<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>islam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/islam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "islam"</description>
	<pubDate>Thu, 15 May 2008 07:05:09 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Download Gratis]]></title>
<link>http://hatidamai.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:50:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>hatidamai</dc:creator>
<guid>http://hatidamai.wordpress.com/?p=70</guid>
<description><![CDATA[Bila Anda ingin Me Download Al Qur&#8217;an Digital 2.1 Gratis
Klik Dibawah ini
Al Qur&#8217;an Grat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bila Anda ingin Me Download Al Qur'an Digital 2.1 Gratis</p>
<p>Klik Dibawah ini</strong></p>
<p><a href="http://alqurandigital.com/download.htm">Al Qur'an Gratis </a></p>
<p><strong>Semoga Penuh Berkah<br />
Bagi Hidup Anda</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arti Islam]]></title>
<link>http://jusman.wordpress.com/?p=31</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:46:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusman</dc:creator>
<guid>http://jusman.wordpress.com/?p=31</guid>
<description><![CDATA[Secara istilah arti islam adalah apa yang disyaratkan oleh ayat suci ini, yakni:
&#8220;Bala man asl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Secara istilah arti islam adalah apa yang disyaratkan oleh ayat suci ini, yakni:</p>
<p><em>"Bala man aslama wajhahu lillahi wa hua muhsinun, falahu ajruhu 'inda robbihi wala khoufun 'alihim wala hum yahzanuun</em>"</p>
<p>yakni, muslim adalah dia yang menyerahkan segenap wujudnya di jalan Allah taala. Yakni mewakafkan wujudnya untuk Allah taala. dan untuk mengikuti kehendak-kehendakNya, serta untuk meraih keridhaan_Nya. Kemudian dia berdiri teguh diatas perbuatan-perbuatan baik demi Allah taala. Dan dia menyerahkan segenap kekuatan amaliah wujudnya di jalan Allah. Artinya, secara akidah dan secara amalan, dia telah menjadi milik Allah taala semata.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Secara akidah adalah demikian, yakni dia memahami segenap wujudnya secara khakikat secagai sesuatu yang telah dicipatakan untuk mengenali Allah taala, untuk mentaati-Nya, dan untuk meraih kecintaaan serta keridhaan-Nya. Sedangkan secara amalan adalah demikian, yakni murni demi Allah dia melakukan kebaikan-kebaikan hakiki yang berkaitan dengan segenap kemampuannya dan yang berhubungan dengan segenap karunia anugerah Allah. Namun dengan penghayatan dan pendalaman sedemikian rupa seolah-olah pada pandangan keitaaannya dia sedang menyaksikan wajah Saang Ma'bud haqiqi itu.</p>
<p>Sekarang dengan menelaah ayat-ayat tersebut diatas , setiap orang berakal dapat memahami bahwa hakikat Islam baru dapat merasuk ke dalam diri sesoarang apabila wajudnya diwakafkan untuk Allah taala dan untuk jalan-Nya. Dan amanat-amanat yang dia terima dari Allah taala, dia serahkan kembali kepada Sang Penganugerah Sejati itu. Dan tidak hanya secara akidah saja , melainkan secara amalanpun dia memperlihatkan seluruh bentuk Islamnya serta hakikat sempurna Islam tersebut. Yakni seorang yang mengaku Islam membuktikan bahwa tanganya, kaki, kalbu, otak, akalnya, pemahamannya, kemarahannya, rasa kasihnya , kelembutan hatinya, ilmunya, segenap kekuatan rohani dan jasmani yang ia miliki, kehormatannya, hartanya, ketentraman dan kebahagiaanya dan apa saja yang ada secara zahir maupun batin mulai dari rambut-rambut di kepalanya hingga ke kuku-kuku kakinya , bahkan sampai niat-niatnya, partikel partikel kalbunya, dorongan nafsunya, kesemuanya itu telah mengikuti Allah taala sedemikian rupa sebagaimana anggota anggota tubuh yang dimiliki seseorang taat mengikuti orang itu. Ringkasnya hal itu harus terbukti bahwa langkah kebenaran itu telah mencapai suatu derajat dimana saja yang dia punyai sudah tidak lagi menjadi miliknya, melainkan telah menjadi milik Allah taala. Dan segenap bagan tubuh serta kemampuan, telah dikerahkakn untuk mengkhidmati ilahi, sekan-akan semua itu menjadi bagian tubuh Al haq.</p>
<p>Dan dengan menelaah ayat-ayat itu, hal inipun tampil dengan jelas dan nyata bahwa mewakafkan hidup di jalan Allah taala yang merupakan hakikat Islam ada dua maaam,.</p>
<p>Pertama, menyatakan hanya Allah taala itulah zat yang disembah , dituju dan dicinta serta tidak menyekutukan apapun dalam penyembahan, kecintaaan, takut dan harapan terhadap-Nya. Dan hal-hal yan berkaitan dengan pengkudusan-Nya, pemujian terhdap-Nya, penyembahan-nya dan segenap tata krama penyembahan-Nya, hukum-hukum-Nya, periintah perintah dan larangan-larangan-nya serta hal-hal yang berkaitan dengan keputusan dan takdir samawi , kesemuanya itu diterima dengan sepenuh hati. Kemudian sepenuhnya menggali segenap kebenaran suci dan makrifat-makrafiat suci yang merupakan sarana untuk mengetahui qudrat-qudrat-Nya yag maha luas, dan yang merupakan perantara untuk mengetahui derajat tinggi permerintah dan kerajaan-Nya, serta yang merupakan suatu penunutun kokoh untuk mengenali kemurkaan-kemurkaan dan anugerah-anugerah-Nya.</p>
<p>Jenis kedua, mewakafkan hidup di jalan Allah taala adalah mewakafkan hidup dalam mengkhidmati, bersikap solider sependeritaaan membantu mencarikan  jalan, membantu memikul beban dan benar-benar merasakan kepedihan hamba-hamba-Nya. Menanggung  penderitaan untuk memberikan ketentraman pada orang-orag lain, dsan rela merasakan kepedihan atas diri sendiri demi kesejahteraan orang lain.</p>
<p>Dari pernyataaan ini diketahui bahwa hakikat Islam sangat mulia. Dan seorang manusia tidak pernah dapat secara hakiki menyandang sebutan mulia sebagai warga Islam selama dia belum menyerahkan kepada Allah seluruh wujudnya bersama segenap kemampuan, keinginan dan kehendaknya. Dan mencabut diri dari keakuannya (egosime) serta dari segenap hal yang berkaitan dengn itu, dan menjauhi jalan keakuan tersebut.</p>
<p>Jadi, secara hakiki seseorang itu baru dapat dikatakan Muslim tatkala timbul suatu revolusi besar di dalam kehidupannya yang penuh kelalaian. Kemudian, eksistensi wujud nafs amarah yang dia miliki berserta segenap doronganya srentak punah. Lalu , setelah maut tersebut, di dalam dirinya mulai timbul kehidupan baru sebagai orang yang berbuat kebaikan demi Allah. Dan itu adalah suatu kehidupan suci yang di dalamnya tidak terdapat apapun kecuali ketaatan terhadap Sang Khalik dan sikap solider terhadap sesama makhluk.</p>
<p>Ketaatan terhadap sang khalik adalah demikian, yakni dia siap untuk menerima kehinaan dan kenistaan demi menzahirkan kehormatan, keperkasaan, serata keesaan-Nya. Dan dia siap menerima ribuan kematian demi menghidupkan tauhid-Nya. Dan  dalam ketaatan terhadap-Nya, satu tangan bisa rela memotong tangan yang lain. Dan dalam kecintaaan akan keagungan perintah-Nya serta dalam kehausan akan keridhoaan-Nya dia membenci dosa sedemikian rupa seakan-akan dosa itu adalah suatu api yang siap melahap ,atau bagai racun yang mematikan ,atau sebuah halilintar yang dapat menghanguskan, sehingga harus melarikan diri dari dosa dengan segenap kemampuannya. Ringksanya, untuk mengikuti kehendak-Nya, kita harus meninggalkan segenap kehendak jiwa kita. dan untuk melekat dengan-Nya , terimalah sayatan-sayatan luka yang sangat menyakitkan .d an untuk memberikan bukti ikatan-denganya, putuskanlah segenap ikatan nafsu.</p>
<p>Dan mengkhidmati makhluk Allah adsaalah dmeikian, yakni sekian banyak kebutuhan makhluk dan sekian banyak faktor serta jalan yang dicipatakan Sang Pembagi azali untuk membuat sebagian membutuhkan sebagian lainnya, dalam seenap hal tersebut memberikan manfaat kepada makkhluk semata-mata demi Allah dengan solidaritas hakiki tanpa maksud tertentu serta dengan solidaritas sejati yang dapat timbul dari dirinya. Dan membantu setiap yang membutuh kan bantuan , melalui kemampuan anugerah Allah. Dan menganugerahkan semua kekuatan untuk mengadakan perbaikan dunia dan akhirat bagi makhluk-makhluk.</p>
<p>Jadi inilah ketaatan dan pengkhdimatan demi Allah yang sangat mulia, yang bercampuur dengn kasiih sayag dan kecintaan, serta dipenuhi oleh ketulusan dan sikap meerendahkan diri. Inilah Islam dan hakikat Islam serta intisari yang diraih setelah memperoeh kematian dari nafs, dorongan alami, nafsu dan kehendak.” (<strong>Ainah Kamalaat-e-Islam,</strong> hal 57-62)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Myth vs Fact]]></title>
<link>http://snooper.wordpress.com/?p=1844</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:43:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>dajjal</dc:creator>
<guid>http://snooper.wordpress.com/?p=1844</guid>
<description><![CDATA[


Myth
Fact


Islam: Religion of peace.
Sahih BukhariVolume 6, Book 60, Number 201

Narrated Zaid ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table style="text-align:left;width:404px;height:162px;" border="1" cellspacing="2" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<td align="undefined" valign="undefined">Myth</td>
<td align="undefined" valign="undefined">Fact</td>
</tr>
<tr>
<td align="undefined" valign="undefined">Islam: Religion of peace.</td>
<td style="vertical-align:top;"><a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/060.sbt.html#006.060.201" target="_blank"><strong><span style="font-weight:bold;">Sahih BukhariVolume 6,<span style="font-family:Verdana;"> </span>Book 60</span>, <span style="font-weight:bold;">Number <span style="font-family:Verdana;">201</span></span></strong></a></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<blockquote><p><strong><em></em></strong><span style="font-family:Verdana;">Narrated Zaid bin Thabit Al-Ansari: </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">who was one of those who used to write the Divine  Revelation: Abu Bakr sent for me after the (heavy) casualties among the warriors  (of the battle) of Yamama (where a great number of Qurra' were killed). 'Umar  was present with Abu Bakr who said, 'Umar has come to me and said, The people  have suffered heavy casualties on the day of (the battle of) Yamama, and I am  afraid that there will be more casualties among the Qurra' (those who know the  Qur'an by heart) at other battle-fields, whereby a large part of the Qur'an may  be lost, unless you collect it. And I am of the opinion that you should collect  the Qur'an." Abu Bakr added, "I said to 'Umar, 'How can I do something which  Allah's Apostle has not done?' 'Umar said (to me), 'By Allah, it is (really) a  good thing.' So 'Umar kept on pressing, trying to persuade me to accept his  proposal, till Allah opened my bosom for it and I had the same opinion as  'Umar." (Zaid bin Thabit added:) Umar was sitting with him (Abu Bakr) and was  not speaking. me). "You are a wise young man and we do not suspect you (of  telling lies or of forgetfulness): and you used to write the Divine Inspiration  for Allah's Apostle. Therefore, look for the Qur'an and collect it (in one  manuscript). " By Allah, if he (Abu Bakr) had ordered me to shift one of the  mountains (from its place) it would not have been harder for me than what he had  ordered me concerning the collection of the Qur'an. I said to both of them, "How  dare you do a thing which the Prophet has not done?" Abu Bakr said, "By Allah,  it is (really) a good thing. So I kept on arguing with him about it till Allah  opened my bosom for that which He had opened the bosoms of Abu Bakr and Umar. So  I started locating Quranic material and collecting it from parchments, scapula,  leaf-stalks of date palms and from the memories of men (who knew it by heart). I  found with Khuzaima two Verses of Surat-at-Tauba which I had not found with  anybody else, (and they were):-- </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">"Verily there has come to you an Apostle (Muhammad)  from amongst yourselves. It grieves him that you should receive any injury or  difficulty He (Muhammad) is ardently anxious over you (to be rightly guided)"  (<a href="http://qb.gomen.org/QuranBrowser/cgi/bin/retrieve.cgi?version=pickthall+yusufali+khan+shakir+sherali+khalifa+arberry+palmer+rodwell+sale&#38;layout=auto&#38;searchstring=009:128" target="_blank"><strong>9.128</strong></a>) </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">The manuscript on which the Quran was collected,  remained with Abu Bakr till Allah took him unto Him, and then with 'Umar till  Allah took him unto Him, and finally it remained with Hafsa, Umar's daughter. </span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Verdana;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td align="undefined" valign="undefined">Tafsir</td>
<td align="undefined" valign="undefined"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kafirkah Ahmadiyah?]]></title>
<link>http://jusman.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:40:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusman</dc:creator>
<guid>http://jusman.wordpress.com/?p=30</guid>
<description><![CDATA[Ahmadiyah merupakan salah satu yang di kafirkan lantaran penafsiran yang dianggap “menyimpang”, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ahmadiyah merupakan salah satu yang di kafirkan lantaran penafsiran yang dianggap “menyimpang”, semua berhak mengeluarkan fatwa, termasuk terhadap Ahmadiyah. tetapi di seluruh dunia ini suatu hal yang telah diakui bahwa sebelum menetapkan kategori seorang atau suatu kelompok maka terlebih dahulu ditentukan definisi lengkap tentang kategori tersebut, yang akan berfungsi sebagai ukuran. Selama definisi itu tegak maka akan mudah utuk memutuskan apakah seseorang atau suatu kelompok dapat dimasukkan dalam kategori itu atau tidak. Dari segi ini permohonan kami adalah sebelum menelaah persoalan ini lebih lanjut, hendaknya ditetapkan suatu definisi maksimal dan minimal yang disepakati tentang muslim, yaitu suatu definisi yang tidak hanya disepakati oleh segenap golongan di kalangan umat islam, melainkan juga disepakati olehumat islam di segala zaman. Dalam kaitan itu adalah penting untuk memperhatikan persoalan-persoalan yang tertera di bahwa ini:</p>
<p><!--more--></p>
<p>1.Apakah dari kitabullah atau Rasulullah saw ada suatu definisi tentang muslim yang tanpa<br />
kecuali telah disampaikan pada masa rasulullah saw sendiri? Jika ada apa definisi itu?</p>
<p>2.Di luar definisi itu-yang telah diuraikan oleh kitabullah dan Rasulullh saw, dan yang terbukti telah disampaikan pada masa Rasulullah saw sendiri-apakah dibenarkan atau tidak untuk menetapkan suatu definisi lain pada zaman tertentu?<br />
3.Selain definisi diatas, jika ada definisi lain tetang Muslim yang berasal dari berbagai ulama atau golongan-golongan di berbagai zaman, apa definisi -definisi itu ? Dan bagaimana kedudukan definisi-definisi itu secara syariat di hadapan definisi yang telah diuraikan pada bagian pertama?<br />
4.Di zaman Abu Bakar Shiddiq r.a. Pada masa terjadi pergolakan kemurtadan, apakah Abu bakar Shiddiq r.a. Ataupun para sahabah rasulullah saw telah merasa perlu untuk mengadakan suatu perubahan pada definisi yang sudah ditetapkan di zaman Rasulullah saw?<br />
5.Apakah di zaman nabi saw atau di zaman khilafah rasyidah ada suatu contoh di mana walaupun seseorang itu mengikrarkan kalimah “laa ilaaha illallah Muhammadarrasululllah” dan mengimani keempat rukun Islam lainnya – yakni shalat, zakat, puasa, dan haji-lalu tetap saja telah dinyatakan sebagai non-Muslim?<br />
6.Jika hal ini diizinkan yakni seseorang walaupun mengimani kelima rukun Islam lalu tetap dinyatakan keluar dari Islam karena dia menafsirkan beberapa ayat Quran karim yang tidak dapat diterima para ulama dari golongan lain, atau dia dinyatakan keluar dari Islam karena dia menganut suatu akidah yang menurut beberapa golongan lain bertentangn dengan Islam, maka adalah penting untuk juga menetapkan penafsiran-penafsiran dan akidah-akidah seperti itu. Supaya hal-hal itu dimasukkan ke dalam definisi muslim yng sudah dikukuhkan, yakni selain keima rukum Islam, jika di dalam akidah-akidah suatu golongan terdapat hal-hal tersebut maka golongan itu dapat dinyatakan keluar dari Islam.<br />
