<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>zahid &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/zahid/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "zahid"</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 17:48:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[main sama andre raihan irfan dan farel]]></title>
<link>http://dillazahinazi.wordpress.com/?p=26</link>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 07:09:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adilla nurul ilma</dc:creator>
<guid>http://dillazahinazi.hi.wordpress.com/2008/09/16/main-sama-andre-raihan-irfan-dan-farel/</guid>
<description><![CDATA[tadi siang aku senan karena bermain sama andre raihan irfan dan farel terus aku main ke rumahnya irf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>tadi siang aku senan karena bermain sama andre raihan irfan dan farel terus aku main ke rumahnya irfan disana aku main game sama andre irfan riahan dan farel terus aku juga main-main banyak tapi aku sekarang gak suka main pees dulunya cuma kakakku yang main sama sekarang tapi mainnya harfes moon yang ada perinya</p>
<p>terus aku sama ande sama irfan sama reihan sama farel main main yang lainnya aku sangat senang abis itu aku kecapekan abis itu puasaku batal gara-gara minum air putih terus kulanjutin abis itu aku main-main plastisin dan lilin play dogh abis itu aku pergi pulang kerumah ini aku yang post (zahid)</p>
<p>terus pas pulang aku nunggu buka puasa tapi karena udah minum tadi aku jadi sabar besok aku mau beli play dog yang lain sama lilin sama pisau naruto sama kartunya terus kekelas kakakk aku dila terus pulang nya naik bus gak dijemput lagi</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zaid Hamid]]></title>
<link>http://daudahmed.wordpress.com/?p=138</link>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 07:35:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Daud Ahmed</dc:creator>
<guid>http://daudahmed.hi.wordpress.com/2008/09/15/zahid-hamid/</guid>
<description><![CDATA[Excerpt from Nadeem F. Pracha&#8217;s latest column on Chowk. I like the part about Zaid Hamid. You ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Excerpt from Nadeem F. Pracha's latest column on <a href="http://www.chowk.com">Chowk</a>. I like the part about Zaid Hamid. You know that conspiracy theorist mullah that comes on TV. A pretty accurate description if I say so myself.</p>
<blockquote><p>Sometimes the moderates try to get into an intellectual discourse with the fanatics, optimistically believing the fanatics would realize their folly.</p>
<p>It won't work. Fanaticism is one of the most prominent expressions of an irrational mind. The religious fanatic's mental make-up is quite like that of a deeply embedded cult member's. It is like a brain maliciously washed clean and bearing no capability whatsoever for rational thought.</p>
<p>The result: The emergence of warped, drawn-out "lecturers" on the TV screens pretending to offer a constructive debate on religion. Men like Zahid Hamid are classic examples. Just as most talk-show hosts slip up to become media manifestations of bigoted obscurantist elements and so-called jihadies, this gentleman becomes the acceptable and "scholarly" face of what is quite clearly an ideology that has given Pakistan nothing but heartache. He bag's his following by offering that age-old excuse: Whatever that is happening in the name of Islam, is not your/our/Muslim's fault. It is the fault of Americans/Indians/Zionists. In fact Mr. Zahid will slash, distort and convolute his way across "politics" and "economics" as well to prove the point.</p></blockquote>
<p>See full article here: <a href="http://www.chowk.com/articles/14632">http://www.chowk.com/articles/14632</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tingkatan Zuhud Dihubungkan dengan Hal yang Disukai]]></title>
<link>http://thenafi.wordpress.com/?p=73</link>
<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 08:01:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>thenafi</dc:creator>
<guid>http://thenafi.hi.wordpress.com/2008/09/13/tingkatan-zuhud-dihubungkan-dengan-hal-yang-disukai/</guid>
<description><![CDATA[TINGKATAN ZUHUD DIHUBUNGKAN DENGAN HAL YANG DISUKAI
 
 
Disarikan dari Pengajian Tasawuf yang disamp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;" lang="DE">TINGKATAN ZUHUD DIHUBUNGKAN DENGAN HAL YANG DISUKAI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="DE"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span lang="DE">Disarikan dari Pengajian Tasawuf yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. pada tanggal 13 Agustus 2008 di Masjid Agung Sunda Kelapa - Jakarta</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Transkriptor: Hanafi Mohan</em></strong><em></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="DE"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Ada petuah-petuah para pendahulu kita (termasuk juga sahabat), dan juga ada hadis Rasulullah yang menyatakan: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="DE"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="DE">Apabila kamu melihat seseorang hamba yang telah diberinya diam dan zuhud, dekatilah hamba itu. Sesungguhnya dia akan mengajarkanmu ilmu hikmah.</span></em><span lang="DE"> (Al-Hadits).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Jika ada di antara kita, orang tersebut tidak banyak maunya, tidak cerewet, tidak neko-neko, pandangannya lurus. Lantas orang itu juga menampilkan penampilan zuhud. Sesungguhnya orang itu mempunyai uang, memiliki kekuasaan, tetapi orang tersebut tidak mau menampilkan diri sebagaimana halnya orang yang kaya dan berkedudukan. <span lang="DE">Rasulullah mengatakan, bahwa dekatilah orang tersebut, karena orang tersebut akan memberi hikmah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Apakah hikmah?