaca Harian Metro tentang ubat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://perjalananjauh.files.wordpress.com/2008/05/050408-1551-ainulmardia1.jpg" alt="" width="635" height="294" /></p>
<p>Assalamualaikum wbt<span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p><strong>KEJUTAN<br />
</strong></p>
<p>Terkejut saya baru-naru ini apabila membaca Harian Metro tentang ubat 'racun benih' yang digunakan untuk membunuh janin di dalam kandungan seorang wanita. dengan hanya menggunakan campuran ubat Gastrik + Darah Tinggi, janin di dalam rahim wanita itu akan dibunuh dalam masa 24 jam setelah wanita tadi mengalami sakit perut yang amat menderitakan.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kes ini terjadi selepas wanita itu melakukan hubungan seks bersama kekasihnya yang berasal dari Kelantan. Wanita tersebut telah meminta supaya lelaki tersebut  mengahwininya,namun lain pula yang terjadi. Hanya mahu menutup aib, anak yang tidak berdosa menjadi mangsa (mungkinkah menjadi korban cinta mereka?). MasyaALLAH... begitu mudah bagi si lelaki itu melakukan sedemikian tanpa berfikiran waras, jika tidak mahu bernikah dengan perempuan tersebut tidak perlulah sehingga membunuh anak sendiri...Nau'zubillah..Semoga saya dan sahabat-sahabat yang lain dilindungi daripada perkara-perkara yang dimurkai ALLAH SWT.</p>
<p>Pelbagai masalah sosial yang melanda negara kita ini  dan golongan yang pastinya menjadi kumpulan terbesar pelakunya ialah remaja dan belia. Cerita ini  hanyalah satu di antara beribu cerita lain yang telah berlaku di kalangan masyarakat kita pada hari ini. Baik di bandar-bandar besar, mahupun di ceruk-ceruk kampung, dan pastinya juga di kawasan-kawasan terbuka seperti taman permainan dan pusat membeli-belah.</p>
<p><strong>PENGIKTIRAFAN<br />
</strong></p>
<p>Masalah ini semakin meruncing, namun mungkin secara tidak sedar dan kita tidak perasan hal ini sebenarnya mendapat pengiktirafan daripada pelbagai pihak tertentu. Kita terlalu bebas untuk melakukan perkara-perkara yang bertentangan norma kehidupan. Masyarakat ini selalu  menyediakan tempat, ruang dan waktunya bagi melakukan kebiadaban ini. Jika tidak masakan perlu wujudnya  tempat-tempat hiburan, rumah-rumah pelacuran( Lorong Haji Taib), klinik-klinik pengguguran anak dan sebagainya...</p>
<p>Semuanya mudah, cepat, senang dan pantas untuk diperolehi. Isu ini semakin menjadi duri dalam daging masyarakat kita dan  jarang sekali saya medengar isu-isu pencegahannya. Tertanya di hati, ke manakah perginya pegawai-pegawai yag berkuasa atas hal ini? pDi manakah pegawai-pegawai agama ? Wira-wira pencegah maksiat? . Dulu kita selalu melihat di kaca televisyen bagaimana mereka menjalankan hal ini. Bila terdapat keraguan di mana-mana sahaja pastinya merekalah yang lebih dahulu muncul mengetuk pintu, tingkap kereta dan pastinya dialog ini akan meluncur laju daripada bibir mereka ..."Assalamualaikum, kami pencegah maksiat...", Sambil penuh bergaya menunjukkan kad kuasa.</p>
<p>Di manakah mereka kini? Apakah mereka turut sama memberi pengiktirafan kepada masalah sosial yang semakin ketara?..Wallahu'alam</p>
<p><strong>WANITA DAN ...<br />
</strong></p>
<p>Wanita berasal dari tulang rusuk seorang lelaki sebagaimana terciptanya Hawa dari sisi Adam a.s. Tulang rusuk yang bengkok, sukar untuk dilentur... cuba baca bait-bait lirik ini...</p>
<p><em>Tercipta engkau dari rusuk lelaki, bukan dari kaki untuk dialasi,</em></p>
<p><em>bukan dari kepala untuk dijunjung, tapi dekat di bahu untuk dilindung,</em></p>
<p><em>dekat jua di hati untuk dikasihi , engkaulah wanita hiasan duniawi..</em></p>
<p>Dan sebaik-baik hiasan dunia ialah wanita solehah, maka ALLAH SWT telah menyempurnakan agama seorang lelaki itu apabila dia mengahwini seorang wanita solehah dan separuh lagi perlulah dengan beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SWT...</p>