7.Walau mengimani kelima rukun Islam, jika pintu untu mengkafirkan golongan-golongan Muslim tertentu dibukakan, yang disebut pada bagian 5, maka memperhatiakan hal-hal semacam itu secara logika dan secara detail adalah penting. Yaitu hal-hal yang dengan mempertimbangkan nya berbagai ulama secara telak telah menyatakan golongan-golongan lain di luar dolongan mereka sebagai kafir, murtad atau keluar dari islam.</p>
<p>Menurut Ahmadiyah definisi muslim satu-satunya yang dapat diterima dan patut diterapkan hanyalah definisi yang secara jelas terbukti berasal dari Rasulullah saw dan yang secara jelas diriwayatkan dari rasulullah saw dan terbukti diterapkan pada zaman Rasulullah saw dan khulafa rasyidin. Tetapi dengan bergeser dari prinsip ini apapun upaya yang dilakukan untuk mendefinisikan muslim hal itu tidak kosong dari kekurangan-kekurangan dan keburukan. Khsusunya segenap definisi yang ditetapkan pada zaman-zaman belakang (ketika Islam sudah terpecah pecah menadjadi 72 golongan), juga sangat pantas untuk ditolak karena definisi-definisi itu satu sama lain saling bertentangan, dan tidak mungkin dalam satu waktu yang sama kesemua definisi itu dapat diterima. Dan tidak mungkin pula untuk mengambil satu definisi manapun, sebab dengan demikian maka seseorang itu akan dinyatakan non-muslim berdasarkan definisi-definisi lainnya. Dan tetap tidak akan mungkin dapat keluar dari rawa lumpur ini dalam bentuk apapun. Hakim muhamamad munir, pada waktu pemerikasaan tahun 1953 tentang huru hara penentangan Ahmadiyah di Pakistan, ketika memintakan kepada berbagai ulama untuk memberikan penjelasan menggenai definisi Muslim, maka disesalkan bahwa tidak ada dua orang ulamapun yang dapat sepakat megnenai satu definisi manapun. Mengenai hal iu dengan mengungkapkan penyesalan beliau, Hakim Munir mengatakan:</p>
<p>“Dengan memperhatikan berbagai definisi yang telahdilakukan oleh para ulama, tidakalah perlu bagi kami untuk memberikan komentar apapun, kecuali bahwa tidak ada dua orang ulamapun yang sepakat atas masalah dasar ini. Jika kami juga seperti seorang ulama memberikan satu defefiisi dari pihak kami, dan definisi itu berbeda dari segeap definisi lainnya, maka kami dengan sendirinya akan menjadi keluar dari Islam. Dan jika kami memakai definisi yang dilakukan oleh salah seorang dari antara ulama-ulama itu, maka kami memang akan tetap sebagai muslim pada pandangan ulama tersebut, tetapi akan menjadi kafir berdasarkan setiap definisi lainnya” (Report of the Court of Inquiry Constituted under punjaab Act II of 1954 to Inquire into the punjab Disaturbances of 1953, hal 218)</p>
<p>dari kesimpulan yang dicapai oleh hakim munir itu, hal ini secara tegas terbukti bahwa definisi Muslim, sampai pada penyusuan laporan itupun tidak pernah terjadi ijma' yang darinya didapat suatu kesepakatan para shalihin terdahulu. Oleh karena itu jika pada masa sekarang ini dipaparkan suatu definisi yang secara zahir tampaknya disepakati maka definisi itu sama sekali tidak dapat dinyatakan seb gai definisi hasil ijma' umat dan darinya tidak diperoleh kesepakatan para  shalihin terdahulu.</p>
<p>Jadi pendrian Ahmadiyah adalah mengambil definisi yang mengandung hukun dan beraifat pokok tentang muslim, yang telah disabdakan dari lidah Yang Mulia Rasulullah saw. Definisi itu merupakan suatu piagam mulia bagi negara islam. Untuk itu kami memaparkan tiga buah hadits nabi saw</p>
<p>1.jibril dalam bentuk manusia datang kepada rasulullh saw dan bertanya kepada beliau ”wahai muhammad! Beritahukanlah kepadaku tentang Islam. Rasulullah saw bersabda: 'Islam ialah hendaknya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan beribadah haji di baitullah jika engkau mampu menempuh di jalannya. Orang itu berkata 'engkau benar ! Perawi mengatakan: ' kami merasa heran kepada orang itu. Dia bertanya dan sekaligus membenarkannya'. Kembali orang itu berkata : 'beritahukanlah kepadaku tentang iman'. Rasululh saw bersabda: 'Hendaknya engakau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-nya dan Hari Kahir, serta beriman kepada takdir, baik dan buruknya takdir.'. Orang itu berkata: 'engkau benar.”(Shahih Muslim , kitabul Iman)</p>
<p>2.Seorang laki-laki penduduk najd datang kepada rasulullah saw, tidak teratur rambut kepalanya. Kami mendengar suaranya tetapi tidak memahami apa yang diakatakannya sampai demat. Ternyata ia bertanya tentang Islam. Rasulullah saw bersabda: 'Shalat lima kali dalam sehari semalam.' lalu di berkata, 'apakah adsa kewajiban lain atasku?' beliau bersabda: 'Tidak kecuali engkau ingin melakukannya secara nafal. Rasulullah saw bersabda: 'dan puasa Ramadhan'. Ia bertanya:'apakah ada kewajiban lainnya atasku?' beliau bersabda: 'tidak, kecuali engkau ingin melakukan secara nafal'. Dan Rasulullah saw menuturkan kepadanya tentang zakat. Ia bertanya: 'Apakah ada kewajiban lainnya atasku? Beliau bersabda: 'tidak, kecuali engkau ingin melakukannya secara nafal.' lalu laki-laki itu berpaling seraya berkata: 'Demi Allah saya tidak menambah atas ini dan tidak pula menguranginya.' Rasulullah saw bersabda: 'berbahagialah dia, jika dia terbukti benar dalam ucapanya.” (shahih bukhari, kitabul Iman, bab Az-Zakatu minal islam).<br />
3.Barangsiapa yang shalat seperti shalat kita, dan menghadap kepada kiblat kita, dan memakan sembelihan kita, maka dia adalah muslim. itu adalahjaminandari Allah taala danjanganlah kalian mengecoh terhadap jaminannya (Shahih Bukhari, Kitabul shalat, bab Fadhilatistiqbaalil Qiblah)</p>
<p>merupakan suatu ulasan agung junjungan suci kita saw bahwa melalui definisi tersebut rasululllah saw dalam kata-kata yang sangat lengkap telah meletakkan pondasi antara bangsa-bangsa di dalam kesatuan dunia Islam. Dan merupakan keajiban setiap permerintahan Islam untuk mengakui prinsip ini dalam pandangan mereka dengan sangat jelas. Jika tidak maka tatanan umat Islam senantiasa akan hancur, dan pintu -pintu kekacauan tidak akan pernah dapat ditutup.</p>
<p>Setelah kurun pertama, selama 14 abad silam apapun fatwa kufur yag telah dikeluarkan oleh berbagai ulama di berbagai zaman yang didasarkan pada definisi rancangan mereka sendiri, telah menimbulkan bentuk yang begitu mengerikan sehinggga tidak ada tokoh suci agama, ulama-ulama, para sufi dan waliullah dari abad manapun yang ke-Islamannya dapat bertahan selamat berdasarkan definisi-definisi tersebut. Dan tidak ada satu golongan pun dapat dikemukakan yang status kekufurannya tidak dinyatakan oleh sebagian golongan lainnya.</p>
<p>Kedudukan fatwa kafir</p>
<p>disini timbul pertanyaan, apa kedudukan fatwa-fatwa kafir itu? Dan apakah seorang ulama secara pribadi ataupun sebagai wakil dari golongannya memiliki otiritas atau tidak untuk memberi fatwa kafir terhadap seseorang atau golongan lainnya? Dan apa dampak yang akan timbul dari fatwa-fatwa semacam itu terhadap umat islam secara keseluruhan?</p>
<p>Menurut Ahmadiyah, kedudukan fatwa-fatwa semacam itu tidak lebih dari sekedar bahwa menurut sebagian ulama tertentu beberapa akidah adalah bertentangan dengan Islam karena penganut akidah-akidah tersebut kafir pada pandangan Allah, dan Hari Kiamat mereka tidak akan dibangkitkan di tengah-tengah umat Islam. Dari sudut ini , fatwa-fatawa itu tersebut di dunia hanya memiliki kedudukan sebagai suatu peringatan. Dan sejauh yang berkaitan dengan urusan -urusan dunia, kepada seseorang atau suatu golongan tidak dapat diberikan hak atau otoritas untuk mengeluarkan dari batas-batas Islam yang paling jauh sekalipun. Itu adalah urusan antara Allah dengan manusia. Dan keputusannya hanya dapat berlangsung pada hari pembalasan di hari Kiamat. Dalam urusan-ursan dunia, keberadaan fatwa-fatwa tersebut dapat terbukti sangat berbahaya bagi kesatuan umat Islam. Dan seorang atau suatu golongan lainnya tidak dapat dinyatakan keluar dari islam dengan menggunakan fatwa ulama-ulama dari golognan tertentu sebagai landasan.</p>
<p>Pendirian yang mengatakan bahwa jika segenap golongan sepakat mengenai kekufuran suatu golongan sehingga golongan itu dapat dinyatakan keluar dari islam, dari segi ini adalah salah dan tidak dapat diterima akal, sebabnya ialah secara maah , dalam setiap golongan umat islam sedikit banyak pasti terdapat akidah-akidah yang menenainya kebanyakan golongan tersebut menyepakati sebagai akidah-akidah yang memuat para penganutnya keluar dari Islam. Dan kondisi demikian menuntut kedatangan seorang hakim adil dari langit.</p>
<p>Jika pada hari ini berdasarkan beberapa pertentangan ternyata sangat mungkin terjadi kesepakatan segenap golongan lainnya menentang Ahmadiyah, maka besokpun mungkin saja akan terajadi seperti itu menentang golongan syiah mengenai beberapa akidah khusus yang mereka anut. Dan hal yang sama juga terjadi pada hal Quran dll. Jadi kata mayoritas adalah suatu gambaran yang melampaui batas. Cobalah simak satu golongan secara khusus, maka sebagai lawannya segenap golongan secara khsusus, maka sebagai lawannya segenap golongan lain akan tampil sebagai kelompok mayoritas. Dan dengan demikian, secara bergiliran, terhadap masing-masing golongan akan  berlakulah fatwa kafir dari kelompok mayoritas lainnya.<br />
<strong><br />
Menurut kami fatwa-fatwa itu tidak dapat dinyatakan sebagai surat panggilan untuk masuk surga ataupun neraka. </strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mahasiswa Perlu Manfaatkan Cuti Semester]]></title>
<link>http://zulzaidi.wordpress.com/?p=18</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:36:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>imbalo</dc:creator>
<guid>http://zulzaidi.wordpress.com/?p=18</guid>
<description><![CDATA[
            Rata-rata kebanyakan mahasiswa IPT di Malaysia mula cuti semester, ramai yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://zulzaidi.files.wordpress.com/2008/05/zack20peguam1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-17" src="http://zulzaidi.wordpress.com/files/2008/05/zack20peguam1.jpg?w=237" alt="" width="237" height="267" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>            </span>Rata-rata kebanyakan mahasiswa IPT di Malaysia mula cuti semester, ramai yang sudah merancang apa yang akan dilakukan sewaktu cuti semester panjang ini lingkungan dua bulan lamanya. Ada yang merangka akan menghabiskan cuti dengan hanya tinggal di rumah tanpa perlu membuat apa-apa kerja kecuali tidur dan makan dengan alasan sudah penat membaca buku dan mentelaah di IPT, apatah lagi penat dengan ujian peperiksaan yang menakutkan, maka waktu cuti inilah mereka akan mengambil peluang untuk berehat sambil menonton televisyen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>            </span>Ada juga yang merancang untuk bekerja di stesen minyak, pasaraya, kedai makan, penghantar surat “despatch”, kerani pejabat dan sebagainya. Segelintir mahasiswa juga membuat latihan industri atau nama lain latihan sangkutan di mana-mana pejabat kerajaan, swasta yang ada kena mengena dengan kos yang diambil, atau latihan industri tersebut mempunyai markah untuk mana-mana subjek pengajian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>            </span>Kita tidak nafikan diperingkat mahasiswa sendiri ada juga yang tinggal di kampus-kampus sewaktu orang lain bercuti sakan antaranya pimpinan mahasiswa seperti Majlis Perwakilan Mahasiswa, Persatuan-Persatuan dibawah pentadbiran Hal Ehwal Pelajar dan pimpinan kolej kediaman sebagai persiapan untuk pelajar baru pada semester akan datang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>            </span>Mahasiswa haruslah merancang apa yang akan dilakukan sewaktu cuti semester panjang ini dengan sebaiknya jangan hanya membuang masa. Selaku mahasiswa yang akan memimpin negara pada masa hadapan dan mempunyai idealisme yang tinggi yang telah disemai di IPT haruslah memanfaatkan peluang yang ada dengan melakukan kerja-kerja yang bermanfaat. Mahasiswa yang merasakan masanya terbuang begitu sahaja bolehlah mencari kerja-kerja sambilan tetapi kerjanya haruslah membina, dan mempunyai kaitan dengan bidang yang diambil di IPT. Selain itu mahasiswa boleh juga terlibat dengan kerja-kerja kemasyarakatan seperti gotong royong, membantu aktiviti masjid dan sebagainya dan dikatogarikan sebagai kerja-kerja masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>            </span>Ada juga segelintir mahasiswa yang memenuhi diari cuti dengan program yang dirangka oleh mana-mana badan kerjaan atau swasta seperti bengkel penulisan, seminar halal haram, seminar pemahaman undang-undang atau sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>            </span>Bagi meningkatkan lagi idealisme mahasiswa, bagi yang malas bekerja tetapi mempunyai lebihan tabungan bolehlah mendapatkan buku-buku yang berfaedah seperti yang ada kene mengena dengan subjek semester hadapan atau isu-isu semasa dari mana-mana kedai buku dan baca dengan teliti agar kelak biar untuk mengetahui banyak perkara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>            </span>Seharusnya setiap mahasiwa di negara Malaysia ini haruslah mengembil peluang dan ruang yang ada sewaktu cuti semester ini dengan memanfaatkan cuti dengan perkara yang berfaedah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">zulzaidi mahmod</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">exco akademik dan intelektual,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">persatuan mahasiswa akademi pengajian islam,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">universiti malaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">860904-56-6593</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">0125002954/0162201456</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><a rel="nofollow" href="mailto:matnyum@yahoo.com" target="_blank">matnyum@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iraqi insurgents use eight-year-old girl as suicide bomber]]></title>
<link>http://islamoscope.wordpress.com/?p=78</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:32:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>islamoscope</dc:creator>
<guid>http://islamoscope.wordpress.com/?p=78</guid>
<description><![CDATA[An eight-year-old girl was strapped with remote-controlled explosives and used as a human bomb by Ir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>An eight-year-old girl was strapped with remote-controlled explosives and used as a human bomb by Iraqi insurgents in a blast that killed an Iraqi commander earlier today.</p>
<p>An Iraqi captain was killed and seven other soldiers were injured in the explosion which took place in the town of Youssifiyah, south of Baghdad.</p>
<p>The explosives were detonated as the girl approached the Iraqi commander.</p>
<p>A curfew has now been imposed in the area, and American troops are said to be hunting for those responsible.</p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="ArtContentImgBodyC" style="width:470px;text-align:center;"><img src="http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2008/05_04/iraqblastEPA1405_468x224.jpg" border="1" alt="" width="468" height="224" /></p>
<p style="text-align:center;">Iraqi soldiers inspect the site of a separate car bomb attack that targeted Abdul Karim al-Samarai, a member of Sunni Islamic political party in Baghdad's Yarmouk district today</p>
</div>
<p style="text-align:left;">"I can confirm that a female suicide bomber attacked an Iraqi Army position," said a U.S Army spokesman.</p>
<p style="text-align:left;">Involving women in fighting violates religious taboos in Iraq, but extremists are recruiting females and youths to stage suicide attacks in a desperate attempt to beat tightened security measures.</p>
<p style="text-align:left;">Women can avoid thorough searches at checkpoints because of Islamic sensitivities, and four have carried out suicide bombings since November.</p>
<p style="text-align:left;">In February, Iraqi insurgents used two women with Downs Syndrome as human bombs in a blast that killed 99 people in Baghdad.</p>
<p style="text-align:left;">The women apparently fooled into wearing explosive vests which were then detonated remotely by mobile phones as they mingled with crowds.</p>