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Hikmah yaitu suatu informasi yang langsung menembus hati kita. Sekalipun orang itu bukan sarjana, juga bukan tokoh masyarakat, tapi apabila orang itu menampilkan dua kriteria ini (pendiam dan zuhud), maka orang seperti ini adalah kekasih Tuhan. <span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Seorang guru pernah mengatakan, jika pergi ke suatu kampung, carilah masjid yang paling tua di kampung itu. Datanglah lebih awal ke masjid tersebut, misalkan jauh sebelum salat maghrib. Kemudian carilah orang yang paling pertama masuk ke masjid tersebut. Orang tersebut biasanya duduk tafakkur dan juga tidak berkata-kata. Orang yang datang paling awal itu biasanya juga pulang paling akhir. Jika mendapati orang seperti ini, maka dekatilah ia, mintalah orang itu untuk mendoakan kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Orang yang seperti ini biasanya bukanlah orang sembarangan. Insya Allah orang seperti ini sudah mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Apalagi menurut orang-orang di sekitar tempat itu, bahwa pekerjaan orang tersebut memang seperti itulah adanya. Maka, bersahabatlah dengan orang tersebut, karena dia bukanlah orang sembarangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Jika engkau menginginkan dicintai oleh Allah, maka berzuhudlah di dunia ini. (di akhirat tentunya sudah tidak ada lagi zuhud). Rasulullah telah menjadikan sifat zuhud sebagai sebab dicintai oleh Allah. Jika ingin dicintai oleh Allah, maka berzuhudlah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Apakah zuhud?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Zuhud adalah menghindari diperbudak oleh dunia (bukanlah membenci dunia). Orang yang dicintai oleh Allah adalah orang yang berada pada tingkatan derajat yang paling tinggi. </span>Siapakah itu? Yaitu orang-orang yang menampilkan penampilan zuhud. Pemahaman sebaliknya (<em>mafhum mukhalafah</em>), bahwa orang yang mencintai dunia itu mendatangkan kemurkaan Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Orang yang berorientasi kepada dunia, seolah-olah hidupnya hanya untuk menikmati dunia, menggenggam dunia, maka orang yang seperti ini tidak akan dicintai oleh Tuhan. Kita mencari-cari dunia, bukanlah kita segala-galanya untuk dunia. Dunia adalah kendaraan menuju akhirat, bukanlah kita yang sebaliknya dinaiki dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Hadis lain mengatakan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah akan memasukkan hikmah ke dalam hatinya. Maka lisannyapun berkata dengan hikmah. Allah mengenalkan kepadanya akan penyakit dunia dan obatnya sekaligus. </em><em><span lang="DE">Lalu Allah akan mengeluarkannya dari dunia dengan selamat ke dalam negeri kesejahteraan (surga).</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Bagi orang yang zuhud, ada vibrasi positif yang mengalir di dalam diri orang tersebut, sehingga ucapan-ucapan orang yang seperti itu adalah hikmah, seperti tidak ada satu katapun yang mubazir yang keluar darinya, tak ada sepotong katapun yang sia-sia keluar dari mulut orang tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Ada orang yang berbicara selama dua jam, tetapi tidak ada yang bisa ditangkap, atau hanya sedikit sekali. Ada juga orang yang pendek bicaranya, tapi padat maknanya, mengiang-ngiang di telinga kita, dan tidak akan pernah terlupakan. Itulah ciri-ciri kekasih Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Ada orang yang kiaiy besar, profesor doktor, sangat ilmiah, menarik pembawaannya, tetapi ketika kita pulang ke rumah, maka terlupakanlah semua yang disampaikan orang itu. Atau mungkin kita ingat, tapi tidak mempunyai daya tukik untuk mencegah kita melakukan dosa dan maksiat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Tetapi sebaliknya, orang yang sudah terinstalasi ke dalam dirinya hikmah dari Allah, maka setiap kali kita akan melakukan dosa dan maksiat, maka terbayang-bayanglah wajah orang itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="DE"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="DE">Celakalah bagi dunia, celakalah bagi dinar dan dirham.</span></em><span lang="DE"> (Al-Hadits)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Maksudnya, jangan sampai mata uang itu yang membuat kita kalap, membuat kita buta, dan yang membuat kita terlena.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, Allah telah melarang kami menyimpan emas dan perak. Maka apakah yang seharusnya kami simpan?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Dijawab oleh Rasulullah, “Salah seorang dari kamu hendaknya selalu membuat lisannya selalu berzikir, membuat hatinya untuk bersyukur, dan isteri yang shalihah yang membantunya untuk urusan akhirat.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Mungkin banyak para isteri yang justeru mengajak para suaminya untuk menuntut dunia. Dan tidak sadar menjauhkan suaminya dari akhirat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Firman Allah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Perbekalan masa depan di rumah abadi (syurga) nanti adalah at-taqwa.</em> (Al-Qur’an)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Umar ibn Khattab berkata: “<em>Berzuhud terhadap dunia itu menenangkan hati dan jasad.</em>”<em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Kalau ada di antara kita yang tidak tenang, selalu gelisah, kering, walaupun sedang banyak uang, itu tandanya kita kurang zuhud. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Zuhud itu menenteramkan batin, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Bilal (sahabat, yang kemudian menjadi muazzinnya Rasulullah) berkata: “<em>Sesungguhnya Allah menyuruh kita untuk berzuhud terhadap dunia. Akan tetapi kita malah menyukainya.