<p>Untuk membetulkan tulang yang bengkok ini perlulah seseorang itu bersabar. Saidina Umar Al Khattab yang kita ketahui seorang yang sangat tegas, berani, dan terkenal dengan sifat garangnya hanya berdiam ketika dimarahi isterinya. Penuh dengan sifat sabar walaupun beliau mempunyai kuasa untuk tidak mendengar bebelan isterinya. Namun untuk melihat keadaan ini berlaku kini, mungkin satu dalam seribu. Dalam masyarakat kita selalunya, seorang lelaki yang bergelar suami amat mudah sekali angkat tangan pada isterinya kerana bosan,benci mendengar isteri yang berleter, membebel, dan sebagainya. Ada juga yang sanggup untuk tidak pulang ke rumah, dan tidak kurang hebatnya ada juga isteri yang dibelasah suami... dan mangsanya seperti biasa..Wanita juga.</p>
<p><em>Bersambung…<br />
</em></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">Ruangan ini dikendalikan oleh Saudari Nurhanum. Beliau merupakan siswi dari Universiti Putra Malaysia.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">Kini beliau sedang menyambung pelajarannya dalam bidang Pendidikan (Bimbingan dan Kaunseling)<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">Sering menjadi moderator bagi program-program sekolah rendah dan menengah. Beliau merupakan antara pelajar cemerlang Fakulti Pengajian Pendidikan(FPP). Sebarang masalah peribadi boleh berhubung terus dengan beliau melalui e-mail: <a href="mailto:sna_nurh07@yahoo.com.my">sna_nurh07@yahoo.com.my</a>.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Times New Roman;">By: admin@perjalananjauh<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Empat Hal Yang Membinasakan]]></title>
<link>http://misbahonline.wordpress.com/?p=44</link>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 12:57:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>misbahonline</dc:creator>
<guid>http://misbahonline.wordpress.com/?p=44</guid>
<description><![CDATA[Nafsu terus memberontak, setan terus menggoda, dunia terus berhias, dan hawa sering sekali memenangk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Nafsu terus memberontak, setan terus menggoda, dunia terus berhias, dan hawa sering sekali memenangkan pertempuran.</p>
<p>Mereka semua telah hadir. Mereka ingin menghalangi antara seorang hamba dengan kemenangan dan kejayaannya di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Mereka berempat benar-benar musuh utama kita. Jika kita mampu menguasainya (nafsu, setan, dunia, dan hawa) niscaya akan lebih mudah bagi kita untuk menguasai musuh-musuh kita dari kalangan manusia.</p>
<p>Sebaliknya, jika kita dikuasai oleh keempatnya, sungguh antara kita dan musuh-musuh kita tiada lagi bedanya, sama-sama bermaksiat kepada Allah. Sementara mereka masih memiliki sesuatu yang lain, kekuatan yang lebih daripada yang kita miliki dan jika sudah demikian, kita akan kalah menghadapi mereka.<!--more--></p>
<p>Wahai saudaraku, yang kami inginkan hanyalah menunjukkan yang baik untuk menutup satu celah yang kami lihat atau menambahkan yang kurang atau menunjukkan yang makruf.</p>
<p>Peran kami adalah berkata-kata dan memberi nasehat.<br />
Celah tidak akan pernah tertutup, kekurangan tidak akan pernah hilang, dan yang makruf tidak akan pernah terwujud kecuali dengan amal.</p>
<p>Di sinilah peranmu wahai saudaraku, peran kita semua.<br />
Tentu saja, kata-kata bukan sekedar untuk diucapkan, tetapi ia untuk dipahami dan diamalkan.</p>
<p>وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللهُُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَسَتُرَدُّوْنَ إِلَى عَالم الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ</p>
<p>“ Dan bekerjalah, niscaya Allah, Rasul dan orang-orang mukmin pasti akan melihat apa yang telah kamu kerjakan, (at-Taubah : 105)</p>
<p style="text-align:right;">Washiyyatil Musthofa Li Ahlid Da'wah, Dr. Najih Ibrahim</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Monday, 21st April 2008]]></title>
<link>http://xperienc3.wordpress.com/?p=107</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 15:31:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>dreadknight731</dc:creator>
<guid>http://xperienc3.wordpress.com/?p=107</guid>
<description><![CDATA[
SPSU Annual General Meeting(AGM) 2006.
Nut being the joker(as always).