<p style="text-align:left;">It is unclear whether this latest blast used the same method for detonating the bomb.</p>
<p style="text-align:left;">
Source: http://www.dailymail.co.uk/pages/live/articles/news/worldnews.html?in_article_id=566428&#38;in_page_id=1811</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Hari Guru Dari Mahasiswa]]></title>
<link>http://zulzaidi.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:30:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>imbalo</dc:creator>
<guid>http://zulzaidi.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[
JIKA HARI INI SEORANG PERDANA MENTERI BERKUASA,
JIKA HARI INI SEORANG RAJA MENAIKI TAKHTA
JIKA HARI]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong>JIKA HARI INI SEORANG PERDANA MENTERI BERKUASA,<br />
JIKA HARI INI SEORANG RAJA MENAIKI TAKHTA<br />
JIKA HARI INI SEORANG PRESIDEN SEBUAH NEGARA<br />
JIKA HARI INI SEORANG ULAMA YANG MULIA<br />
JIKA HARI INI SEORANG PEGUAM MENANG BICARA<br />
JIKA HARI INI SEORANG PENULIS TERKEMUKA<br />
SEJARAHNYA DIMULAKAN OLEH SEORANG GURU BIASA<br />
DENGAN LEMBUT SABARNYA MENGAJAR TULIS-BACA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span class="toptext1"><span style="font-size:10pt;"><span style="color:#333366;font-family:Verdana;">(dipetik dari sajak </span></span></span><strong><span style="font-weight:normal;">guru oh guru karya Allahyarham Usman Awang)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;"><span>            </span>Demikianlah sajak yang selalu dideklamasikan setiap kali menjelangnya hari guru. Guru-guru merasakan seperti Raja dan Permaisuri pada hari guru ini yang mana murid dan pelajar mereka akan menghiburkan mereka dengan bermacam-macam program dan aktiviti seperti Anugerah Guru Misali, Cemerlang, Dedikasi dan sebagainya. Ada juga yang membuat persembahan nyanyian, deklamasi sajak hatta ada juga yang berdikir barat, dan pastinya satu bait yang wajib dilafazkan iaitu “umpama lilin membakar diri” yang mana maksudnya sudi untuk memberi ilmu walau penat dan lelah .</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;"><span>            </span>Kita sedia maklum bahawa nilai seorang guru jika dibandingkan dengn ribuan gunung emas pasti tidak boleh menandinginya. Ramai yang hanya menganggap kerja sebagai seorang guru ini hanyalah sebagai kerja yang rendah tarafnya dari menjadi seorang peguam, arkitek dan doktor. Tetapi harus diingat dari sajak Guru Oh Guru karya Usman Awang menunjukkan semua yang lahir di dunia dengan segala macam profesion adalah hasil didikan seorang guru.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;"><span>            </span>Kita singkap sedikit sejarah hari guru yang mana </span></strong><span>hari guru</span><span> di <a title="Malaysia" rel="nofollow" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Malaysia" target="_blank"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Malaysia</span></a> disambut pada 16 Mei setiap tahun sebagai penghargaan kepada para <a title="Guru" rel="nofollow" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Guru" target="_blank"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">guru</span></a>. Tarikh ini dipilih sebagai hari guru kerana pada haribulan yang sama dalam tahun 1956 Majlis Undang-Undang Persekutuan Tanah Melayu (Federal Legislative Council) telah menerima cadangan-cadangan Laporan Jawatankuasa Pelajaran (Report Of The Education Committee) sebagai dasar pelajaran bagi negara kita. Dokumen tersebut yang dikenali sebagai <a title="Laporan Razak (belum ditulis)" rel="nofollow" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Laporan_Razak&#38;action=edit&#38;redlink=1" target="_blank"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Laporan Razak</span></a> (<a title="Tun Abdul Razak" rel="nofollow" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Tun_Abdul_Razak" target="_blank"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Razak</span></a> Report) telah menjadi dasar pelajaran kebangsaan semenjak itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span>            </span>Tertarik dengan perutusan oleh Dato’ Sri Hishammuddin Tun Hussein, Menteri Pelajaran Malaysia yang mana menyatakan agenda kementerian bukan hanya menghasilkan guru yang berkualiti tetapi lebih dari itu. Selain itu untuk mengembalikan penghormatan terhadap profesion keguruan iaitu isu disiplin pelajar akan ditangani. Mahasiswa memandang beberapa rancangan lain untuk meningkatkan profesion keguruan haruslah dipuji, dan mahasiswa sendiri sentiasa memberi galakan dan dorongan kepada pihak kementerian serta guru-guru agar profesion ini dipandang tinggi dan dihormati masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span>            </span>Perutusan dari Yang Berbahagia Dato’ Dr. Hj. Ahmad Sipon, Ketua Pengarah Pelajaran Malaysia yang mana menyatakan tentang perlunya penekanan <span> </span>kepentingan jalinan semangat kerjasama dan pemuafakatan antara sekolah, rumah dan komuniti. Mahasiswa menyambut baik penekanan tersebut kerana memandang bahawa guru kini kurang dihormati oleh masyarakat berbanding 20 tahun lepas yang mana setiap kerja buat murid dan pelajar, guru berhak untuk mengambil tindakan agar kelak<span>  </span>murid dan pelajar itu menjadi insan yang berguna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span>            </span>Dalan novel “<strong><em>MEMOIR SEORANG GURU</em></strong>” karya Azizi Abdullah jelas menunjukkan bahawa seorang guru itu tidak mementingkan karier pelajarnya, yang mereka mahukan hanyalah pelajarnya kelak menjadi insan yang menyumbang bakti dengan segala macam profesion. Dalam novel tersebut juga menunjukkan seorang guru harus bersabar dengan berbagai kerenah pelajar kerana suatu hari nanti pelajar itu akan tahu betapa berharganya seorang guru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span>            </span>Selaku mahasiswa di IPT, kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang sedia berkhidmat sehingga mahasiswa dapat masuk ke menara gading seperti yang diidam-idamkan. Ucapan tahniah dan sekalung penghargaan kepada guru-guru kerana merekalah kami dapat menjejakkan kaki ke menara gading. Istilah guru ini haruslah jangan disempitkan kepada guru-guru yang mengajar di sekolah sahaja tetapi setiap insan yang pernah mengajar kita satu perkara atau satu huruf termasuklah pensyarah. Guru yang sejati adalah ibu yang mengandung dan melahirkan kita, serta mendidik dan membesarkan kita dengan sabar. Selain ibu adalah didikan kesabaran dan ketekunan Rasulullah sehingga kita dapat kecapi nikmat Islam ini dengan sempurna kerana Baginda guru untuk semua.<span>  </span>Selamat Hari Guru untuk semua guru-guru di mana jua anda berada dari mahasiswa. Jika hanya tinggal batu nisanmu wahai guru ucapan fatihah kami kirimkan. AL-FATIHAH.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>ZULZAIDI BIN MAHMOD</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>EXCO AKADEMIK DAN INTELEKTUAL,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>PERSATUAN MAHASISWA AKADEMI PENGAJIAN ISLAM,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>UNIVERSITI MALAYA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>860904566593</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><a rel="nofollow" href="mailto:matnyum@yahoo.com" target="_blank"><span style="color:#0000ff;">matnyum@yahoo.com</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span>0125002954/0162201456</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Why are most US Jews de facto supporters of Hamas, Hezbollah, etc.?]]></title>
<link>http://brianakira.wordpress.com/?p=422</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:28:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Akira</dc:creator>
<guid>http://brianakira.wordpress.com/?p=422</guid>
<description><![CDATA[Nada Nadim Prouty is a former CIA officer of Muslim Syrian-Lebanese origin who was recruited into th]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"><strong>Nada Nadim Prouty</strong></span> is a former CIA officer of Muslim Syrian-Lebanese origin who was recruited into the CIA from the FBI and convicted of improperly using FBI computers for obtaining sensitive information about both herself and her family. Prouty admitted that she searched FBI files for information on investigations of Hezbollah.</p>
<p>She was also convicted of naturalization fraud, for paying a man to marry her so she could get U.S. citizenship, and lying about her background in applying for jobs at the Federal Bureau of Investigation and Central Intelligence Agency.</p>
<p>Prouty's family is also reported to have links to the Syrian Nazi Party [i.e. "Socialist Nationalist" Party] (SSNP).</p>
<p>* * * * *</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Prouty first entered the United States from Lebanon</strong></span> on June 24, 1989, on a one-year, non-immigrant student visa. After her visa expired, she remained in the country, residing in Taylor, Mich., with her sister, Elfat El Aouar, and an individual named Samar Khalil Nabbouth. In order to remain in the United States and evade U.S. immigration laws, Prouty later offered money to an unemployed U.S. citizen to marry her. On August 9, 1990, Prouty married the U.S. citizen. As planned, Prouty never lived with her fraudulent "husband," but continued to live with her sister and Nabbouth.</p>
<p>Prouty later submitted a series of false, fraudulent and forged documents and letters to federal immigration officials to verify the validity of the fraudulent marriage in order to obtain permanent residency status, and, later, U.S. citizenship, thereby committing naturalization fraud. On Aug. 5, 1994, the former Immigration and Naturalization Service granted Prouty U.S. citizenship under the name "Nada Nadim Deladurantaye." The following year, she filed for a divorce from her fraudulent husband, and later obtained a U.S. passport, which she used to travel overseas.</p>
<p>From May 1992 through April 1993, and again, from August through November 1994, Prouty was employed as a waitress and hostess at La Shish Inc., a chain of Middle Eastern restaurants in Detroit that was owned by Talal Khalil Chahine. During this time, Chahine wrote a letter for submission into Prouty's immigration file attesting to the validity of Prouty's false marriage.</p>
<p>Chahine is currently a fugitive believed to be in Lebanon. He, along with Prouty's sister, Elfat El Aouar, and others were charged in 2006 in the Eastern District of Michigan with tax evasion in connection with a scheme to conceal more than $20 million in cash received by La Shish restaurants and to route funds to persons in Lebanon. Last month, Chahine was also charged in the Eastern District of Michigan, along with a senior ICE official in Detroit and others in a bribery and extortion conspiracy in which federal immigration benefits were allegedly awarded to illegal aliens in exchange for money.</p>
<p><strong>Employment at FBI and CIA</strong></p>
<p>In April 1999, through a series of false representations and use of her fraudulently procured proof of U.S. citizenship, Prouty, then known as "Nada Nadim Alley," obtained employment as a special agent of the FBI. It was a prerequisite to FBI employment that she be a U.S. citizen. As a special agent with the FBI, Prouty was granted a security clearance and assigned to the FBI's Washington Field Office to work on an extraterritorial squad investigating crimes against U.S. persons overseas. During her tenure with the FBI, Prouty was not assigned to work on investigations involving the international terrorist group Hizballah.</p>
<p>In August 2000, Prouty's sister, Elfat El Aouar, entered into a marriage with Talal Khalil Chahine, the owner of La Shish Inc. In September 2000, Prouty, while employed as an FBI special agent, used the FBI's computerized Automated Case System (ACS), without authorization, to query her own name, her sister's name, and that of her brother-in-law, Talal Khalil Chahine. In addition, on or about June 4, 2003, Prouty accessed the FBI's ACS and obtained information from a national security investigation into Hizballah that was being conducted by the FBI's Detroit Field Office.</p>
<p>According to court documents, in August 2002, Prouty's sister, Elfat El Aouar, and her brother-in-law, Talal Khalil Chahine, attended a fundraising event in Lebanon where the keynote speakers were Chahine himself and Sheikh Muhammad Hussein Fadlallah. Sheikh Fadlallah had previously been designated by the U.S. government as a specially designated global terrorist based upon his status as a leading ideological figure with Hizballah.</p>
<p>In June 2003, through a series of false representations and use of her fraudulently procured proof of U.S. citizenship, Prouty, then known as "Nada Nadim Prouty," voluntarily left her position with the FBI and obtained employment with the CIA. It was also a prerequisite to CIA employment that she be a U.S. citizen.</p>
<p>* * * * *</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Woman praised, then loses citizenship<br />
'Extraordinary services' in work for CIA, FBI cited before judge sets fine for marriage fraud.<br />
Paul Egan / The Detroit News</strong></span></p>
<p>DETROIT -- <span style="color:#ff0000;"><strong>A federal judge lavished praise Tuesday on [a Hezbollah spy] an illegal immigrant who joined the FBI and the CIA</strong></span> before her fraudulent marriage was discovered.</p>
<p>U.S. District Judge Avern Cohn revoked the citizenship of Nada Nadim Prouty and <span style="color:#ff0000;"><strong>fined</strong></span><strong><span style="color:#ff0000;"> her $750 [and zero jail-time!]</span></strong>. <span style="color:#ff0000;"><strong>He criticized the government</strong></span> for the way it publicized Prouty's case and the media for the way they reported it.</p>
<p>"<span style="color:#ff0000;"><strong>You have rendered extraordinary services to the United States</strong></span> [so why didn't he give her a medal?] as an agent of the FBI and an employee of the CIA," Cohn told Prouty. "<strong><span style="color:#ff0000;">At no time did you compromise any investigation from improper behavior or inappropriate conduct</span></strong>." [What a moron.]</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Prouty's essential crime, Cohn said, was a sham marriage when she was 19. It's understandable she wanted to stay in the United States, not return to her birthplace in war-torn Lebanon, he said.<br />
</strong></span><br />
Prouty, 38, a sister-in-law of fugitive LaShish Restaurants owner Talal Chahine, embraced relatives following her sentencing. She pleaded guilty in November to conspiracy to defraud the United States, unauthorized computer access and naturalization fraud.</p>
<p>Prouty lied on her applications in order to join the FBI's Washington field office as a special agent in 1999 and the CIA as an operations officer in 2003, according to court records.</p>
<p>Chahine, a fugitive believed to be living in Lebanon, was indicted on charges of tax evasion in 2005. Chahine was accused by federal agents of supporting Hezbollah, though he was not charged with supporting terrorism.</p>
<p>Prouty admitted that <span style="color:#ff0000;"><strong>while she was an FBI agent, she went into a computer system without authorization in 2003 and obtained information about the Detroit FBI's investigation of Hezbollah</strong></span>, a U.S.-designated terrorist organization. She also did name searches of FBI files for Chahine, herself and other family members. Cohn said there is no evidence she shared that information or was involved in espionage.</p>
<p>Under a plea agreement, <strong><span style="color:#ff0000;">Prouty faced possible prison time of six to 12 months</span></strong>. But Cohn cited letters from FBI and CIA officers that said Prouty risked her own safety working in Iraq and elsewhere on behalf of <span style="text-decoration:line-through;">the United States</span> Hezbollah.</p>