</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Ada orang yang di dalam pikirannya itu selalu uang. Untuk hal-hal yang tidak mendatangkan keuntungan materil baginya, maka ia takkan melakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Sengaja untuk menghindarkan akhirat, memburu dunia, maka dalam hal ini sebenarnya Tuhan sudah memalingkan perhatian orang tersebut ke dunia saja, dan hilang akan akhiratnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DE">Tingkat Zuhud</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE">Zuhud yang pertama</span></strong><span lang="DE">, yaitu jika seorang yang berzuhud kepada dunia, tapi orang ini menyukai dunia, hatinya cenderung kepada dunia. Ini adalah tingkatan zuhud yang standard.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE">Zuhud yang kedua</span></strong><span lang="DE">, yaitu ketika seseorang yang meninggalkan dunia dengan ringan, gampang sekali meninggalkan urusan dunia, karena dianggapnya hina dan dihubungkannya kepada apa yang diinginkan. Tak ada artinya dunia ini jika dibandingkan dengan kemulian akhirat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Tingkatan ini sebenarnya juga masih ada kelemahan, karena kadang-kadang juga masih <em>riya’</em>. Ada orang yang meriya’kan zuhudnya. Orang yang seperti ini, pasti bukanlah contoh zuhud. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE">Zuhud yang ketiga</span></strong><span lang="DE">, yaitu seorang yang berzuhud dengan ringan, tanpa beban, dia berzuhud dengan kezuhudannya. Inilah tingkatan yang paling tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Orang yang zuhud, tidak memandang kepada zuhudnya, kecuali ia memandang kepada yang dizuhudkannya. Orang yang zuhud sejati, dia tidak sadar bahwa dirinya itu <em>zahid</em> (zuhud).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Kalau ada orang yang menyadari dirinya berbuat baik, maka ini memang baik, tapi belumlah yang terbaik. Yang kita cari adalah kita tidak sadar kalau kita sudah melakukan kebaikan. Kita sudah tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan itu adalah kebaikan. Karena kalau seseorang masih sadar kalau dia sudah melakukan kebaikan, maka suatu waktu nanti dia akan <em>riya’</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="DE">Tingkatan Zuhud yang dihubungkan dengan hal yang disukai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE">Tingkatan paling rendah</span></strong><span lang="DE">, zuhudnya karena takut akan siksaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong><span lang="DE">Tingkatan menengah</span></strong><span lang="DE">, zuhudnya karena mengharapkan pahala. </span>Ia lupakan neraka, tapi ia memohon surga. Maka ia melakukan perbuatan baik karena diiming-imingi oleh surga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong>Tingkatan tertinggi</strong>, zuhudnya karena suka kepada Allah, bukan takut neraka, bukan ingin surga. Dia takut, dan dia mencintai Tuhannya. Berharap bertemu dengan Allah, hatinya tidak peduli lagi dengan kenikmatan-kenikmatan dan azab. Inilah zuhudnya orang-orang yang mencintai Allah. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang <em>ma’rifah</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Tidak ada orang yang mencintai khusus kepada Allah, kecuali orang-orang yang mengenali Tuhannya. <span lang="DE">Tidak mungkin jiwa kita akan mampu mengenali Tuhan kalau kita ini berlumuran dosa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Tiga cara mendekati Tuhan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong>Pertama</strong>, ketika kita sudah melakukan dosa, maka cara masuk yang paling baik untuk dekat dengan Tuhan adalah dengan beristighfar. Ketika beristighfar, maka di situ terbayanglah ketakutan kita terhadap Allah yang Maha penyiksa. Maka pada saat itu nyali kita menjadi kecil, dan kita menjadi sangat kecil dan takut kepada Tuhan. Inilah cara masuk yang paling bagus untuk dekat kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><strong>Kedua</strong>, dia tidak berdosa, tetapi orang itu ditimpa musibah: anaknya meninggal, suami atau isterinya tiba-tiba sakit keras. Ada musibah, maka ia pasti ingat Tuhan. Pada posisi seperti ini juga merupakan jalan masuk untuk menuju Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Pasti kita ingat Tuhan pada saat melakukan dosa. Jika ada orang yang sudah tidak ingat lagi dengan Tuhan ketika dia melakukan dosa, maka jenis orang seperti ini merupakan jenis orang yang dibenci oleh Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Ketika kita melakukan dosa, ternyata kita masih takut, masih ingat Tuhan, masih bertobat, maka itu adalah tanda-tanda bahwa kita masih di dalam lingkup cinta Tuhan. Tapi kalau sudah tidak ada lagi panggilan istighfar setelah kita melakukan dosa dan maksiat, maka memang sudah mati orang itu secara spiritualnya, sekalipun biologisnya masih hidup.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Ketika ditimpa musibah kemudian kita dekat dengan Tuhan, maka itu adalah undangan. Yang menjadi persoalan adalah bagi orang yang sudah dekat dengan Tuhan, yang maqamnya sudah tinggi, tidak ada musibah yang bisa mengingatkan dirinya lebih dekat dengan Tuhan. Tidak pernah lagi mau melakukan dosa, sehingga tidak ada pemancing yang sangat kuat untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Seperti inilah yang dialami oleh umat Islam secara umum. Soal isi perut tidak ada masalah, deposito sudah cukup, tanpa kerjaan, sudah pensiun, tapi insya Allah tujuh turunan takkan terlantar. <span lang="DE">Pakaian, kendaraan, rumah, semuanya tidak ada maslah. Fasilitas primer, sekunder, dan luxury nya pun sudah lengkap. Orang yang seperti ini membutuhkan metode untuk lebih dekat dengan Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Biasanya