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://xperienc3.files.wordpress.com/2008/04/p1020451.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-108" src="http://xperienc3.wordpress.com/files/2008/04/p1020451.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">SPSU Annual General Meeting(AGM) 2006.<br />
Nut being the joker(as always).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Karena kau tulang rusukku....]]></title>
<link>http://wedz.wordpress.com/?p=37</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 17:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>thinkeroom</dc:creator>
<guid>http://wedz.wordpress.com/?p=37</guid>
<description><![CDATA[Karena kau tulang rusukku &#8230;&#8230;
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Karena kau tulang rusukku ......<br />
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut.<br />
Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?<br />
Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.<br />
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?<br />
Raka : Kamu dong?<br />
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?<br />
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi<br />
merasakan sakit di hati."<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"<br />
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!" Tiba-tiba Dara menjadi terdiam, berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil<br />
barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Lima tahun berlalu.....</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara<br />
tak menunggunya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.<br />
Raka : Apa kabar?<br />
Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?<br />
Raka : Belum.<br />
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.<br />
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu<br />
tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang<br />
berubah.<br />
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.<br />
"Good bye...."<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">" Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DI TAMAN FIRDAUS TAK ADA PERNIKAHAN]]></title>
<link>http://bonx.wordpress.com/?p=38</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 03:14:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>BonX</dc:creator>
<guid>http://bonx.wordpress.com/?p=38</guid>
<description><![CDATA[Some people prefer not to get married at all. It is also a choice. I won&#8217;t get married because]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Some people prefer not to get married at all. It is also a choice. I won't get married because I believe<br />
it's just a cultural convention to put shackles on us. God (if there is God) doesn't institute marriage. God<br />
just allows copulating; mating... having sex and beget children. Just that. And that was the original<br />
arrangement. It was pure, in the Garden of Eden.</p>
<p>Di Taman Firdaus tak ada pernikahan, yang ada Cuma kopulasi. Habis ber-kopulasi Adam dan Hawa baru sadar ternyata boegil... Nah, karena sadar boegil, lalu diambillah daun-daun itu untuk dibuat CELAM (celana dalam) dan BH (ini buat Hawa doang).</p>
<p>Menurut cerita, setelah Adam dan Hawa nge-sex, Tuhan yang lagi jalan-jalan di Taman Firdaus akhirnya<br />
mengendoes-ngendoes adanya sesuatu yang aneh.</p>
<p>"Kemana si Adam en si Hawa?" tanya Tuhan.<br />
"Biasanya slawar sliwer di bawah pohon en guling-gulingan gak sadar diri kalo telanjang boelet. Kok<br />
sekarang ilang?" begitu tanya Tuhan kepada dirinya sendiri.<br />
"Pasti ada something wrong! Pasti udah pada nyadar kalo selama ini boegil," intuisi Tuhan berkata. (Tuhan<br />
juga mengandalkan intuisi. Wong jalan-jalan di taman aja bisa, masa gak bisa pake intuisi, apalagi ini<br />
namanya Tuhan!).<br />
"Adam, sini luh!" teriak Tuhan.</p>
<p>Adam lalu dateng, mukanya menunduk ke bawah, gak berani liat muka Tuhan.</p>
<p>"Lu abis meong yah?" tanya Tuhan dengan garangnya (Tuhan bisa garang juga, walau digembar-gemborkan<br />
pengasih dan penyayang, akhir-akhir ini).<br />
"Gw kan udah larang lu makan buah itu, siapa nyang suruh lu makan?" tanya Tuhan lagi.<br />
"Si Hawa, Tuhan," jawab Adam.<br />
"Hawa bilang buahnya enak, cukup dipegang-pegang udah bikin kenyang, gitu katanya... Eh, abis kenyang ane sadar kalo telanjang. Trus... trus ane jadi takut sama Tuhan soalnya buahnya udah ane perawanin," lanjut Adam.<br />
"Hawaaaaaa!! !!.. sini luh," teriak Tuhan.<br />
"Ya, Tuhan," jawab Hawa sambil jalan dengan beringsut-ingsut, mukanya juga menunduk.<br />
"Lu nyang bujuk Adam supaya makan buah terlarang yah? Kan gw udah larang, kenapa lu jadi gatel dan bujuk Adam supaya gesek-gesek tu buah yg udah gw larang?" hardik Tuhan.<br />
"Bukan ane, Tuhan," jawab Hawa. "Ane gatel sih gatel, tapi gak gatel gitu-gitu amat kalo bukan gara-gara si Depil... Si Depil nyang bujuk-bujuk ane, katanya ane bisa jadi ok kayak Tuhan, gitu katanya."</p>
<p>Tuhan jadi makin marah. Keringatnya menetes, matanya memerah...</p>
<p>"Depilllll!! !!!! sini luh," teriak Tuhan. "Lu nyang bujukin Adam en Hawa supaya meong yah? Gw <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">kan</span> udah<br />
larang maen esek-esekan di Taman Firdaus. Nah, lu kenapa akhirnya sabotase rencana gw?"<br />
"Rencana apaan Tuhan?" kata si Depil seenak jidatnya.<br />
"Adam en Hawa itu kan udah akil baliq, jadi wajar aja kalo hormonnya naek dan kepengen maen esek-esek... Ane sih bilang apa adanye aja, emang enak kok!"</p>
<p>So....</p>
<p>So, in the end gak ada yang bisa disalahin. Adam en Hawa karena emang udah akil baliq dan kepengen meong akhirnya dibablaskan keluar dari Taman Firdaus (Taman Firdaus ini adalah simbol dari masa kanak-kanak kita ketika kita tidak menyadari bahwa kita telanjang).</p>
<p>Nyang kesian si Depil. Aslinya Depil itu Innocent, gak berdosa,... tapi sama para rabbi (Yahudi), pastor<br />
(Katolik), pendeta (Protestan), dan ustad (Islam) akhirnya di-kambing-hitam- kan.</p>
<p>"Depil, lu jadi kambing item yah!" begitu kesepakatan para pemuka institusi agama. "Kita orang kan mao bikin macem-macem agama, mau bikin civilizations (peradaban), dan kita orang perlu<br />
kambing item, perlu korban, so please understand and accept it kalo lu kepilih buat jadi kambing item...<br />
Jangan ribut-ribut yah, terima aja, ntar amplopnya di bawah meja," begitu kisahnya menurut badan intelijen asal usul keagamaan.</p>
<p>Si Depil diem aja, merengut. Si Depil ini aslinya ok banget, luar biasa cakep. Pokoknya bukan seperti<br />
bayangan orang sekarang ini. Tapi doi juga tau, kalo dirinya gak dijadiin kambing item, siapa lagi yang<br />