<p>Assistant U.S. Attorney Kenneth Chadwell said the government did not object to Prouty remaining free.</p>
<p>"She had a deep, dark secret in her past," Chadwell said of Prouty. Due to the potential for blackmail, "having a deep, dark secret is a very serious national security risk."</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Prouty will be able to stay in the United States</strong></span> but not work or travel abroad without special permission.</p>
<p>On Monday, Cohn made similar comments when he sentenced a former U.S. Marine, Samar Khalil Spinelli, in a related case. Cohn fined the decorated captain $500 for her sham marriage.</p>
<p>* * * * *</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Avern Cohn</strong></span> (born July 23, 1924) is a United States District Judge for the United States District Court for the Eastern District of Michigan. <strong><span style="color:#ff0000;">He was appointed by President Jimmy Carter</span></strong> effective October 9, 1979.</p>
<p>Judge Cohn was born to Irwin I. and Sadie Levin Cohn. He attended the University of Michigan, John Tarleton Agricultural College, Stanford University, and Loyola School of Medicine. He served in the United States Army from 1943 to 1946. He received his JD from the University of Michigan Law School in 1949. He was admitted to the Michigan State Bar in December, 1949.</p>
<p>Judge Cohn engaged in private practice in the Law Office of Irwin I. Cohn from 1949 to 1961; and at Honigman Miller Schwartz and Cohn from 1961 to 1979. Judge Cohn held the following public positions: Michigan Social Welfare Commission, 1963; Michigan Civil Rights Commission, 1972-1975 and served as Chair 1974-1975; Detroit Board of Police Commissioners, 1975-1979 and served as Chair 1979.</p>
<p>Judge Cohn is a member of several bar associations including: Detroit Bar Association; State Bar of Michigan; Federal Circuit Bar Association; Federal Bar Association; American Bar Association; Chairperson, Special Committee on Court Congestion, State Bar of Michigan, 1977-1978; Representative Assembly, State Bar of Michigan, 1973-1979; Past Trustee, Detroit Bar Association Foundation; Past Director, Detroit Bar Association; member, American Law Institute; Director, American Judicature Society.<br />
<strong><span style="color:#ff0000;"><br />
Judge Cohn has been active in numerous organizations in political, secular and Jewish life. He is a past President of the Jewish Welfare Federation of Metropolitan Detroit.</span></strong> He has three children and seven grandchildren.</p>
<p>* * * * *</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>The US Jewish vote:</strong></span></p>
<p>1916: Wilson (D, KKK) 55%<br />
1920: Harding (R) 43%, Cox (D) 19%, Debs (Socialist) 38%<br />
1924: Coolidge (R)     27%, Davis (D) 51%, La Folette (Progressive) 22%<br />
1928: Smith (D) 72%<br />
1932: Roosevelt (D) 82%<br />
1936: Roosevelt (D) 85%<br />
1940: Roosevelt (D) 90%<br />
1944: Roosevelt (D) 90%<br />
1948: Truman (D, KKK) 75%, Wallace (Progressive) 15%, Dewey (R) 10%<br />
1952: Stevenson (D) 64%<br />
1956: Stevenson (D) 60%<br />
1960: Kennedy (D) 82%<br />
1964: Johnson (D) 90%<br />
1968: Humphrey (D) 81%<br />
1972: McGovern (D) 65%<br />
<strong><span style="color:#ff0000;">1976: Carter (D, PLO, Hamas) 71%</span></strong><br />
<span style="color:#ff0000;"><strong>1980: Carter (D, PLO, Hamas) 45%</strong></span>, Reagan 39%, Anderson (Independent) 14%<br />
1984: Mondale (D) 67%<br />
1988: Dukakis (D) 64%<br />
<span style="color:#ff0000;"><strong>1992: Clinton (D, PLO, IRA) 80%</strong></span>, Perot (I) 9%<br />
<span style="color:#ff0000;"><strong>1996: Clinton (D, PLO, IRA) 78%</strong></span><br />
2000: Gore (D) 79%<br />
2004: Kerry (D, IRA wannabe, "Jewish? Who? Me?") 76%</p>
<p>[http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/US-Israel/jewvote.html]</p>
<p>* * * * *</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Senator Fulbright of Arkansas [Bill Clinton's mentor] and Senator Al Gore [Sr] of Tennessee, trying to figure out ways of disarming Israel, 1967</strong></span>:</p>
<p>Fulbright: The Jews think they have control of the Senate and they can do as they please. ... They know they have control of the Senate politically, and therefore whatever the Secretary tells them, they can laugh at him. They say, "Yes, but you don't control the Senate." ... They know when the chips are down you can no more reverse this tax exemption than you can fly. You could not pass a bill through the Senate. ... Changing that tax exemption contribution to the UJA. I would bet you ten to one you could not begin to pass a bill You do not believe they could under any circumstances. ... [A bill] to revoke the tax exemption of gifts to the UJA. That is one of their major sources of income. You yourself have pointed out the money they paid for the French arms they got from the U.S. ... The arms they buy from France are largely paid for by contributions that come from this country.</p>
<p>Gore: Has the President recommended that this be repealed?</p>
<p>Fulbright: No, he has not. I do not wish to make the point except the Secretary is quite correct when he says his leverage on Israel is very limited because of the political situation.</p>
<p>[http://www.haaretz.com/hasen/pages/rosnerBlog.jhtml?itemNo=847472&#38;contrassID=25&#38;subContrassID=0&#38;sbSubContrassID=1&#38;listSrc=Y&#38;art=1]</p>
<p>* * * * *</p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800000;"><strong>Obama </strong></span>presents yet another opportunity to display their belief in their own racial and moral superiority by consistently voting for their very own enemies:</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.americanthinker.com/2008/01/barack_obama_and_israel.html">http://www.americanthinker.com/2008/01/barack_obama_and_israel.html<br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Defame Islam, Get Sued?]]></title>
<link>http://conservativecolloquium.wordpress.com/?p=199</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:19:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>foospro86</dc:creator>
<guid>http://conservativecolloquium.wordpress.com/?p=199</guid>
<description><![CDATA[No religion is beyond criticism and thoughtful examination, even if it takes the form of satire or h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span>No religion is beyond criticism and thoughtful examination, even if it takes the form of satire or humor (including my beloved Catholicism). The US should brace itself against any future pressures to outlaw speech that portrays Islam in a negative light.</span></p>
<p><span>The European laws against anti-Semitism and Holocaust denial have set a dangerous precedent. Europe is more likely to fail against radical Islam because it is more likely to sew its own lips shut, silencing needed criticism of the more <a title="violent" href="http://conservativecolloquium.wordpress.com/2008/03/11/violent-and-intolerant-quran-verses/">violent</a> and <a href="http://conservativecolloquium.wordpress.com/2008/02/29/scary-islamic-doctrines/">questionable </a>aspects of Islam and its traditions and history. (This includes the death penalty for mocking Muhammad, e.g. the poets Abu 'Afak and 'Asma bint Marwan along with her unborn child who were put to death at the Prophet's command.)</span></p>
<p><span>And what about blasphemy in the eyes of Christianity? Judaism? Other religions? Will radical Muslims submit to punishment for their anti-Semitic speech?  More likely, a double standard is developing. </span></p>
<p><span>Of course, I guess getting sued is better than getting killed or assaulted (139 people were killed and 823 injured in the wake of Muslim rage over the Danish cartoon incident). So I guess this is actually "progress."</span></p>
<p class="storyhdr"><span><span style="font-size:x-small;"><a href="http://news.yahoo.com/s/ap/20080314/ap_on_re_af/islamic_summit_islamophobia">http://news.yahoo.com/s/ap/20080314/ap_on_re_af/islamic_summit_islamophobia</a> </span></span></p>
<p class="storyhdr"><span><span style="font-size:x-small;">By RUKMINI CALLIMACHI, Associated Press Writer </span></span>Fri Mar 14, 6:26 PM ET</p>
<p><!-- end storyhdr -->DAKAR, Senegal - The Muslim world has created a battle plan to defend its religion from political cartoonists and bigots.</p>
<p>Concerned about what they see as a rise in the defamation of Islam, leaders of the world's Muslim nations are considering taking legal action against those that slight their religion or its sacred symbols. It was a key issue during a two-day summit that ended Friday in this western Africa capital.</p>
<p>The Muslim leaders are attempting to demand redress from nations like <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Denmark</span>, which allowed the publication of cartoons portraying the <span class="yshortcuts" style="background:0 0;cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Prophet Muhammad</span> in 2006 and again last month, to the fury of the Muslim world.</p>
<p>Though the legal measures being considered have not been spelled out, the idea pits many Muslims against principles of freedom of speech enshrined in the constitutions of numerous Western governments.</p>
<p>"I don't think freedom of expression should mean freedom from blasphemy," said <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Senegal</span>'s <span class="yshortcuts" style="background:0 0;cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">President Abdoulaye Wade</span>, the chairman of the 57-member <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Organization of the Islamic Conference</span>. "There can be no freedom without limits."</p>
<p>Delegates were given a voluminous report by the OIC that recorded anti-Islamic speech and actions from around the world. The report concludes that Islam is under attack and that a defense must be mounted.</p>
<p>"Muslims are being targeted by a campaign of defamation, denigration, stereotyping, intolerance and discrimination," charged Ekmeleddin Ihsanoglu, the secretary general of the group.</p>
<p>The report urges the creation of a "legal instrument" to crack down on defamation of Islam. Some delegates point to laws in <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Europe</span> criminalizing the <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">denial of the Holocaust</span> and other anti-Semitic rhetoric. They also point to articles within various U.N. charters that condemn discrimination based on religion and argue that these should be ramped up.</p>
<p>"In our relation with the western world, we are going through a difficult time," Ihsanoglu told the summit's general assembly. "Islamophobia cannot be dealt with only through cultural activities but (through) a robust political engagement."</p>
<p>The <span class="yshortcuts" style="background:0 0;cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">International Humanist and Ethical Union</span> in <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Geneva</span> released a statement accusing the Islamic states of attempting to limit freedom of expression and of attempting to misuse the U.N.</p>
<p>Human Rights Watch said in a statement that objectionable depictions of the <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Prophet Muhammad</span> do not "give them the right under international human rights law to insist that others abide by their views."</p>
<p>Hemayet Uddin, the lead author of the <span class="yshortcuts" style="background:0 0;cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">OIC report</span> and head of cultural affairs for the group said legal action is needed because "this Islamophobia that we see in the world has gone far beyond a phobia. It is now at the level of hatred, of xenophobia, and we need to act."</p>
<p>A new charter drafted by the OIC commits the Muslim body "to protect and defend the true image of Islam" and "to combat the defamation of Islam."</p>
<p>To protect the faith, Muslim nations have created an "observatory" that meets regularly to monitor Islamophobia. It examines lectures and workshops taking place around the world and prints a monthly record of offensive content.</p>
<p>But some of the summit's delegates said a legal approach would be over the top.</p>
<p>"My general view would be that the confrontational approach is one my country would avoid," said Bangladeshi Foreign Minister Iftekhar Chowdhruy. <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Bangladesh</span> is 90 percent Muslim.</p>
<p>While the Muslim world worries about the image of Islam in the West, the U.S. envoy to the OIC attended the summit to try to tackle the thorny question of America's image among Muslim states.</p>
<p>Sada Cumber calls his campaign the "soft power" of the U.S. — an effort to find common ground with Muslim nations by championing universal values the U.S. holds dear like religious tolerance and freedom of speech.</p>
<p>"America has a deep respect for the religion of Islam," Cumber told The Associated Press. "The freedom of faith that we exercise, that we enjoy in America, that is also a very important aspect of the American core values. Anyone who wants to practice any faith is never stopped or discouraged."</p>
<p>Also during the summit, Chad and Sudan signed a peace agreement to stop incursions of rebels across each other's borders, and the summit delegates committed themselves to addressing the spiraling violence between Israelis and Palestinians.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["SHARIA CREEP" AROUND THE WORLD]]></title>
<link>http://twana.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:17:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>twana</dc:creator>
<guid>http://twana.wordpress.com/?p=41</guid>
<description><![CDATA[by Kathy Shaidle
In the blockbuster action movie Independence Day, alien spacecraft hover simultaneo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.think-israel.org/shaidle.shariacreep.html">by Kathy Shaidle</a></p>
<p>In the blockbuster action movie Independence Day, alien spacecraft hover simultaneously above strategic spots around the globe, the better to maximize chaos and destruction when they finally attack all at once.</p>
<p>A more mundane version of that scenario played itself out in real life this week, when three new stories appeared within 24 hours, all documenting a worldwide phenomenon that has come to be known as "sharia creep."</p>
<p>In Australia, Muslim students (mostly Saudi citizens) asked Melbourne universities to adjust class times to fit in with their daily prayers.[1] They also requested female-only recreational areas on campus.</p>
<p>One institution rejected their demands outright. "That would seriously inconvenience other people at the college and it is not institutionally viable," La Trobe University's Martin Van Run told The Australian. "We are a secular institution ... and we need to have a structured timetable."</p>
<p>In a surprise reaction, the Saudi Government unveiled a plan to curb radicalization among its students in Australia by ensuring they make up only one percent of the student body at any given campus.</p>
<p>The idea is to prevent radical students from reaching critical mass, and thereby encouraging all Saudi-born students to mingle with non-Muslims.</p>
<p>"The move is a marked turnaround from past initiatives by the Saudi Government," reported The Australian,[2] "including allegedly bankrolling hard line Muslim clerics, such as Canberra-based Mohammed Swaiti who openly praised jihadists; and pumping an estimated $120 million into the local Islamic community since the 1970s to influence its ideological bent."</p>
<p>Meanwhile, on February 26, local officials in Zwolle, Holland decided to lift a ban on Muslim women wearing so-called "burkinis" in public swimming pools.[3] The garment, also known as a hijood, leaves only the wearer's face, hands and feet exposed.</p>