orang yang terfasilitasi seluruh kehidupannya, maka sulit untuk intensif dekat dengan Tuhan. Orang yang dekat dengan Tuhan biasanya karena ada gelombang besar kehidupan yang menimpanya. Jadi Tuhan itu identik dengan Maha Penolong. Ketika kita sudah tidak membutuhkan pertolongan karena kita sudah merasa cukup, maka pada saat itu kita menjadi susah untuk dekat dengan Tuhan. </span>Cara yang paling tepat untuk orang yang seperti ini ialah lewat pintu <em>ar-raja’</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Hati-hatilah orang yang tenang karena dunianya lengkap, biasanya jiwa orang itu tidak akrab dengan Tuhan. Jangan pernah membiarkan hubungan kita dengan Tuhan biasa-biasa saja. Apakah kita akan terus membiarkan diri kita biasa-biasa saja dengan Tuhan? Yang kita inginkan adalah hubungan intensif itu sendiri. <span lang="DE">Dan intensitas kehidupan kedekatan dengan Tuhan itu memang harus diupayakan. Musibah tidak ada masalah. Dosa tidak ada masalah. Yang menjadi masalah adalah pada saat kita stabil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Orang stabil membutuhkan apa yang disebut dengan <em>ar-raja’</em>, yaitu rasa harap yang sangat dalam terhadap Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><em>Ar-raja’</em> adalah sesuatu yang tidak permanen, sifatnya masih keluar-masuk. Ada pula yang disebut dengan <em>hal</em> (fluktuatif/berubah-ubah). Yang kita inginkan adalah permanen. Kalau itu sudah permanen, maka itulah yang disebut sebagai <em>maqam</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Pada umumnya, situasi batin kita sebagai orang awam barulah setingkat <em>hal</em>, yaitu misalkan kalau lagi lagi mood, maka dekatlah dengan Tuhan. Padahal yang kita rindukan adalah, sedetik pun kita takkan pernah mau berpisah dengan Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Apa lagi yang seharusnya kita lakukan setelah fase <em>ar-raja’ </em>ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Yang kita inginkan adalah yang disebut sebagai fase <em>mahabbah</em>. Inilah yang abadi. Kalau kita menjadi pencinta sejati terhadap Tuhan, maka hati ini takkan pernah menjadi gersang. Semua penderitaan itu terasa nikmat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Permasalahannya adalah ketika kita berada dalam keadaan normal. Ini adalah ujian yang paling berat. Pada umumnya, kita tidak pernah ada yang resah, karena fasilitas hidup kita sudah lengkap. Kalau kita hidup pada batas normal seperti ini, maka jangan sampai hidup kita nanti sepanjang itu pula berjauhan jarak dengan Tuhan, kita hanya mengingat Tuhan pada saat shalat lima waktu, itupun mungkin hanya separuh dari salat itu kita mengingat Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Kalau perut kekenyangan, terlalu banyak makan daging, kalorinya berlebihan, energi berpikirnya segar, biasanya Tuhan itu berjarak. Tuhan itu lebih gampang muncul di perut lapar ketimbang perut kekenyangan. Hidup yang paling berarti di dunia ini adalah selalu dekat dengan Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Jadi, ada empat situasi batin yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. <span lang="DE">Dosa dan maksiat, musibah, hajat yang sangat besar, dan situasi normal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Kita mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan mengenai dosa, apalagi bagi orang yang sudah sering mendapatkan siraman rohani, intensif mengikuti pengajian, karena secepatnya kita akan beristighfar jika melakukan dosa, walaupun hanya dosa kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Kita juga tidak mengkhawatirkan kalau ada musibah, karena kita pasti akan mengembalikan segalanya kepada Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span lang="DE">Kita juga tak terlalu khawatir jika ada kebutuhan yang sangat besar, walaupun dibutuhkannya begitu darurat. </span>Kita tak perlu meragukannya, karena kita pasti akan meminta bantuan kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Yang perlu diwaspadai adalah ketika kita sedang tidak dalam keadaan membutuhkan apa-apa dalam kehidupan ini (kehidupan kita normal). Ini yang harus dicermati. Jika dalam keadaan seperti ini, apakah yang harus kita lakukan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Dalam keadaan seperti ini, yang bisa kita lakukan adalah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><em><span lang="DE"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><em><span lang="DE">- Ar-raja’</span></em><span lang="DE">, yaitu kita jangan mau kehilangan Tuhan. Kalau sepanjang hari ini kita belum ingat Tuhan, sedangkan kita selalu berzikir, shalat, dan ibadah lainnya, tapi ingat kepada Tuhan begitu dangkalnya, tentunya ini merupakan suatu permasalahan. Kedangkalan ingatan kita terhadap Tuhan merupakan pertanda, bahwa Tuhan itu jauh. Bukan Tuhan jauh dari kita, tetapi kitalah yang menjauhkan diri kita dengan-Nya. Cepatlah mengembalikan posisi batin itu. Kembalilah akrab dengan Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Dalam situasi normal, jangan pernah meninggalkan shalat-shalat sunnat rawatib. Jangan hanya ketika ada masalah saja kita baru melakukan shalat sunnat rawatib. Jangan pula pernah meninggalkan shalat-shalat sunnat yang lain, termasuk juga jangan mengurangi jumlah rakaat salat dhuha, salat tahajjud, dan salat-salat sunnat lainnya yang biasa kita lakukan. []</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Zahid dan Zulfah ]]></title>
<link>http://selltheworld.wordpress.com/?p=11</link>
<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 04:36:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>selltheworld</dc:creator>
<guid>http://selltheworld.hi.wordpress.com/?p=11</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja,&#8221; Rasulullah SAW menyapa.