bisa? Maklum waktu itu kambingnya putih semua. Kambing nyang warnanya item belom ada.</p>
<p>"Ok, deh," kata si Depil.  "Ane terima jadi kambing item, tapi gak janji yah?"</p>
<p>Maksudnya, karena dikambing-itemin oleh para pencipta agama, akhirnya si Depil itu menobatkan diri menjadi penggoda umat manusia.</p>
<p>"Gw Innocent, gw Innocent," kata si Depil.</p>
<p>"Nyang gatel Adam en Hawa, gw Innocent..." begitu teriaknya terus, dan masih terdengar terus sampai sekarang, kadang-kadang.</p>
<p>+++++</p>
<p>[Tulisan di atas diambil dari E-BOOK "Pelangiku Warna Ungu", bisa di-download dari bagian FILES di Milis SI: &#60;<a rel="nofollow" href="http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia" target="_blank">http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- indonesia</a>&#62;.]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal diri]]></title>
<link>http://prabu.wordpress.com/?p=1887</link>
<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 12:15:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>prabu</dc:creator>
<guid>http://prabu.wordpress.com/?p=1887</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana mengenal diri dan menggapai Ilahi ?
Apa itu nafs, hawa, qolbu, jasad, basyar ?
Berikut dis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Bagaimana mengenal diri dan menggapai Ilahi ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Apa itu nafs, hawa, qolbu, jasad, basyar ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Berikut disampaikan kajian dzikrullah oleh Ustadz Hafiudzin dalam dua pertemuan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/hawanafsu.jpg" alt="Hawa Nafs" /></p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/qolbu.jpg" alt="Qolbu" /></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_0.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 00"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 00</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_1.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 01"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 01</span></a></span><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_1.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 01"><!--more--></a></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_2.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 02"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 02</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_3.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 03"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 03</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_4.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 04"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 04</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_5.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 05"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 05</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_6.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 06"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 06</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_7.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 07"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 07</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_8.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 08"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 08</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_9.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 09"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 09</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_10.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 10"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 10</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_11.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 11"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 11</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/120060606-drs-h-wafiudzin-ma_12.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 12"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 1 - 12</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_0.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 00"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 00</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_1.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 01"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 01</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_2.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 02"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 02</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_3.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 03"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 03</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_4.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 04"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 04</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_5.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 05"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 05</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_6.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 06"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 06</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_7.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 07"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 07</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_8.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 08"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 08</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_9.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 09"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 09</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_10.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 10"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 10</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_11.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 11"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 11</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_12.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 12"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 12</span></a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"><a href="http://prabu.wordpress.com/files/2008/03/220060809-drs-h-wahfiudzin-ma_13.mp3" title="H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 13"><span style="color:blue;">H Wafiudzin MA - Kajian Dzikrullah 2 - 13</span></a></span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