<p>But the next day, a different municipality pledged to retain the burkini ban, because the garment doesn't meet regulations and "might scare off" other swimmers. However, the same Hanzebad public pool has already offered female Muslim swimmers separate hours for several years.</p>
<p>The Dutch TV newsmagazine Netwerk sent a reporter wearing a burkini to various public pools. According to one report,[4] "the fiercest reaction shown was by a Muslim man, who said the burkini was an example of oppression of women and tolerating it an example of the influence that orthodox Islam is gaining in the Netherlands."</p>
<p>Closer to home, Harvard University announced new women-only access times at the student gym,[5] to "accommodate religious customs that make it difficult for some students to work out in the presence of men."</p>
<p>This decision came one month after men were banned from the athletic center during certain times, following successful petitions from the Harvard Islamic Society as well as the Women's Center.</p>
<p>Harvard Islamic Society's Islamic Knowledge Committee officer Ola Aljawhary said she does not consider the women-only gym hours discriminatory against male students or a "case of minority rights trumping majority preference."</p>
<p>"We live together in one community, it only makes sense for everyone to compromise slightly in order for everyone to live happily," she said.</p>
<p>As one blogger[6] observed, "I also like how minorities have 'rights' while the majority has a 'preference.' And here I was thinking we all had exactly the same rights. How silly of me."</p>
<p>News stories like these have multiplied exponentially during the past few years. Hardly a day goes by without similar reports, such as Muslim nurses in the UK[7] refusing to roll up their sleeves to scrub up before surgery, claiming that sharia modesty rules trump concerns about contamination.</p>
<p>"IT'S ALL PART OF THE CAMPAIGN OF SOFT JIHAD," wrote Roger Kimball[8], editor of The New Criterion. "Traditional jihad is waged with scimitars and their contemporary equivalents, e.g., stolen Boeing 767s, which make handy instruments of mass homicide. Soft jihad is a quieter affair: it uses and abuses the language and the principles of democratic liberalism not to secure the institutions and attitudes that make freedom possible but, on the contrary, to undermine that freedom and pave the way for self-righteous, theocratic intolerance."</p>
<p>Western countries do not always go along with the plan, however. Witness the public outcry back in 2003, when some Muslims in the province of Ontario, Canada demanded they be allowed to set up sharia courts, ostensibly to arbitrate domestic disputes in the manner of pre-existing Catholic and Jewish tribunals.</p>
<p>Public protests in Canada, as well as abroad, led Premier Dalton McGuinty, who'd initially voiced tentative support for the new courts, to rule against the move. Unfortunately, that meant that those long established Catholic and Jewish tribunals throughout the province had to be shut down too, in the interest of "equality."</p>
<p>Author and expert on radical Islam Robert Spencer has been sounding the alarm about "sharia creep" for years at his website DhimmiWatch.[9] In an exclusive interview with FrontPageMag.com, Spencer reflected on whether or not his efforts to warn the public were paying off:</p>
<p>I think we may be getting through to a very small number of people, but Muslim Brotherhood front organizations in the U.S. are still making tremendous headway by portraying these Sharia-creep initiatives as simple matters of civil rights, and playing on fears among public officials, and the public at large, of being seen as racist and bigoted.</p>
<p>It is getting worse, because there is a concerted effort by the MSA's [Muslim Student Ass'n] on various campuses and other groups to push Muslim accommodation issues aggressively, but this effort is relatively new. We didn't see it on this scale ten or even five years ago. I think it is a natural outgrowth of the post-9/11 anxiety on the part of government and media not to appear 'Islamophobic.' As long as that continues to be a matter for concern, there will be continued accommodation of Muslim practices and Islamic distinctiveness, which only aids and abets the Islamic supremacist agenda.</p>
<p>At the same time, Spencer sees "an increasingly discussion of the creeping Sharia/stealth jihad issue by an increasing number of writers." Writers like Daniel Pipes and Diana West have devoted recent columns to the domestic front on the War on Terror. But despite the work they and others do, the "level of awareness right now is so abysmal," continued Robert Spencer, "that I think the main thing people can do is try to call attention, via letters to the editor, contacts to their elected officials, the blogsophere, etc., to the explicit campaign being undertaken here. The idea would be to awaken as many people as possible to what is going on here –– who the groups are that are pursuing this agenda, and what the agenda really is, behind all the talk of 'hate speech' and accommodation of cultural practices in the name of multiculturalism and diversity."</p>
<p>And that agenda seems to be everywhere –– from the big issues right down to British fish and chips. When it was revealed in late February that a popular British snack food contained traces of alcohol,[10] a Muslim Council of Britain spokesman declared, "Certainly we would find it very offensive to have eaten food with alcohol."</p>
<p>In turn, Richard Kimball voiced "a modest proposal, which I offer to British Food and Beverage industry free and for nothing: start putting a bit of alcohol in everything edible or potable."</p>
<p>"It's only a start, Kimball continued, "but from a tiny acorn the mighty oak does grow."</p>
<p>Footnotes</p>
<p>1. http://www.theaustralian.news.com.au/story/<br />
0,,23269447-2702,00.html?from=public_rss</p>
<p>2.  http://www.theaustralian.news.com.au/story/<br />
0,25197,23282588-15084,00.html</p>
<p>3.  http://www.dutchnews.nl/news/archives/2008/02/<br />
swimming_pool_relents_on_burki.php</p>
<p>4.  http://www.expatica.com/nl/articles/news/<br />
Row-over-Muslim-swimming-costume-in-Netherlands.html</p>
<p>5.  http://media.www.dailyfreepress.com/media/<br />
storage/paper87/news/2008/02/25/News/To.Accommodate.Muslim.<br />
Students.Harvard.Tries.WomenOnly.Gym.Hours-3232133.shtml</p>
<p>6.  http://pursuingholiness.com/2008/02/25/ivy-league-dhimmitude/</p>
<p>7.  http://www.jihadwatch.org/dhimmiwatch/archives/020107.php</p>
<p>8. http://pajamasmedia.com/xpress/rogerkimball/2008/02/23/<br />
quiet_crusading_vs_soft_jihad.php</p>
<p>9.  http://www.jihadwatch.org/dhimmiwatch/</p>
<p>10. http://www.timesonline.co.uk/<br />
tol/life_and_style/food_and_drink/article3412749.ece</p>
<p>A blogger since 2000, Kathy Shaidle runs FiveFeetOfFury.com. Her new e-book Acoustic Ladyland has been called a "must read" by Mark Steyn.</p>
<p>This article appeared March 3, 2008 in Front Page Magazine<br />
http://frontpagemagazine.com/Articles/Read.aspx?GUID= C9A33CD4-88D4-4162-A1C1-6777D90821EC</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kultum]]></title>
<link>http://hafidz2008.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:09:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>hafidz2008</dc:creator>
<guid>http://hafidz2008.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[Kultum ato ‘kuliah tujuh menit&#8217; adalah media untuk saling mengingatkan satu sama lainnya dal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:mRbGaGblJD0cpM:http://www.khatulistiwa.net/images/product/70775fb45d41daae731f2ce84bef9153.jpg" alt="" width="70" height="97" />Kultum ato ‘kuliah tujuh menit' adalah media untuk saling mengingatkan satu sama lainnya dalam hal kebaikan, yup! itulah kewajiban setiap muslim tak peduli apa dia ustad, kiyai, ato manusia biasa seperti aku ini.</p>
<p>Yah itulah salah satu aktivitasku di sela-sela kesibukan pekerjaan kantor yang ruwet, dimana aku termasuk salah satu pengurus DKM di kantorku yang ngurusin jadwalnya, ngumumin giliran siapa saja yang akan kultum.<!--more--></p>
<p>Kultum di tempatku dimulai setelah sholat Ashar, setiap hari Senin, Rabu, Kamis dan Jum'at. Dan diisi oleh hampir semua karyawan, karna Direksi selalu pemimpin perusahaan, sangat mendukung kegiatan ini.</p>
<p>Tadi pagi sebelum masuk kantor, ada teman yang nyeletuk "eh kata-nya kultum udah dihapuskan ya.. (sambil ketawa)". Dan sebelum-sebelumnya juga ada yang komentar "ngapain sih kultum-kultum segala, orang yang kultum juga ga sesuai dengan apa yang dia omongin, percuma aja.."</p>
<p>Haa.. sempat kaget juga sih, ternyata ada juga yang kurang mendukung kegiatan ini, padahal menurutku ini adalah sarana yang baik untuk memperbanyak amal kebaikan. Yah mungkin ini adalah cobaan bagi yang mau berbuat kebaikan, tapi itu sih ga seberapa (kecil mee..n) dibandingkan para sahabat, para ulama jaman dulu, mereka itu taruhannya nyawa coy...</p>
<p>Sebagaimana firman Allah :</p>
<p><em>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?</em></p>
<p><em>Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. </em></p>
<p>( Q.S. 29:2-3 )</p>
<p>Aku hanya berharap mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada mereka-mereka yang belum tau besarnya pahala yang akan didapat. Amin..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WHY NON-ISLAM HATE ISLAM ALL OVER THE WORLD]]></title>
<link>http://kebohongandariislam.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:09:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Islam Idiot</dc:creator>
<guid>http://kebohongandariislam.wordpress.com/?p=70</guid>
<description><![CDATA[          Why Non-Islam Hate Islam All Over The World
 
 

]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">          <strong>Why Non-Islam Hate Islam All Over The World</strong></p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;"><img style="vertical-align:middle;" src="http://dclips.fundraw.com/pngmax/question_mark_naught101_01.png" alt="" width="400" height="400" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Ingin Menyebarkan Islam]]></title>
<link>http://jusman.wordpress.com/?p=29</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:04:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusman</dc:creator>
<guid>http://jusman.wordpress.com/?p=29</guid>
<description><![CDATA[Aku ingin menyebarkan Islam, demikian kira-kira tekad seorang wanita Muslim Mesir dalam artikel ini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Aku ingin menyebarkan Islam, demikian kira-kira tekad seorang wanita Muslim Mesir dalam artikel ini. Artikel ini meceritakan kisah seorang wanita Muslim Mesir yang mempunyai niat besar menyebarkan Islam. Ia menyaksikan bahwa zman ini orang-orang muslim sudah tidak mengamalkan lagi ajaran Islam yang sebenarnya, dalam artian tidak ambil peduli dalam menabligkan kepada orang lain, hanya mementingkan kesalehan sendiri. Ia menginginkan Islam yang ada seperti di zaman Rasulullah 14 abad yang lalu, yaitu Islam yang taat, saleh dan aktif, berjuang mengibarkan bendera Islam.</em></p>
<p><!--more--><br />
Saya berasal dari keluarga muslim di Mesir. Disana saya tumbuh dewasa dan mendapat pendidikan. Setelah saya menyelasikan kuliahku di universitas Cairo, saya menikah dan berangkat ke Inggris dengan suamiku pada tahun 1979. saya selalu tertarik dalam agama. Sebab saya senantiasa khawatir tentang mereka yang tidak percaya agama atau bahkan kepada keberadaan tuhan. Hal ini membuat saya sangat tekun untuk banyak membaca buku-buku tentang Islam dan juga untuk mempelajari Alquran, [dengan] harapan mendapatkan argumen-argumen yang baik untuk kepuasan orang-orang.</p>
<p>Ketika saya ke inggris, saya mulai bergaul dengan orang-orang dari berbagai negeri yang berbeda. Dan hal ini menambah pengetahuan saya berkenalan dengan agama-agama di dunia. Saya juga mulai mengetahui banyak tentang agama Kristen. Khususnya dari sepasang suami istri [dari] Saksi Yehovah, yang biasa mengunjungiku secara rutin untuk bertabligh tentang agama mereka. Saya menyambut mereka degan tujuan untuk tabligh Islam. Sebagai contoh, saya mulai membaca Bible dan buku-buku lain tettang Kristen. Perkara ini sangat menyakitkan hatiku mendapatkan orang-orang menyembah tuhan lain selain  Allah, pencipta kita. Dan saya merasa susah serta kesulitan untuk mendapatkan orang-orang muslim mengehentikan perbuatan ini.</p>
<p>Saya menajadi lebih tertarik untuk menambah pengetahuanku tentang Islam. Pembagian orang-orang Muslim ke dalam beberapa sekte sangat menyesalkan ku. Saya tidak sepedapat dengan apa yang mereka lakukan. Saya perhatikan bahwa orang Muslim tidak melaksanakan Islam yang sejati, yang dilukiskan di dalam Alquran. Dan mereka menampilkan kesan yang sangat buruk tentang agama Islam, seperti agama eroris dan berdarah. Saya menjadi dsangat  antusias untuk tabligh Islam serta menjelaskan kepada orang-orang non-muslim bahwa apa yang mereka lihat dari orang-orang muslim adalah sesungguhnya bukan Islam sejati. Beberapa orag memperingatkanku bahwa saya hendaknya jangan berbicara tetang agamaku kepada orang-orang non Muslim sebab hal ini berbahaya bagi keimananku dan juga disebabkan Islam bukanlah agama misi. Akan tetapi saya mempunyai padangnan lain. Saya merasa Islam adalah adalah sebuah agama yang indah  dan seandainya Allah telah menganugerahkanku karunia kecintaaan. Dengan demikian hal ini adalah htugasku untuk membagikannya dengan orang lain. Dan saya merasa bahwa tabligh islam adalah semacam zakat dan saya beranggapan jikalau dikarenakan bertabligh kepda orang lain merusak keimanan saya, sekiranya demikian berarti saya tidak mengikuti satu agama yang benar.</p>
<p>Kemudian pada tahun 1989 ada kegemparan yang ditimbulkan oleh orang-orang Islam di seluruh dunia menentang buku ayat-ayat setan. Hal ini sugnguh menghilangkan kesabaranku, tentu saja saya tidak mendukung pengarang buku itu. Demikian juga saya tidak setuju dengan apa -apa yang dia tulis. Demikian juga saya tidak dapat bertoleransi dengan reaksi dari umat ISLam, yang mana dalam pandaganku mereka bukanlah ada dalam cara ISLam yang sebenarnya. Mereka berpikir bahwasannya mereka perbuat atas nama Allah. Namun saya merasa bahwa Islam telah tercoreng oleh apa -apa  yang mereka dakwakan. Dan saya sungguh merasa menyesal terhadap orang-orang non muslim yang mana mereka mempunyai persepsi yang salah terhadap agama yang penuh kedamaian ini. Dan dengan demikian mereka tentu menolak [ajaran islam]. Saya telah mengamati di sekelilingku dan tidak mendapat kan seorangpun termasuk diriku sendiri yang benar-benar memperaktekkan Islam yag benar-benar mempraktekkan ISLam yang sebenarnya. Saya berpikir tentang orang islam di kotaku sendiri yaitu di Mesir, mereka juga tidak melaksnakan  Islam yang sebenarnya. Mereka sangat lemah, tidak berdaya dan juga sangat pasif. Mereka melaksanakan agama hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak  menyampaikannya kepada orang lain. Saya juga berpikir tentang sahabat-sahabat Rasulullah saw, merka melaksanakan ajaran-ajaran Alquran dalam perkataan maupun perbuatan mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat saleh, taat dan aktif. Dan mereka sangat menyukai persatuan dan kesatuan. Mereka memerangi musuh-musuhnya bersatu padu dengan satu pemimpin. Mereka bersatu di bawah satu bendera. Dan mereka mengikuti satu peimimpin dan mempunyai satu tujuan untuk dicapai. Hal ini adalah mematuhi perintah Allah, dan untuk menyebarkan persan-pesan ISLam di seluruh dunia. Mereka itulah yang saya sebut orang-orang Islam sebenarnya. Namun adakah mereka itu sekarang itu? Saya tidak menyaksikan mereka itu disekitarku. Mereka hanya ada 14 abad yang lalu. Saya berkeinginan bahwasannya saya dilahirkan pada masa mereka menimkmati karunia-karunia dalam berjuang di jalan Allah dan ikut serta menyebarkan pesannya ke segenap penjuru dunia. Saya menginginkan untuk turut memempertahankn Islam. Juga saya membutuhkan seseorang untuk menjelaskan kepdaku bagaimana menjadi orang Islam yang sebenarnya. Saya sangat tidak berdaya dan tertekan. Dan dengan seperuh hatiku , saya berdoa kepda Allah utnuk membawa islam-nya yang benar kembali ke dunia ini dengan segenap kebesaran dan kekuatannya. Serta untuk memenangkannya diatas semua agama-agama yang lain.</p>