&#8220;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">"Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja," Rasulullah SAW menyapa.</p>
<p style="text-align:justify;">"<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 0;cursor:pointer;">Allah</span> bersamaku ya Rasulullah," kata Zahid.</p>
<p style="text-align:justify;">"Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah, " kata Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Zahid menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?"</p>
<p style="text-align:justify;">" Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!" kata Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.</p>
<p style="text-align:justify;">"Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku."</p>
<p style="text-align:justify;">Said menjawab, "Adalah suatu kehormatan buatku."  Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?"</p>
<p style="text-align:justify;">Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?."</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, "Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini?, bukankah lebih disuruh masuk?"</p>
<p style="text-align:justify;">"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya," kata ayahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, "Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah..!" dan Zulfah merasa dirinya<br />
terhina.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Said berkata kepada Zahid, "Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak."</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?"</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya Said berkata, "Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah."</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur'an surat 24 : 51.  <strong><span style="color:#ffcc00;">" Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nyarasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kamipatuh/taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51) " </span> .</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat<br />
gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">"Bagaimana Zahid?"</p>
<p style="text-align:justify;">"Alhamdulillah diterima ya rasul," jawab Zahid.</p>
<p style="text-align:justify;">"Sudah ada persiapan?"</p>
<p style="text-align:justify;">Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa."</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Abu Bakar</span>, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, "Ada apa ini?"</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat menjawab, "Wahai Zahid, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">hari ini</span> orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?".</p>
<p style="text-align:justify;">Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, "Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus."</p>
<p style="text-align:justify;">Para sahabat menasehatinya, "Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?"</p>
<p style="text-align:justify;">Zahid menjawab dengan tegas, "Itu tidak mungkin!"</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, <span style="color:#ffcc00;"><strong>"<span class="yshortcuts">Jika</span> bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (QS. 9:24).</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 0;cursor:pointer;">mati syahid</span> di jalan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah."</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur'an surat 3 : 169-170 dan 2:154). "Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati".(QS 3: 169-170).</p>
<p style="text-align:justify;">" Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (QS. 2:154).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, "Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di<br />
akhirat."</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rainbow]]></title>
<link>http://dillazahinazi.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 10:17:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adilla nurul ilma</dc:creator>
<guid>http://dillazahinazi.hi.wordpress.com/2008/09/11/rainbow/</guid>
<description><![CDATA[hai, kenalin nama aku zahid, aku ade nya dila itu. kaka k dila kan pengen tuh punya the sims&#8230; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>hai, kenalin nama aku zahid, aku ade nya dila itu. kaka k dila kan pengen tuh punya the sims... jadi nanti aku diajak main tapi aku gak boleh diem-diem mainnya, kakak aku tuh meman sedikit abnel! kemaren aku bawa stik ais krim.... iya loh,</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anakku Zahid Ziazan]]></title>
<link>http://sobandiclan.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 11:28:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>sobandiclan</dc:creator>
<guid>http://sobandiclan.hi.wordpress.com/2008/08/30/anakku-zahid-ziazan/</guid>
<description><![CDATA[
Ini cerita tentang anakku yang baru semata wayang&#8230; padahal wayang aja matanya ada dua ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sobandiclan.wordpress.com/files/2008/08/dsc02575.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-10" src="http://sobandiclan.wordpress.com/files/2008/08/dsc02575.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ini cerita tentang anakku yang baru semata wayang... padahal wayang aja matanya ada dua ya.... wayang golek dua matana. Anakku baru satu.</p>
<p>Zahid namanya, ari lengkapna mah Ananda Zahid Ziazan Sobandi. Panjang pisan. Dia anak laki-laki yang sehat dan aktif bahkan cenderung teu bisa cicing, tapi bukan hyperaktif nya... Lahir di Bandung, da ibuna hayang ngalahirkeun di Bandung, biar deket jeung Mama, cenah, hari Senin tanggal 17 Mei 2004 jam 6.45 pagi. Bahkan dokter Rini yang membantu persalinannya pun tidak sempet ikut apel upacara hari Senin di RS Sadikin karena harus menolong mengeluarkan Zahid dari rahim ibunya.</p>
<p>Ada cerita mengharukan pada saat menjelang kelahirannya, ayahnya yang baru pertama kali menikah dan baru akan punya anak harus menunggui sang kekasihnya melahirkan langsung secara live... What a scarry thing in my life..!!! Waktu itu sudah dua hari ibunya berada  di rumah sakit bersalin Emma di jalan Sumatera Bandung, tapi si bayi masih emoh keluar. Betaheun keneh meureun...</p>
<p>Gitu teh ga sengaja lagi ke Emma teh. Tadinya kan cuma mau periksa kandungan aja, kan menurut perhitungan mah baru 8 bulan. Makana ke dokter ge pake motor si Akiong (udah ga ada sekarang tuh motor... jasamu tetap di hati Akiong) Eh, pas diperiksa sama dokter Rini teh ternyata sudah bukaan satu.  Waduh..???</p>
<p>Ayo langsung masuk ke rumah sakit aja sekarang juga, kata dokter teh.  Wah, gimana nih... mana belum persiapan, ga bawa baju, ga bawa perlengkapan, uang juga secukupnya. Ya udah langsung ke RS Emma. Suster penjaga sempet kaget, Mau apa Bu?? tanyanya. soalnya dengan kalem istri saya turun dari motor dengan perut Bengkak. Mau masuk hari ini untuk melahirkan, kata istri saya. Betul bu???? tanyanya heran.  Eh betul atuh suster... ya masuklah ke RS bersalin. Dicek ternyata sudah bukaan tiga... Walah....!!! Masuk hari  Sabtu, eh bukaan empat terus ga naek-naek, udah disuntik perangsang, angger keneh. Diinfus, tetep ga berobah. Malem Senin dokter udah ultimatum, kalo sampe nanti pagi ga naek juga terpaksa harus dipaksa keluar apapun caranya... Ya Allah, jangan sampai dioperasi atuh, tolong ya Allah.. Alhamdulillah jam 4 pagi mulai naek bukaannya ampe enam, tujuh, delapan. terruss... naek.</p>
<p>Jam 5 subuh saya sholat dulu sambil berdo'a mohon dilancarkan. Istri sudah dipindah ke ruang bersalin, yang boleh menunggu hanya seorang, istri milih saya yang nunggu padahal ibunya juga ada di luar. Subhanallah.... baru pertama kali melihat adegan luar biasa proses keluarnya bayi dari rahim ibu. Sungguh dahsyat... Allahu akbar. Alhamdulillah tepat pukul 06.45 sang bayi keluar dengan selamat, sehat tanpa cacat dengan tangisannya yang menggelegar..</p>
<p>Tak ada yang dapat diungkapkan saat itu kecuali takbir pada yang Maha Kuasa... Semua merasa lega..</p>
<p>Sekarang Zahid udah 4 tahun lebih, malah sudah masuk TK kelas A. TKnya di TK Islam Citra Insani, di jalan Cikiray Cisaat, itu lhoo... deket rumahnya AA Brajamusti, tempat padepokan artis Reza menenangkan diri dulu..</p>
<p>Di sekolah dia termasuk anak yang aktif, bahkan sempat ditanya pada gurunya di TK. Miz, Zahid gimana di sekolah apa suka ada nakal sama dia?? OH, ga ada bu ga ada yang nakal sama Zahid, kata Miz nya. Lho, apa Zahidnya yang nakal sama yang laen?? Bukan bu, kata Miz nya, ga ada yang nakal sama Zahid karena Zahidnya susah ditangkap lari-larian terus.... Hehehe... dasar Zahid..</p>
<p>Oh ya hobi zahid sekarang maen komputer dan nonton Film Transformers. Ga bosen-bosen, sehari bisa sepuluh kali itu film diputar. Kalo dulu sukanya film Cars, sama itu juga diputer-diputer, dan diputer lagi sampe CD nya rusak.</p>
<p>Semoga dia jadi anak yang sholeh, pinter, jujur, pemberani dan berbakti pada Tuhannya, orang tuanya, keluarganya dan bangsanya. Amin</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zahid Hamidi - Kerajaan dayus jika tidak guna Akta Hasutan terhadap Majlis Peguam]]></title>
<link>http://nmjnh.wordpress.com/?p=913</link>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 09:29:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>nikmj</dc:creator>
<guid>http://nmjnh.hi.wordpress.com/2008/08/14/zahid-hamidi-kerajaan-dayus-jika-tidak-guna-akta-hasutan-terhadap-majlis-peguam/</guid>
<description><![CDATA[Kerajaan dayus jika tidak menggunakan Akta Hasutan terhadap penganjur forum &#8220;Memeluk Islam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kerajaan dayus jika tidak menggunakan Akta Hasutan terhadap penganjur forum "Memeluk Islam" minggu lalu, kata Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi.</p>
<p>"Saya tidak rasa (wajar menggunakan) ISA. Lebih sesuai di bawah Akta Hasutan," katanya kepada media sebagai mengulas desakan agar pemimpin Majlis Peguam dikenakan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) atau Akta Hasutan.</p>
<p>"Kita jangan dayus tidak menggunakan Akta Hasutan. Ini sudah dua kali dah (Majlis Peguam berbuat demikian)."</p>
<p>Dalam ucapan sewaktu merasmikan program Himpunan Pelajar Melayu Merdeka di Shah Alam pagi ini, Dr Ahmad Zahid juga menyifatkan badan profesional guaman itu sebagai "kurang ajar" kerana menganjurkan forum yang mencabar isu Melayu.</p>
<p>Beberapa pihak termasuk Umno, PAS dan Persatuan Peguam Muslim mendesak tindakan tegas dikenakan terhadap Majlis Peguam dengan alasan forum tersebut telah mencetuskan kekecohan.</p>
<p>Selain mendesak kerajaan mengambil tindakan menggunakan ISA, sesetengah pemimpin termasuk Ketua Pemuda PAS Salahuddin Ayub dilaporkan mencadangkan penggunaan Akta Hasutan.</p>
<p>Selain mengulas forum kontroversi berhubung Perkara 121 (1A) Perlembagaan Persekutuan, Dr Ahmad Zahid juga mengecam cadangan Menteri Besar Selangor yang dianggapnya boleh membangkitkan kemarahan orang Melayu.</p>
<p>"Jangan biarkan orang Melayu mengamuk," katanya.</p>
<p>Ahad lalu, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim menyarankan kepada Universiti Teknologi Mara (UiTM) agar menerima kemasukan 10 peratus pelajar bukan Bumiputera untuk meningkatkan lagi kemajuan institusi pengajian tinggi itu.</p>
<p>Turut hadir di majlis anjuran Gabungan Pelajar Melayu Semenanjung (GPMS) itu ialah Naib Canselor UiTM Datuk Seri Prof Dr Ibrahim Abu Shah dan presiden gabungan itu Datuk Reezal Merican Naina Merican.</p>