<p>Pada bulan ramadhan, Allah telah begitu cepatnya menjwab doa ini, disebabkan ada seorang teman sekerja menarik perhatianku dalam penyampaian islam kepada orang lain. Dan dia menyebutkan bahwa dia mengetahui tentang sebuah golongan Islam yang dinamakan Ahmadiyah dimana pengikut-pengikutnya selalu menyebarkan ISLam. Namun sayangnya mereka percaya pada seorang nabi yang datang ke dunia ini setelah Rasulullah saw. Saya kira [Ahmadiyah] ini adalah golongan Islam yang lain [dan ]benar benar salah. Akan tetapi saya merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Ahmadiyah, sehingga saya bisa memahami mengapa orang-orang Ahmadiyah tersesat jauh dari agama Islam. Temanku membawakanku beberapa literatur ahmadiyah yang diberikan kepdaku oleh seorang teman istrinya yang Ahmadiyah. Pada waktu itu dia memperingatkanku dengan ucapan bahwa orang-orang ahmadiyah diangggap sebagai kafir oleh orang-orang Islam yang lainnya.</p>
<p>Saya mulai membaca literatur Ahmadiyah, salah satu buku tersebut asalah “Pengantar Mempelajari Alquran”, karya Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Dalam buku ini ada keindahan yang tersembunyi di dalamnya yang tidak bisa digambarkan dalam kata-kata. Namun hanya bisa dirasakan dengan hati. Dengan cara menampilkan  agama Islam dengan kehidupan suci Rasulullah saw dan juga dengan jalan menampilkan penjelasan kutipan-kutipan dari bible, sangat mengagumkan. Saya sangat merasakan kecintaaan yang mendalam yang dimiliki si penulis buku terhadsp Rasululllah saw. Dalam tahap itu tentau saya tidak berpikir untuk percaya kepada Ahmadiyah desebabkan pendakwaaan kenabian oleh pendiri gerakan itu. Saya sangat menyukai argumen dari Ahamdiyah dan saya merasa bahwa merupakan suatu  kesalahan yang sangat besar menganggap orang-orang Ahmadiyah  sebagai orang kafir. Saya memutuskan untuk berbicara dengan orang-orang Ahmadi dan mencoba untuk merubah kepercayaan mereka dalam masalah kenabian. Bagaimnanapun saya memandang bahwasannya mereka adalah orang-orang Muslim yang sebenar-benarnya. Maka saya pergi untuk menjumpai seorang wanita Ahmadiyah yang menyediakan literatur-literatur yang saya baca. Saya sangat mengamati betul dalam setiap ucapan dan perbuatannya dan saya mendapatkan bahwa ia adalah seornag muslim yang sangat baik. Kami menajadi teman dengan cepat dan kami berdiskusi mengenai berbagai topik. Salah satu diaantaranya “apa yang terjadi pada Yesus setelah disalib”? Sebelumnya saya tidak begitu menghiraukan tentang perkara ini dan saya tidak menaruh perhatian untuk memikirkan masalah ini sebelumnya. Akan tetapi pada waktu itu saya teringat bahwa ibuku pernah mengatakan sesuatu padaku bahwa orang-orang Islam percaya Yesus akan kembali ke dunia di akhir zaman. Walaupun ibuku sendiri tidak yakin tentang hal itu. Kemudian saya bertanya kepadanya, bagaimana kita akan mnengakui beliau jika benar-benar datang kembali. Ia mejawab ”jika sesoarang mendakwakan menjadi beliau (Nabi Isa as) dan tidak bertentangn dengan Alquran suci atau ajaran-ajaran Islam dan ia mengagungkan Allah serta menghormati Rasulullah saw maka kita haru beriman atas pendakwaaannya.”</p>
<p>Saya mulai menjadi bingung. Saya banyak membaca literatur-literatur Ahmadiyah. Tulisan-tulisan pendiri gerakan ini, sangat bagus dan sempurna. Dengan membaca buku-buku tersebut memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagiku. Kecintaaan kepada Allah dan Rasul-Nya selalu ada dalam setiap tulisannya. Namun keyakinakau sangat kuat bahwa Rasulullah saw adalah nabi terakahir yang datang ke dunia ini dan [keyakinan ] ini menghalangiku untuk mengakui pendakwaaannya. Saya juga berpikir bahwa [jika] hal itu benar Kami orang-orang Muslim Arab akan mengetahui hal itu jauh sebelumnya. Dan kadang-kadang saya takut bahwa saya tidak menyenangkan tuhan dengan memikirkan hal ini.</p>
<p>Lalu beberapa minggu kemudian teman Ahmadi ku membawaku untuk mengunjungi Islamabad di Tilford. Kunjungan inilah yang merubah kehidupanku. Saya melihat dengan mata ku sendiri sebuah organisasi Muslim yag misi utamanya adalah untuk menyampaikan Islam dengan damai tanpa kekuatan daninilah yang saya namakan islam sejati. Saya berjumpa banyak orang-orang ahmadiyah padsa hati itu dan saya sangat terkesan oleh pandangan dan kepercayaan-kepercaayaan mereka. Apa yang sangat mengesankan saya adsalah tafsir dari beberapa ayat suci Alquran. Saya selalu mengira bahwa orang-orang Arab lah yang terbaik yang dapat memahami arti kebenaran Alquran suci. Namun setelah itu hal ini memperkuat kepercayaanku. Saya merasakan kecintaaan dan ketulusan serrta kesetiaan orang-orang yang saya jumpai. Mereka beekerjasama dalam satu tim dan mengikuti satu pemimpin. Saya mersakan tangan Tuhan menolong dan melindungi mereka. Kekuatan yang sangat aneh datang kepdaku. Sepertinya saya sedang melihat dengan mataku sendiri sahabat-sahabat Rasulullahsaw. Merekapun menyerupai dalam segala segi.</p>
<p>Saya kembali ke rumah pada hari itu dengan hati yang berbeda. Saya ingin mengikuti jemaat ini. namun kepercayaan pada kenabian Ghulam ahmad menghalangiku utuk melakukan hal itu. Saya mulai berpikir secara mendalam tentang perkara ini dan bertanya pada diriku sendiri. Bagaimnaa bisa seseorang yang menulis tulisan-tulisannya secara sempurna tentang Islam berdusta? Bagaimna bisa seseorang yang pengikut-pengiukutnya dapat mencapai segala kebaikan menjadi salah? Bagaimana seseorang yang di dalam hatinya ada kecintaan sejati kepada Allah dan Rasululllah saw mendakwakan diri sebagai nabi Palsu? Dan untuk pertama kali saya mulai berpikir, hal ini memungkinkan bahwasaanya Mirza Ghulam Ahmad benar dalam pendakwaanya.</p>
<p>Saya kembali kepada Allah mencari petunjuk-Nya pada jalan yang benar. Dan saya menghabiskan malam untuk berpikir serta berdoa dan pada pagi sealanjutnya, kebenaran datang padaku dengan jelas seperti sinar matahari di siang hari. Saya dapat menyaksikan bahwa Allah yang  Maha melihat, Maha Mendengar dan Maha Maha Mengetahui tahu apa yang terjadi di bumi dan dikarenakan Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia tidak mengabaikan hamba-hamba-Nya . Dimasa yang lalu dan sekarang tidak akan menghentikan karunia-Nya ketika kami sangat membutuhkannya. Saya dapat melihat bahwa Rasullullah saw tidak datang mengakhiri keanabian dan menghalangi kepentingan manusia. Akan tetapi beliau datang untuk mempersembahkan hal itu pada para pengikutnya dan mengajar mereka bagaimna untuk memperoleh hal itu. Saya dapat melihat betapa banyak “penyakit” yang sembuh di dunia dalam Ahmadiyah</p>
<p>Hal itu adalah perisai dalam kesesatan orang-orang Muslim yang putus asa, terpisah dan lemah. Allah telah mendirikan sebuah jemaat yang akan menyatukan semua di bawah satu panji, yang akan menimulkan sumber bagi mereka dalam kekuatan. Hal ini akan menolong bagi orang-orang non muslim yang tidak mengetahui tentang kebenaran Islam. Allah taala teah mengirim sebuah jemaat yang mana anggota-anggotanya mampu menghadirkan kebenaran, pemikiran Islam dalam pribadi-pribadi mereka dengan cara mengikuti ajaran-ajaran Islam. Allah telah membangkitkan jemaat yang akan mempertahankan Islam dan untuk membawa kembali keagungan dan kekuasannya. Semua ini tidak lah mungkin tanpa dikirimnya seorang manusia oleh Allah yang dibimbing-Nya untuk menanam benih jemaat ini. Dalam kenyataaannya saya menemukan bahwasannya doa yang telah saya panjatkan dalam dua bulan sebelum Ramadhan ternyata telah dikabulkan oleh Allah Yang Maha Penyayang. Searatus tahun yang lalu dalam wujud Mirza ghulam Ahmad. Dalam diri beliau lah sebagai perwujudan Almasih yang dijanjikan. Adalah merupakan kesesatan pribadiku sendiri dikarenakan tidak mengkuinya. Tetapi Allah Maha sesempura tanpa kesalahan.</p>
<p>Kemudian saya berpikir tentang suamiku dan satu-satunya anak laki-lakiku yang berusia 6 tahun pada waktu itu. Saya juga teringat dengan keluargaku dan teman-temanku di kampung halaman, Mesir. Saya mengetahui bawhwasannya saya mungkin kehilangan mereka dengan menyatakan diri mengikuti kebenran Ahmadiyah. Akan tetapi kebenaran hakiki yang telah Allah karuniakan padaku sebagai manifestasi dari karunia-Nya yang tidak terbatas dan saya merasa dipenuhi dengan rasa syukur dikarenakan saya dapat kehilangan semua orang dan segala sesuatu hanya untuk-Nya.</p>
<p>Allah taala berfirman:</p>
<p>“Katakanlah! jika sekiranya bapak-bapak mu dan anak-aak lelakimu dan istri-istrimu dan kaum keluargamu dan harta benda yang telah kamu hasilkaln dan perniagaaan yang kamu khawatirkan akan kerugiannya dan tempat tinggal yang kamu sukai, kesemuanya ini lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya dan dari berjihad pada jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan putusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang durhaka.” (At-Taubah:24)</p>
<p>dan bagiku tidaklah perlu untuk memilih ataupun memutuskan dikarenakan sudah jelas berjuang di jalan Allah dan rasul-Nya lebih saya cintai dibandingkan segala sesuatu yag ada di bumni ini dikumpulakan.</p>
<p>Saya membaca syarat-sayrat baiat ke dalam Jemaat Ahmadiyah. Bagiku ini adalah sebagai bukti yang lain dari kebenaran jemaat ini. Itulah yang saya inginkan untuk dikerjakan dalam hidupku. Dan dengan tidak menyia-nyiakan waktu saya mengambil bai'at . Pada hari itu saya diberitahu bahwa jalan hidup di Ahmadiyah bukalah ssesuatu yang mudah. Saya malah gembira mendengar hal itu. Saya teringat akan keinginaku dilahirkan di masa Rasululullah saw dengan demikian saya dapat membantunya dalam menyebarkan pesan-pesan kebenaran dan dengannya saya juga dapat berjiahad di jalan Allah. Dan sekarang Allah telah melimpahkan karuia kepadaku satu kesempatan untuk memenuhi keinginanku.</p>
<p>Beberapa hari setelah saya mengambil bai'at, pada hari Idul Adha, itulah pertama kali bagiku untuk melaksanakan shalat di belakang Imam Ahmadiyah. Hal itu jug merupakan pertama kali bagiku menangis panjang dalam shalatku. Saya menangis sebagai rasa syukur kepada Allah atas rahmat-Nya yang begitu agung. Dan Dia telah mengirimkan ke dunia ini serta meunjukkan kebenaran itu kepadaku. Saya juga mengangis memohon ampunan kepada-Nya, dikarenakan saya tidak mengetahui dan mengikuti rasul-Nya sebelum waktu itu. Saya mersa sangat bahagia ketika mendengarkan khutbah yang dapat langsung menyentuh ke dalam hatiku yang sangat dalam. D an untuk pertama kalinya saya dapat menyadari tentang satu hikmah yang benar di balik perayaan Idul Adha yang mana saya telah merayakan beberapa kali sebelumnya. Saya juga baru mengetahui tentang pengorbanan orang-orang Ahmadi dan sejarah syahidnya pertama kali dua orang Ahmadi.</p>
<p>Ini adalah pelajaran pertama kali bagiku dalam Ahamdiyah. Saya sangat t ersentuh dengan apa-apa yang saya dengar. Saya merasa ada suatu keinginan yang kuat untuk ikut serta dalam berkorban untuk jemaat ini. Pada ssaat itu saya berdoa kepada Allah untuk mengizinkanku memperrsebahkan apa-apa yang saya miliki untuk membantu dalam penyiaran pesan-pesan Ahmadiyah ke seluruh pelosok dunia. Kapanpun saya menghadapi berbagai kesulitan atauoun s \aya telah kehilangan sesuatu atau seseorang dalam jalan Allah saya mersaa bahagia karena ini berarti Allah menerima doa-doaku. Sebagai satu bukti yang nyata saya benar-benar kehilangan sesuatu karena apa-apa yang hilang dari ku malah Allah telah memberikan padaku jauh lebih baik sebagai gantinya. Dan saya pada saat ini merasa lebih bahagia daripada sebelumnya. (Alhamdulillah)</p>
<p>saya juga memperlajari berkenaan dengn ajaran penting lainnya. kalau saya berkeinginan untuk sungguh-sungguh bertabligh, pertama-tama saya harus mempraktekkan perihal Islam yang benar dalam jiwaku dikarenakan tidak seorangpun mampu memberikan suesuatu jika di sendiri tidak memilikinya. Oleh karena itu saya mulai mengadakan islah/perbaikan pada diriku sendiri. Saya membaktikan seluruh waktu untuk dapat mengikuti setiap arahan ajaran di dalam buku-buku yang saya baca. Alhamdulillah saya telah membaca banyak buku-buku pada waktu itu yang meliputi 5 volume tafsir Alquran dalam bahasa Inggris, yang memberikan kelaezatan yang tiada taranya pada diriku. Hal itu telah menambah wawasan baru dalam pengetahuanku berkenaan dengan Alquran dan darinya telah membuka satu gerbang baru untuk pemikiran dan pemahamanku. Di Mesir saya telah membaca dan menyimak banyak tafsir berkenaan dengan ayat-ayat Alquran . Namunm saya tidak pernah menemui ini ---5 volume khazanah tafsir Alquran</p>
<p>sampai saat itu saya belum juga dapat bertemu dengan pemimpin/khalifah ahmadiyah. Akan tetapi saya tetap selalu menulis surat kepada nya untuk memohon doa-doa dan saya juga mendengarkan pidato-pidatonya yang sampai kepadaku dalam bentuk kaset.  Dan saya berusaha untuk mengikuti segala perintah -perintahnya dengan seksama. Saya menemukan bahwasannya saya tidak pernah mengenal Dia sekarang. Sebelum itu bagiku Allah adalah satu wujud yang telah menciptakan semua makhluk dan segala sesuatu-Nya di jagat raya ini. Dan Allah telah menyediakan semua kebutuhan dari hamba-hamba-Nya. Kemudian sesudah itu pekerjaan-Nya telah selsesai. Akan tetapi sekarang saya dapat mengetahui bahwa Allah adalah Sang Pemelihara yang Agung yang akan akan tetap selalu mengirimkan rahmat-ramhmat-Nya ke dunia dan Dia akan tetap selalu menyediakan untuk makhluk-Makluknya dengan segala kebutuhan mereka, dan saya dapat mengatakan bahwa Dialah zat pemberi anugerah yang takdir-Nya akan selalu berlangsung dan tidak akan pernah berakhir.</p>
<p>Saya mempunyai pemikiran sebelumnya bahwa Allah adalah satu wujud yang Maha Agung duduk di singgasana yang luhur, menyaksikan segala sesuatu yang terhajadi dalam kerajaan-Nya (jagat raya) dimana makhluk-makhluknya dapat mengirimkan doa-doa kepada-Nya. Akan tetapi mereka tidak diperbolehkan untuk menemui-Nya bahwa sampai mendekati-Nya. Namun sekarang saya dapat memahami bahwa Allah adalah satu wujud yang tidak saja melihat dan mendengar makhluknya. Akan tetapi [Dia ] adalah satu wujud yang selalu berbicara kepada mereka dan menjawab doa-doa mereka. Dia lah satu wujud yang membuka pintu lebar-lebar kepda tiap hamba untuk menemui-Nya. Dia selalu siap untuk membimbing siapapun yang mencari kedekatan-Nya pada satu jalan lurus yang membimbing ke arah-Nya</p>
<p>saya mempunyai kesimpulan sebelumnya bahwa allah adalah satu wujud yang Maha Luhur berada jauh. Akan tetapi saya menemukan bahwasannya Dia juga sebgaai sahabat yang begitu karib meliputi segenap dunia dan berada di sekitar hamba-hamba-Nya. Saya biasanya menanganggap doa-doa hanyalah sebagai satu kewajiban belaka terhadap Allah, Dengn demikian setelah saya selesai berdoa lalu saya terlupa akan Dia. Dia meneruskan kembali tugas-tugas lainnya dalam kehidupanku. Akan tetapi saya menganggap doa-doaku sebagai sarana -sarana yang darinya saya dapat memperoleh kedekataan kepada Allah. Sehingga setelah saya menyampaikan doa-doa, hubunganku dengan-Nya semakin kuat dan dekat. Sekarang saya dapat memahami maksud dan tujuan penciptaan diriku. Dan saya merasakan hal itu hanya dengan cara berzikir kepada Allah dan mematuhi semua perintah-Nya.</p>
<p>Setelah sekitar 9 bulan saya mengambil bai'att, saya dapat menjumpai khalifah Ahmadiyah yang merupakan satu manifesasi yang hidup dari Allah. Itu adalah pengalaman yang sangat berkesan bagiku. Dalam wujudnya saya dapat melihat satu gambaran yang utuh dari Ahmadiyah dan hal itu hasil daripada buah khilafah yang mana Mirza Ghulam Ahmad telah menanamnya.  Saya dapat melihat dalam dirinya penggenapan janji Allah kepda orang-orang yang beriman yaitu menjadikan mereka khalifah-khalifah di dunia. Dan menganugerahkan kepada Islam kemenangan yang nyata.</p>