<p>Program itu diadakan bersempena sambutan ulang tahun ke-60 penubuhan GPMS.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hakikat Fakir]]></title>
<link>http://thenafi.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 14:01:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>thenafi</dc:creator>
<guid>http://thenafi.hi.wordpress.com/2008/06/08/hakikat-fakir/</guid>
<description><![CDATA[
HAKIKAT FAKIR
 
 
Disarikan dari Pengajian Tasawuf 
yang disampaikan oleh:
Prof. Dr. H. Nasaruddin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;">HAKIKAT FAKIR</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Disarikan dari Pengajian Tasawuf </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>yang disampaikan oleh:</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar M.A.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>pada tanggal 27 Februari 2008</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>di Masjid Agung Sunda Kelapa - Jakarta</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Transkriptor: Hanafi Mohan</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Sesungguhnya, kefakiran dan kemiskinan itu tidak identik dengan kefakiran dan kemiskinan harta. Jika kita merasa fakir dan miskin di hadapan kebesaran dan kekayaan Allah SWT, itulah yang dinamakan “<em>al-faqr</em>”. Orang yang merasakan seperti ini bisa saja hartanya banyak. Dan sebaliknya, orang yang angkuh bisa saja dia miskin. Sudah miskin harta, angkuh lagi di hadapan Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Sebaik-baiknya yang kita inginkan adalah bahagia di dunia dan di akhirat. Kalau kita harus memilih, maka lebih baik bahagia di akhirat, daripada bahagia di dunia saja. Dan lebih jelek lagi, jika di dunia tidak bahagia, di akhirat pun tidak bahagia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Ada 5 (lima) hal keadaan fakir:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em>Pertama</em></strong>, jika ia diberikan harta, maka ia tidak akan menyukainya, dan ia akan merasa tersiksa dengan harta tersebut dan tidak mau mengambilnya. Ia selalu menjaga diri dari kejahatan dan kesibukan pada harta tersebut. Inilah yang disebut dengan “<em>zuhud</em>”. Sedangkan orang yang memiliki sifat tersebut dinamakan “<em>zahid</em>”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Hal ini sungguh sangat berat untuk kita jalani. Jika ada orang yang ketika diberikan harta kepadanya, kemudian ia tidak menyukai harta tersebut, ia merasa tersiksa akan harta itu, dan kemudian dia tidak mau mengambilnya. Mengapa? Karena kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi, kemudian tiba-tiba mendapatkan lagi harta dari orang lain, sehingga ia sebetulnya merasa tidak terlalu senang dan juga merasa tersiksa akan harta tersebut. Untuk apa harta yang ia dapatkan lagi tersebut lebih dari apa yang ia butuhkan. Jangan-jangan nanti harta tersebut akan memberatkannya dalam perjalanan menuju Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jarang sekali yang bisa melakukan ini. Pada umumnya adalah kebalikannya, yaitu sudah dapat harta banyak, kemudian berdoa lagi agar hartanya bertambah banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Memang tidak gampang untuk menjadi <em>zahid</em>. Apabila kita sudah mampu merasakan hal seperti ini, maka kita sudah terpilih menjadi orang yang <em>zahid</em>. Sebenarnya juga tidak terlalu berat untuk menjadi <em>zahid</em>, jika kita sudah membiasakan diri untuk bersikap dekat kepada Allah. Yang kita butuhkan sebenarnya bukan harta Tuhan, bukan rahmat Tuhan, bukan rizki Tuhan, melainkan Tuhannya itu sendiri yang kita butuhkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">“Ambil harta itu, yang saya butuhkan adalah Engkau ya Allah.” Bahkan ada yang mengatakan, “Ambil surga itu, yang sangat saya butuhkan adalah Engkau ya Allah.” Dia lupa kenikmatan surga itu seperti apa, yang penting “aku memiliki-Mu, aku bersama-Mu ya Allah. ” Ia lupakan surga itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Kita masih awam, sehingga belum sampai kepada tingkatan seperti itu. Tapi tidak mustahil, misalkan kita dapat rizki, dapat promosi untuk jabatan baru, maka kita ucapkan, “Terima kasih ya Allah, saya bersyukur kepada-Mu. Tapi sesungguhnya bukan ini yang paling saya butuhkan. Yang saya butuhkan Engkau ya Allah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Pada orang yang seperti ini, ketika rizkinya banyak, dia tidak terlalu bahagia, melainkan Allah sebenarnya yang ia butuhkan. Orang yang seperti ini tidak akan pernah mabuk dengan pemberian Tuhan, melainkan Tuhan itulah yang ia butuhkan. Sebaliknya, jika yang diberikan kebalikannya, seperti: miskin, sakit, kematian, maka yang ia ucapkan adalah, “Tidak apa-apa ya Allah, yang penting aku dekat dengan-Mu, yang penting Engkau tidak menjauhiku.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jika kita mampu berprinsip seperti ini, insya Allah, surga akan datang lebih awal menjemput kita. Karena ketika diberikan kekayaan, kita kemudian menjadi tidak mabuk akan kekayaan tersebut. Jadi, seandainya harta itu, atau jabatan itu diambil oleh Tuhan, maka kita tidak terlalu merasa kecewa. Mengapa? Karena memang bukan itu yang paling kita butuhkan, melainkan Tuhan-lah yang paling kita butuhkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jadi, yang disebut dengan <em>zuhud </em>itu adalah, bahwa jika lebih daripada kecukupannya, maka itu akan menjadi beban pada dirinya sendiri. Persoalannya, definisi cukup itu berapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Tingkat kecukupan antara orang kaya dengan orang miskin tentunya berbeda. Tidak pernah ada orang yang merasa cukup. Bagi orang yang dekat dengan Tuhan, pasti dia mampu mendefinisikan apa pengertian cukup itu. Jika kita tidak tahu batas kecukupan tersebut, merupakan pertanda bahwa ada masalah diri kita dengan Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Orang yang merasa kelaparan saja bisa merasa cukup, “Ya Allah, terima kasih. Mungkin ini yang terbaik pilihan-Mu. Karena jika aku kekenyangan, maka aku tidak bisa khusyu’ dengan-Mu.