<p>Semoga Allah selu membantunya dalam setiap perkerjaannya dan memberi keberhasilan dalam setiap usahanya. Saya tidak mendakwahkan bahwa saya sudah menapai akhir perjalananku kepda Allah. Dalam kenyataaannya masuk Ahmadiyah hanyalah sebgai awal dari satu perjalanan yang tiada akhirnya. Akan tetapi dengan caa mengikuti semua ajaran dari Ahmadiyah seseorag dapat meningkatkan danmenembangkan dengan begitu cepatnya ke dalam “shirotol Mustaqiim”. Dan saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah membimbungku padsa satu kebenaran yang bergitu indah. Dan saya berdoa agar setiap orang di dunia ini akan terpelihara dasn terbimbing kepdsa-Nya. Semoga salam dan shalwat atas junjungan kita Muhammad saw yang tealh membawa kita pada satu adama Allah yang sangat indah ini. Dan yang telah mempraktekkan seluruh kandungan isi al-Qur'an satu kitab sempura untuk semua manusia. Semoga kedamaian dan karunia Allah selalu terlimpah atas Masih Mau'ud as yang menghidupkan kembali islam ini untuk kita dengan cara mengikuti jejek langkah junjungannya-Muhammad saw. Dia telah menyebutkan padsa dunia bahwa sampai saat ini pun, setiap orang dapat menikmati satu perjumpaan dengan khaliknya.s aaaatu penggalan tulisannya:</p>
<p>“Surga kita adalah Tuhan kita. Punck kelezatan kita tertletak pada Tuhan kita., sebab kami telahmelihat-Nya dan segala kejuitaaan nampak padsa wujud-Nya. Harta itu patut dimiliki, walaupun untuk memilikiniya herus de3ngan jalan memeprtahankan jiwa. Ratna mutumanikam (intan) itu patut dibeli, sekalipun untuk memperolehnya harus dengan jalan meniadakan segala wujud kita. Wahai orang-orag yang merugi! Bergegaslah lri menuju sumber mata air ini., agar oleh mata air itu dahagamu akandilepaskan. Inilah sumber mata air kehidupan yang bakal menyelamatkan kamu sekalian. Apakah gerakangan yang herus kuperbuat, dan bagaimna kah harus kusampaikan berita ini kepada setiap kalbu manusia? Dengan genderang begaimna jenisnya harus kuumumkan di pusat-pusat keramaian bahwa inilah Tuhanmu, agar orang dapat mendengar? Dengan obat apakah harus kuobati agar jadi terbuka untuk mendengarnya&#62; jika kamu menjadi kepunyaan Tuhan, maka ketahuilah dengan seyakin-yakinya bahwa Tuhan adalah kepunyaanmy sendiri”. (Bahtera Nuh)</p>
<p>Oleh Maha dabbous</p>
<p>Dikutip dari: Darsus no 15, tanggal 18 April 1997</p>
<p>Penterjemah CSNW dan KAK/20/3/1997</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[En karriere-fremmende post; den med de fremmedes indslusning]]></title>
<link>http://danmark.wordpress.com/?p=1389</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:55:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sonia</dc:creator>
<guid>http://danmark.wordpress.com/?p=1389</guid>
<description><![CDATA[Man kan sige en mængde om integrations-minister-posten; det vil vi afgjort ikke. Hvor mon Birthe R]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Man kan sige en mængde om integrations-minister-posten; det vil vi afgjort ikke. Hvor mon Birthe Rønn Hornbeck skal være direktør eller politimester?</p>
<p>Sonia</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiprah Ahmadiyah]]></title>
<link>http://jusman.wordpress.com/?p=28</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:45:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusman</dc:creator>
<guid>http://jusman.wordpress.com/?p=28</guid>
<description><![CDATA[Apa yang diberikan Ahmadiyah kepada dunia Islam dan umat pada hakikatnya adalah kenyataan yang sukar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang diberikan Ahmadiyah kepada dunia Islam dan umat pada hakikatnya adalah kenyataan yang sukar dipungkiri. Orang yang tidak menyenangi Ahmadiyah dan pendirinya selayaknya tidak menutup mata terhadap usaha dan amal Ahmadiyah di semua bidang. Mungkin akan dikatakan sepihak jika kami kemukankan pendapat Ahmadiyah sendiri tentang apa-apa jasa Ahmadiyah keada dunia Islam. Untuk itu berikut ini kami langsung ke persoalan pokok dengan menurunkan beberapa komentar para tokoh agama dan komentar dari berbagai surat kabar mengenai sepak terjang Ahmadiyah.</p>
<p><!--more--></p>
<p>1. Dr.H. Abdul Karim Amrullah alias Haji Rasul (ayah Dr.Hamka) menulis:</p>
<p>“Di atas nama Islam dan kaum Muslimin sedunia, kita sangat memuji kepada pergerakannya Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani masuk agama Islam di tanah Hindustan dan di lain-lain tempat…” (Al-Qaulus Shahih, hal.149, Bukittinggi 1926).1</p>
<p>2. Zainuddin Labbai menulis di dalam majalah Al-Munir, 23 Desember 1923:</p>
<p>“Tentang kaum Ahmadiyah pintar mengembangkan Islam dan pintar menarik orang-orang Kristen ke dalam. Maka terlebih dahulu kita memuji setinggi-tingginya karena mereka itu sangat berjasa di dalam Islam…”</p>
<p>3. Dalam Almanak Muhammadiyah dikatakan:</p>
<p>“Muballigh-muballigh Ahmadiyah yang telah bermukim di Barat sangat gencar mengembangkan agama Islam dan meratakan pengajarannya, begitulah berangsur-angsur terus menerus yang datang pada kemudiannya, hingga di antara para muballigh itu ada yang menuju pusatnya kaum Kristen di tanah Roma, Italia hendak di-Islamkannya…”(Almanak Muhammadiyah, hal.42 tahun 1347 Hijriyah).</p>
<p>4. Prof.Dr.Hamka, (ketua MUI pertama) dalam bukunya “Pelajaran Agama Islam” cetakan pertama halaman 199 menulis:</p>
<p>“Adapun kaum Ahmadiyah dan usahanya melebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka menafsirkan Alquran ke dalam bahasa-bahasa yang hidup di Eropa. Padahal zaman seratus tahun yang telah lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Alquran. Pentafsiran Alquran dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang menginginkan kebangkitan Islam ajaran Muhammad kembali buat memperdalam riset-nya tentang Islam”.</p>
<p>5. Haji Agus Salim dan Cokroaminoto dalam pandangannya mengenai tafsir Ahmadiyah:</p>
<p>“Kongres Serikat Islam 26-29 Januari 1928 di Yogyakarta memperingati hari S.I. 15 tahun. Di kongres itu dibicarakan juga tafsir Alquran yang sedang dikerjakan oleh Cokroaminoto. Dari penerbitan-penerbitan yang pertama, ternyata tafsir itu didasarkan atas tafsir Ahmadiyah. Lantaran ini timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Mereka saling menerangkan bahwa dari segala jenis tafsir Alquran, yaitu dari kaum kuno, kaum Mu’tazilah ahli sufi dan golongan modern, ternyata tafsir Ahmadiyah lah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar.” (Mr.A.K.Pringgodigdo,Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, 1946, cet.V, hal.47, Pustaka Rakyat).</p>
<p>6. Tokoh Proklamator  sekaligus Presiden Pertama RI, Ir.Soekarno dalam bukunya “Di bawah Bendera Revolusi” menulis tentang Ahmadiyah, yaitu:</p>
<p>“Adalah besar pengaruhnya, juga di luar India. Ia bercabang dimana-mana, ia menyebarkan banyak perpustakaannya ke mana-mana, sampai di Eropa dan Amerika orang baca ia punya buku-buku, sampai disana ia sebarkan punya propagandis-propagandis. Corak ia punya system ialah mempropagandakan Islam dengan cara apologetis, yakni mempropagandakan Islam dengan mempertahankan Islam itu terhadap serangan-serangan dunia Nasrani; mempropagandakan Islam dengan membuktikan kebenaran Islam di hadapan kritikan dunia Nasrani. Ya.. Ahmadiyah adalah salah satu faktor penting pula di dalam pembaharuan pengertian Islam di India. Dan satu faktor penting pula di dalam mempropagandakan Islam di benua Eropa khususnya, di kalangan kaum intelektuil seluruh dunia umumnya. Buat jasa ini, cacat-cacatnya tidak saya bicarakan disini, ia pantas menerima salut penghormatan dan pantas menerima terima kasih. Salut penghormatan dan terima kasih itu, marilah kita ucapkan kepadanya disini dengan cara yang tulus dan ikhlas” (hal.388-389, jilid I, cet.4).</p>
<p>7. H. Rosihan Anwar, Kolumnis Senior Indonesia mengatakan:</p>
<p>“…ketika saya tanyakan apa agama rakyat Gambia, maka dijawabnya, bagian terbesar Islam. Dan tanpa ditanya, Jones meneruskan bahwa Islam di negerinya sangat ortodoks, tidak membantu kepada kemajuan negeri. Rakyat amat membutuhkan sekolah-sekolah dan pendidikan, tetapi kepala-kepala kabilah lebih suka melihat rakyat tetap bodoh daripada disuruh bersekolah. “Coba kalau Ahmadiyah boleh masuk dan bergerak di Gambia seperti halnya di Afrika Timur, kan pendidikan bisa dimajukan oleh Ahmadiyah”, ujar Jones pula, ia sendiri beragama Kristen…”(Pedoman, 30 Juli 1960).</p>
<p>8. Prof. Dr. Hasbullah Bakry, Guru Besar Hukum Islam dan Perbandingan Agama; Dosen di beberapa Perguruan Tinggi mengatakan:</p>
<p>“Akhirul Kalam kami berpendapat Ghulam Ahmad adalah ulama besar seperti ulama besar lainnya sedangkan pengikutnya adalah umat Islam tanpa perlu diragukan Islamnya dan salah besar mereka yang menganggap kafir. Semoga Allah SWT menguatkan selanjutnya pendapat kami ini dengan menggerakkan para ulama lainnya membelanya, amin”.(Pedoman Islam di Indonesia, hal.441, cet.5, Penerbit Universitas Indonesia Press, 1990).</p>
<p>9. Amin Rais</p>
<p>“Ahmadiyah bukan gerakan politik. Bebrapa stasiun televisi mereka di Eropa bicara tentang ajaran Islam, akhlak dan ekonomi. Di Pakistan mereka tetap eksis. Mereka naik haji ke Mekkah dan Madinah, juga tetap shalat 5 waktu. Bahakan setahu saya, banyak jenderal angkatan laut, darat  dan udara di Pakistan orang Ahmadiyah. Bahkan pemenang nobel Fisika, Dr. Abdusslam, juga orang Ahmadiyah.  Jadi mereka itu     sekumpulan orang intelektual. Bahkan kalau  mau jujur, yang menyiarkan agama Islam di     Eropa, ya, orang-orang Ahmadiyah lewat stsiun televisi dan stasiun radio.   (Majalh tempo, 28     April 2008)</p>
<p>10. Wartawan kenamaan dan pendiri surat kabar Zamindar di kota Lahore bernama Munsyi Sirajuddin menulis:</p>
<p>“Sesudah melihat langsung Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as., Masih Mau’ud, kami dapat menyatakan beliau di masa mudanya adalah manusia yang saleh dan muttaki. Seluruh waktu dihabiskannya untuk mempelajari agama Islam. Di waktu itu beliau jarang tampil di muka umum, pada tahun 1877 kami mendapat kesempatan menjadi  tamu beliau di Qadian selama satu malam. Pada hari-hari itu, beliau begitu sibuk dalam beribadah dan berdoa, sedikit sekali beliau bercakap-cakap dengan tamu-tamunya.”(Harian Zamindar, Mei 1908).</p>
<p>11. Khawajah Hasan Nizami dalam bukunya Musliman Maharana menulis:</p>
<p>“Sekalipun aku tidak seakidah dengan Jemaat Qadiani dan tidak pula ada hasrat dalam hatiku untuk bergabung dengan Jemaat Qadiani ini, akan tetapi aku membenarkan bahwa Jemaat Qadiani sangat sukses dalam menghadapi lawan-lawan Islam dan untuk ini mereka bekerja dengan penuh semangat.”(Dikutip dari harian Al Fazal, 31 Mei 1927).</p>
<p>12. Maulana Abdul Halim, Lucknow, India; redaktur Dilgudaz mengutarakan:</p>
<p>“Sekarang sedang berlangsung perdebatan antara golongan Ahmadiyah dengan golongan Baha'i, keduanya saling mengemukakan argumentasinya. Tetapi perbedaan pokok antara keduanya ialah bahwa Ahmadiyah berpijak atas asas syariat Islam yang kongkrit dan kuat. Dan berasalkan dengan asas Islam it uterus melancarkan tabligh dan berpropaganda tentang Islam. Akan tetapi mazhab Bahayi menyatakan syariat Islam itu suatu agama yang sudah mansukh (tidak berlaku) dan tidak wajib untuk diikuti. Tegasnya ialah bahiyat datang untuk menghapuskan Islam dan Ahmadiyah datang untuk memperkuat Islam. Walaupun ada beberapa perbedaan, golongan Ahmadiyah tetap memperjuangkan kebenaran Islam dengan penuh antusias dan hal demikian tidak terdapat pada orang-orang Islam lainnya.”(Majalah Dilgudaz, Lucknow, Juni 1926).</p>
<p>13. Muhammad Akaram M.A. Ahli sejarah dan sastrawan menulis di Maud-i Kauthar:</p>
<p>“Pengaruh jemaat Ahmadiyah memang jauh sekali. Ini disebabkan kepercayaan pendiri jemaat     Ahmadiyah dan pengikutnya, bahwa jihad dengan pedang bukan masanya sekarang. Yang diperlukan adalah jihad dengan pena, jihad dengan lisan dan tulisan. Pendirian mereka ini tidak     sejalan dengan pendirian umat Islam lainnya, tetapi hakikat yang nyata adalah kemampuan jihad dengan pedang tidak ada pada Ahmadiyah, dan tidak pula terdapat pada umat Islam lainnya. Karena kepercayaan umum umat Islam terhadap jihad harus dengan pedang maka akhirnya jihad 'am dan d'awah pun tidak dilakukan. Orang Ahmadiyah yang mengakui jihad dengan dakwah, mereka melakukannya dengan anggapan suatu kewajiban. Disini mereka berhasil dan sukses”.</p>
<p>14. Maulana Zafar Ali Khan, redaktur harian Zamindar, Lahore, menyatakan:</p>
<p>“Kami ingin bertanya kepada orang-orang Islam bahwa untuk mengembangkan agama Islam yang suci ini usaha apa yang mereka lakukan untuk Islam? Di Hindustan bermukim 70 juta orang Islam. Apakah ada dari antara mereka suatu misi tabligh yang melancarkan pertablighan di Negara-negara Barat. Mencaci maki orang-orang Ahmadiyah sambil duduk di rumah adalah hal yang gampang. Tidak ada yang dapat membantah bahwa inilah satu-satunya Jemaat yang telah sanggup mengirimkan muballigh-muballigh ke Inggris dan Negara-negara Barat lainnya. Tidakkah nadwatul Ulama, Deobandi dan pusat-pusat ilmu pengetahuan dan agama, bisa mengambil bagian dalam menyebarkan tabligh Islam?”(Harian Zamindar, Lahore, Desember 1926).</p>
<p>15. Syekh Muhibbudin Al-Khatib, seorang ulama dan pujangga dari Mesir mengatakan: yang sangant membantah Ahmsdiyah belian melulis dalam surat kabar “Alfatah , 20 Jumadil -Kahir 1351 H No 315 sebagai berikut:</p>
<p>“Setelah saya perhatikan maka nyatalah bahwa gerakan Jemaat Ahmadiyah itu sungguh dahsyat. Mereka telah menggemakan suaranya dan mengangkat penanya dalam dalam berbagai bahasa dunia, melancarkan dakwahnya dengan potensi pengorbanan harta benda yang dibelanjakan untuk dakwah di Timur dan di Barat, di tengah segala bangsa. Mereka telah menyusun barisan untuk melancarkan serangan hebat, memperteguh kedudukannya lalu mendirikan pusat-pusat dakwahnya di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika yang serupa dengan organisasi-organisasi Kristen di bidang ilmu dan pengetahuan serta kegiatan. Namun dilihat dari segi pengaruh dan hasilnya, maka mereka tidak dapat disamakan dengan orang-orang Kristen karena orang-orang Ahmadiyah itu lebih hebat kemenangannya. Di tangan mereka adalah hakikat-hakikat Islam dan mereka kuasai hikmahnya… barangsiapa memperhatikan kegiatan orang Ahmadiyah yang mendahsyatkan itu dan memberi penilaian yang jujur, maka tak dapat tidak, dia akan takjub dan kagum karena akan melihat kegiatan hebat itu dilakukan oleh satu golongan kecil ini ternyata melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh ratusan jiwa kaum Muslim lainnya. Apakah tidak wajib atas kaum Muslimin dalam keadaan seperti ini untuk berusaha mensucikan pikiran orang-orang Eropa dan Amerika dari segala kepercayaan bathil yang mereka anut terhadap nabi mereka? Sesungguhnya, memang kewajiban pemimpin kaum Muslimin-lah dan alim-ulamanya; kewajiban orang-orang kayanya dan miskinnya juga. Namun siapakah kiranya yang tampil ke muka untuk membasmi kepercayaan itu? Tak seorangpun di antara orang-orang Islam selain orang-orang Ahmadiyah saja. Merekalah yang membelanjakan harta bendanya, membelanjakan jiwanya untuk itu. Sekiranya pemimpin lain berteriak-teriak sampai parau dan garau suaranya dan menulis sampai hancur pena-penanya, niscaya mereka tidak akan sanggup mengumpulkan uang dan orang di seluruh negeri Islam, sepersepuluh yang dilakukan oleh golongan kecil ini…”(Al-Fath, No.315, Jumadil Akhir 1315 H).</p>
<p>16. Allamah Niyaz Fatehpuri, redaktur Majalh Nigar, di Lucknow-India</p>
<p>“Pada mulanya saya tidak punya pandangan baik tentang Ahmadiyah. Tetapi setelah saya pelajari langsung perihidup pembinanya, saya renungkan ajaran-ajaran dan organisasinya, maka tidak dapat tidak saya harus mengkui bahwa pada masa kini hanya jemaat Ahmadiyahlah satu-satunya jemaat yang memahami satu masalah pokok yaitu iman yang benar yang bukan sekedar ikrar lisan melainkan ikrar dalam bentuk amal dan perbuatan yang merubah pola dan mental berpikir dan menggerakkan orang-orang Islam ke jalan yang digariskan oleh pendirinya, Muhammad saw. Untuk itu tidak perlu kita mencari-cari alasan -alasan logika. Coba saja kalian renungkan, betapa nyatanya perbedaaan antara kehidupan yang kalian jalani dengan kehidupan yang dijalani oleh orang-orang Ahmadiyah Disisi lain nama”kehidupan” adalah perpecahan-perpecahan dalam kehidupan individu, sedang pada Ahmadiyah 'kehidupan' itu berarti perpaduan yang kokoh dan terorganisir. Kemasyarakatan di kalian adalah individu-individu yang bergelintiran yang sudah menjadi “habal manstsuran (debu betaburan), sedang Ahmadiyah mencerminkan perpaduan kokoh dan berpegang teguh “habbal matien” (satu tali yang kuat). Kesatuan kalian telah terpecah-pecah dan kucar-kacir sedang Ahmadiyah mengumpulkan kepingan-kepngan dan pecahan-pecahan itu untuk diutuhkan kembali. Tata pergaulan dan kehidupan orang-orang Ahmadiyah yang amat sederhana, keikhlasan dan kesungguhan berkorban, menghormati janji dan melaksanakan hukum syariat, lebih dari itu ketabahan (istiqomah) orang-orang Ahmadiyah atas nama mereka membangun mahligai kesautan dalam masayarakat” (Nigar, lucknow, November 1959)</p>
<p>17. Dalam Encyclopedia Brittanica tertulis:</p>
<p>“Jemaat Ahmadiyah adalah suatu organisasi tabligh yang luas, bukan di Hindustan saja bahkan juga di Afrika Barat, Mauritius dan di Pulau Jawa. Selain itu di Berlin, Chicago dan London telah berdiri missi tablighnya. Muballigh-muballigh mereka berusaha keras supaya orang-orang Barat masuk Islam dan mereka berhasil. Literature-literatur mereka yang bernafaskan Islam cukup menarik perhatian kaum terpelajar. Cara ini bukan saja menarik orang-orang non-Muslim tetapi juga pelajaran-pelajaran ini menjadi daya tarik bagi kaum Muslim terutama yang telah berpaling dari agama atau yang telah hanyut dalam arus pemikiran-pemikiran belaka.” (Encyclopedia Brittanica, jilid 12, hal.711).</p>
<p>18. Mingguan Life , Amerika, 9 Mei 1955 menulis:</p>
<p>“Belum selang beberapa lama umat Islam masih belum punya suatu gerakan teratur dan terorganisisr baik di bidang dakwah ...akakn tetapi sekarang kita jumpai tand  nyata padsa mereka dengan perhatiannya terhdsap teknik dakwah misi-misi Kristen...golngan Islam yang paling kuat, paling dinasmis dna hidup diantara semua orang Islam adaslah golongan Ahmadiyah yag berpusat di Paksitan yag memiliki pusat-pusat dakwah di seluruh Eropa, Afrika dan Timur Jauh...di beberapa daerah dimana missionnary-missionary Kristen dan mubaligh-mubaligh Islam Ahmadiyah berlomba-lomba dalam dakwah , maka hasil yang dia capai ialah, apabila seorang berhasil dimsukkan ke dlaam Kristen, maka sepuluh orang lain msaukagama Islam (Ahmadiyah)  (Majaldh “life” terbit di Amerika dengan oplah 555 juta eksemplar dibaca oleh berbagai bangsa dan agama di dunia.</p>
<p>19. Edische Courant,  Belanda, dalam edisinya 11 oktober 1968, menulis bahwa:</p>
<p>“Menanggapi sepak terjang jemaat Ahmadiyah sebagai suatu hal yang remeh atau biasa saja adalah suatu sikap yang keliru, karena Jemaat Ahmadiyah mempunyai suatu rencana yang luas dan besar sekali prospeknya. Dikatakannya pula bahwa jikalau Eropa tidak bersatu padu menghadapi Islam yang dibawa oleh Ahmadiyah, niscaya air pasang yang mengancam akan melanda negeri-negeri eropa itu, tidak akan dapat dicegah lagi.</p>
<p>20. Het Parol , 30 Maret 1962 menulis dengan judul yang besar : “Kemajuan Agama-agama Timur, Agama Kristen Diserbu.</p>
<p>Dalam artikel tersebut secara panjang lebar dikatakan, bahwa jemaat Ahmadiyah dengan gigih sekali bekerja di Eropa menyebarkan agama Islam. Diaktakan oleh penulis bahwa pergerakan ini mulai bangkit pada akhir abad yang lalu, akan tetapi dalam waktu yang tidak begitu lama, jemaat ini sudah menginjakkan kakinya di Eropa. Misinya sekarang giat sekali bekerja. Mereka mendirikan sebuah mesjid di Kota Den Haag, yang bertindak sebagai pusat perjuangannya. Dan di beberapa negeri lainnya di Eropa mereka pun sudah mendirikan mesjid-mesjid. Itulah cara mereka memperjuangkan dan menyebarkan Islam di Barat.</p>
<p>21. Majalah World Christian Digest,  edisi bulan juni 1961 manulis:</p>
<p>“Pada hari ketika saya tinggalkan hari itu telah tiba disana misionaris-missionaris medis Islam (dokter-dokter Ahmadiyah). Berita kedatangannya mendapat tempat yang sedikit saja di halaman surat kabar-surat kabar setempat. Sepanjang yang saya ketahui tidak seorang pun diantara pemimpin-pemimpin Gereja yang mengindahkannya. Tetapi untuk saya hal ini merupakan pertanda lagi tentang kebangkaitan Islam kembali, sekalipun merupakan pernyataan terhadap dorongan-dorongan kegiatan dakwah Islam yang caranya menyamai cara-cara misi-misi Kristen. Misi kedokteran Islam? Tampaknya ini meruipakan cara yang disegaja dilakukan oleh jemaat Ahmadiyah. Jemaat yang merupakan ujung tombak infiltrasi-infiltrasi Islam di Afrika Barat.”</p>
<p>22. Harian Hindustan Times, Calcutta, 25 dessenber 1951 menulis:</p>
<p>“Jemaat Ahmadiyah merupakan Jemat universal karena cabangn-cabagnya kita dapati di Asian, Afrika, Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Utara, Australia dan sebaginya...kepercayaan orang Ahmadiyah ialah bahwa semua agama yang mengaku dari Tuhan dan hidup di dunia sejak lama, tentu adalah agama dari Tuhan. Sekalipun begitu, tidak terlepas kemungkinan karena peredaran masa yang panjang, maka di dalam agama dan ajarannya itu terjadi perubahan dan menyebabkan kelemahan pada kekuatan rohaninya. Orang Ahmadiyah menganggap tidak benar penggunaan kekerasan dalam urusan keagamaaan. Meurut mereka, Tuhan memberikan kebebasan -pada hati nurani manusia dan ini adalah pendirian pokok agama.</p>
<p>Dari pengertian politik, pendirian jemaat Ahmadiyah adalah, dimana orang Ahmadiyah tinggal dan berada di situ dia harus hidup sebagai warga negara/masayarakat yang jujur dan setia kepada peraturan dan undang-undang yang berlaku. Setia dan loyal kepada pemerintah tanpa pamrih. Pendirian mereka ini dianggap pokok dan bagian dari kepercayaan. Orang Ahmadiyah menurut keyakinan, mutlak patuh dan kerjasama dengan pihak penguasaa dari pemerintah yang ada. Mereka juga tidak membenarkan mengambil bagian dalam pem berontakan, bahkan dalam pemogokan, non kooperatif dan semua gerakan yang ilegal, bagi mereka terlarang keras”.</p>
<p>23. Surat Kabar berkala Haagsche Post tgl 17 agustus 1963:</p>
<p>“Tradisi lama dari orang barat ialah mengutus rohaniawan atau pendeta-pendeta ke Timur untuk menyemaikan kepercayaan agama Kristen. Akan tetapi setelah perang duia II  keadaan berbalik. Sekarang missionaris Islam dari Timur datang ke negeri-negeri Barat untuk menyebarkan agamanya. Dan Jemaat Ahmadiyah adalah satu Jemaat yang tampil paling terkemuka dalam hubungan dengan rencana itu”.</p>
<p>24. Niewu Haagsche Courant yang diterbitkan pihak Katolik, wartawannya menyebutkan;</p>
<p>“Dari sejarah diketahui bahwa orang Islam di masa lalu sudah datang dua kali ke Benua Eropa. Pertama kali pada abad ke-8 dan yang kedua kali pada aabad ke-15. Keduanya mereka masuk dengan alat senjata dan kekuatan fisik dan dihadapi dengan kekuatan juga. Serangan seperti itu dengan mudah dapat dihentikan. Akan tetapi masuknya Islam pada zaman sekarang ini dengan senjata yang sangat halus dan ampuh. Mereka kali ini tidak dihadapi dengan tentara bersenjata, akan tetapi dihdapai oleh pemuda-pemuda Kristen yang hatinya kosong dari keimanan dan kepecayaannya sudah lama luntur”.</p>
<p>25. Kristligh Dagblad Copenhagen, 15 desember 1958:</p>
<p>“Kami sungguh berkepentingan untuk mengikuti  apa hasil yang akan dicapai oleh serbuan yang dilakukan oleh Islam terhadap Skandinavia. Nampaknya memang tidak diragukan lagi, bahwa orang-orang Ahmadiyah akan meraih sukses. Dibanding dengan orang Islam biasa, orang Ahmadiyah lebih serius. Mengenai masalah jihad, mereka tidak sepaham dengan orang-orang Islam umum yang mengatakan bahwa jihad itu adalah mengangkat pedang. Menurut Ahmadiyah, ayat Alquran yang mengatakan 'tidak ada paksaan dalam agama' daslah tegas dan menentukan...”</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bercermin Dengan Aib Sendiri]]></title>
<link>http://d4rm4n4.wordpress.com/?p=103</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:41:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>d4rm4n4</dc:creator>
<guid>http://d4rm4n4.wordpress.com/?p=103</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>"Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya." (Al-Bukhari)</p>
<p>Indahnya nikmat keimanan. Hati yang semula gelap menjadi terang. Bahaya dan penyakit di sekitar diri yang sebelumnya tertutupi, bisa terlihat jelas. Kian tampak mana yang baik, dan yang buruk. Dalam hal apa pun. Termasuk, dalam pergaulan dan persaudaraan Islam.</p>
<p>Tak ada manusia yang serba sempurna</p>
<p>Saat ini tak ada manusia yang sempurna dalam segala hal. Selalu saja ada kekurangan. Boleh jadi ada yang bagus dalam rupa, tapi ada kekurangan dalam gaya bicara. Bagus dalam penguasaan ilmu, tapi tidak mampu menguasai emosi kalau ada singgungan. Kuat di satu sisi, tapi rentan di sudut yang lain.   <!--more--></p>
<p>Dari situlah seorang mukmin mesti cermat mengukur timbangan penilaian terhadap seseorang. Apa kekurangan dan kesalahannya. Kenapa bisa begitu. Dan seterusnya. Seperti apa pun orang yang sedang dinilai, keadilan tak boleh dilupakan. Walaupun terhadap orang yang tidak disukai. Yakinlah kalau di balik keburukan sifat seorang mukmin, pasti ada kebaikan di sisi yang lain. Tidak boleh main 'pukul rata': "Ah, orang seperti itu memang tidak pernah baik!"</p>
<p>Allah swt. meminta orang-orang beriman agar senantiasa bersikap adil. Firman-Nya dalam surah Al-Maidah ayat 8, "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah; menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."</p>
<p>Dari timbangan yang adil itulah, penilaian jadi proporsional. Tidak serta-merta mencap bahwa orang itu pasti salah. Mungkin, ada sebab yang membuat ia lalai, lengah, dan kehilangan kendali. Bahkan boleh jadi, jika pada posisi dan situasi yang sama, kita pun tidak lebih bagus dari orang yang kita nilai.</p>
<p>Kekurangan diri seorang mukmin merupakan ujian mukmin yang lain</p>
<p>Sesama mukmin seperti satu tubuh. Ada keterkaitan yang begitu kuat. Sakit di salah satu bagian tubuh, berarti sakit pula di bagian yang lain. Cela pada diri seorang mukmin, berarti cela pula buat mukmin yang lain.</p>
<p>Setidaknya, ada dua ujian buat seorang mukmin ketika saudaranya tersangkut aib. Pertama, kesabaran untuk menanggung keburukan secara bersama. Siapa lagi yang layak memberi kritik dan arahan kalau bukan saudara sesama mukmin. Karena dialah yang lebih paham seperti apa daya tahan keimanan saudaranya sesama mukmin. Sabar untuk senantiasa menegur, mendekati, dan memberi solusi.</p>
<p>Kedua, kesabaran untuk tidak mengabarkan keburukan saudaranya kepada orang lain. Ini memang sulit. Karena lidah kerap usil. Selalu saja tergelitik untuk menyampaikan isu-isu baru yang menarik. Tapi sayangnya, sesuatu yang menarik buat orang lain kadang buruk buat objek yang dibicarakan. Di situlah ujian seorang mukmin untuk mampu memilih dan memilah. Mana yang perlu dikabarkan, dan mana yang tidak.</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain." (Al-Bukhari). Tataplah kekurangan diri sebelum menilai kekurangan orang lain. Ego manusia selalu mengatakan kalau 'sayalah yang selalu baik. Dan yang lain buruk'. Dominasi ego seperti inilah yang kerap membuat timbangan penilaian jadi tidak adil. Kesalahan dan kekurangan orang lain begitu jelas, tapi kekurangan diri tak pernah terlihat. Padahal, kalau saja bukan karena anugerah Allah berupa tertutupnya aib diri, tentu orang lain pun akan secara jelas menemukan aib kita.</p>
<p>Sebelum memberi reaksi terhadap aib orang lain, lihatlah secara jernih seperti apa mutu diri sendiri. Lebih baikkah? Atau, jangan-jangan lebih buruk. Dari situlah ucapan syukur dan istighfar mengalir dari hati yang paling dalam. Syukur kalau diri ternyata lebih baik. Dan istighfar jika terlihat bahwa diri sendiri lebih buruk.</p>
<p>Tatap aib saudara mukmin lain dengan pandangan baik sangka. Mungkin ia terpaksa. Mungkin itulah pilihan buruk dari sekian yang terburuk. Mungkin langkah dia jauh lebih baik dari kita, jika berada pada situasi dan kondisi yang sama.</p>
<p>Membuka aib seorang mukmin berarti memperlihatkan aib sendiri</p>
<p>Seorang mukmin dengan mukmin lainnya adalah bersaudara. Sebuah persaudaraan yang jauh lebih sakral ketimbang satu ayah dan satu ibu. Karena Allah sendiri yang menyatakan kekuatan persaudaraan itu: "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara…." (Al-Hujurat: 10)</p>
<p>Ketika seorang mukmin membuka dan menyebarkan aib saudaranya, ada dua kesalahan yang dilakukan sekaligus. Pertama, ada citra keagungan orang-orang beriman yang terkotori. Dan reaksi yang muncul memojokkan umat Islam, "Yah, sama saja. Keimanan tidak bisa jadi jaminan!" Dan seterusnya.</p>
<p>Kedua, orang yang gemar menyebarkan aib saudaranya, sebenarnya tanpa sadar sedang memperlihatkan jati dirinya yang asli. Antara lain, tidak bisa memegang rahasia, lemah kesetiakawanan, dan penyebar berita bohong. Semakin banyak aib yang ia sebarkan, kian jelas keburukan diri si penyebar.</p>
<p>Benar apa yang dinasihatkan Rasulullah saw. bahwa diam adalah pilihan terbaik ketika tidak ada bahan ucapan yang baik. Simpanlah aib seorang teman dan saudara sesama mukmin, karena dengan begitu; kelak, Allah swt., akan menutup aib kita di hadapan manusia.</p>
<p><a href="http://www.dakwatuna.com/2008/bercermin-dengan-aib-sendiri/" target="_blank">http://www.dakwatuna.com/2008/bercermin-dengan-aib-sendiri/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Gift...]]></title>
<link>http://afriendforyou.wordpress.com/2008/05/15/the-gift/</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:33:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>am</dc:creator>
<guid>http://afriendforyou.wordpress.com/2008/05/15/the-gift/</guid>
<description><![CDATA[
A nice Story&#8230;
Whenever they reaped their first harvest, they brought early, fresh fruits to t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://afriendforyou.wordpress.com/files/2008/05/1600flowers_1006.jpg"><img class="size-medium wp-image-71 aligncenter" src="http://afriendforyou.wordpress.com/files/2008/05/1600flowers_1006.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h2>A nice Story...</h2>
<blockquote><p>Whenever they reaped their first harvest, they brought early, fresh fruits to the Prophet, peace be upon him. Then he would distribute them among those who sat around him. This morning, a poor man brought one fruit from his small farm and gave it to the Prophet, peace be upon him.</p>
<p>He accepted the gift, tasted it and then went on eating it alone while the companions watched. One of those present meekly said: O Prophet of Allah, you have over looked the right of those who watch while you eat?</p>
<p>The Prophet, peace be upon him, smiled and waited till the man who had brought the fruit had gone. He said:<br />
<span style="color:#003300;"><strong>I tasted the fruit and it was not yet ripe. Had I allowed you to have some of it, someone would have definitely shown his distaste, thus dissapointing the poor man who had brought the gift. Rather than make him feel bitter, my palate accepted the bitterness.</strong></span><br />
<a href="http://al-islam.org/masoom/wisdom/utg1.html" target="_blank">source</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ahmadinejad: Israel Is Doomed]]></title>
<link>http://tonguesoffire.wordpress.com/?p=2073</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:19:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>tonguesoffire</dc:creator>
<guid>http://tonguesoffire.wordpress.com/?p=2073</guid>
<description><![CDATA[Iranian President Mahmoud Ahmadinejad said Wednesday that Israel is dying and that its 60th annivers]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Iranian President Mahmoud Ahmadinejad said Wednesday that Israel is dying and that its 60th anniversary celebrations are an attempt to prevent its "annihilation."</p>
<p>Read more here:<a href="http://www.foxnews.com/story/0,2933,355599,00.html">Fox news</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SAAT TEPAT MENENTUKAN ARAH KIBLAT]]></title>
<link>http://vandha.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:17:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>vandha</dc:creator>
<guid>http://vandha.wordpress.com/?p=8</guid>
<description><![CDATA[Bagi umat Islam mengetahui letak/po