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Kita tentunya bercita-cita menjadi orang yang seperti ini. Karena untuk menjadi orang yang <em>zuhud </em>itu tidak mesti harus melarat. Jika kita sudah mampu bersikap agar harta yang yang kita miliki tersebut tidak membebani kita, maka hal tersebut sudah cukup untuk menjadikan kita sebagai seorang <em>zahid</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Misalkan: walaupun hartanya banyak, depositonya banyak, sahamnya di mana-mana, tapi ia merasa tidak terbebani. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena ia selalu berzakat, bahkan juga berwakaf. Alangkah kikirnya bagi seorang yang kaya, jika pengeluarannya hanyalah zakat. Kelewatan kikir bagi orang tersebut, karena hanya 2,5 persen yang ia keluarkan untuk zakat. Sudah selayaknya ia juga mengeluarkan shadaqah, infaq, jariyah, hadiah kepada pembantu yang akan pulang kampung misalnya, ada ujrah (upah yang meningkat) yang diberikan kepada karyawannya. Meningkatkan gaji karyawan, kelebihan dari standardnya itu adalah shadaqah. Hal-hal ini menjadikan seseorang tidak terbebani oleh harta bendanya tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Bagaimanakah caranya agar kita tidak terbebani, walaupun harta yang kita miliki begitu banyaknya? Tidak bermasalah bagi kita, walaupun Tuhan akan menjemput kematian kita hari ini. Karena semua harta yang kita miliki sudah beres dan bersih. Lebih dari sekedar zakat yang kita keluarkan, bahkan misalkan sudah ada wasiat, bahwa jika kita meninggal, maka sepertiga dari harta kita diikhlaskan untuk <em>fi sabilillah</em>, dan tiga perempatnya untuk keluarga. Sebagai catatan, bahwa di dalam Fiqh Islam juga tidak dibenarkan berwasiat lebih dari sepertiga itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em>Kedua</em></strong>, bahwa ia tidak menyukai harta dengan kesenangan yang dapat menggembirakannya karena dapat meraihnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jika yang pertama adalah orang yang tidak suka dengan harta, sedangkan yang kedua ini ia masih mencari harta. Bahkan ia tidak membenci harta, malahan masih mencari dan menyukainya. Ketika ia diberi harta, maka ia akan <em>zuhud</em>. Jika ia mendapat harta, maka ia akan merasa, bahwa harta tersebut bukan mutlak miliknya, melainkan hanya titipan Allah lewat dirinya. Orang yang memiliki sikap ini disebut sebagai orang yang rela, bukan <em>zuhud</em>. Pada orang yang <em>zuhud </em>(pada yang pertama), memang ada unsur ketidaksukaan lagi kepada harta yang sudah lebih dari batas standard hidupnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em>Ketiga</em></strong><em> </em>(ini kebanyakan di antara kita), yaitu bila wujud harta itu lebih dicintainya daripada ketidaksenangannya kepada harta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Maksudnya, cinta terhadap harta lebih dominan dibandingkan tidak senang terhadap harta tersebut (yang hal ini adalah normal), namun tidak sampai menggerakkan orang tersebut untuk mencarinya. Yaitu, tidak semua daftar keinginannya itu akan diburu dan dikejar-kejarnya (ada pembatasan diri). Ia hanya akan mengambil apa yang pantas menjadi haknya. Tetapi jika ia diberikan harta dengan bersih, ataupun gratis tanpa usaha, maka ia juga akan mengambilnya, sepanjang harta tersebut halal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Pada yang <em>pertama</em> (seperti disebutkan di atas), jika ia mendapatkan harta seperti ini, maka dia akan merasa terbebani. Sedangkan yang <em>ketiga</em> ini, baginya tidak ada urusan hal tersebut (tidak terbebani). Baginya, mendistribusikan harta tersebut lebih mudah dibandingkan untuk memperolehnya. Ia senang jika mendapatkan harta dan keuntungan dengan tiba-tiba tersebut. Inilah kebanyakan di antara kita. Akan tetapi, apabila memerlukan sesuatu usaha dalam mencarinya, maka ia tidak berbuat. Jadi, ada pembatasan-pembatasan diri. Orang yang seperti ini disebut sebagai “orang yang menerima”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em>Keempat</em></strong>, ia meninggalkan mencari harta karena kelemahan dan ketidakmampuannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Pada yang <em>keempat ini, h</em>idupnya habis untuk mencari harta. Nanti, ketika sudah loyo, sudah tidak ada energi lagi, barulah ia akan berhenti mencari harta. Ketika ia mencari harta, maka ia akan mencarinya dengan kesenangan, meskipun harus berusaha dan bersusah-payah dalam mencarinya. Namun, ketika ia diajak untuk shalat berjamaah misalkan, maka akan banyak sekali alasannya. Orang yang seperti ini di dalam bahasa tasawuf disebut sebagai “orang yang rakus.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><em>Kelima</em></strong>, ia tidak memiliki harta, padahal ia sangat memerlukannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Contoh yang <em>kelima </em>ini adalah orang yang lapar, ataupun orang yang menggelandang di jalanan tanpa memiliki tempat tinggal. Orang seperti ini disebut sebagai “orang yang terdesak.” Ia miskin karena terpaksa, tidak ada jalan lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Keterpaksaan seseorang itu menjadi miskin bukanlah disebut <em>al-faqr</em>. “<em>Al-Faqr</em>” itu sebetulnya punya potensi untuk kaya, tapi ia tidak mencapainya, karena ia ingin lebih memprioritaskan dirinya dekat kepada Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Kedahagaan itu seperti minum air laut, yang hal tersebut tidak akan menghentikan haus. Dalam hal ini, perlu adanya sikap “<em>al-qana’ah</em>” (tahu diri). Memang, cobaan itu banyak sekali. Misalkan: biasanya ketika pensiun, maka semakin banyak peluang rizki. Itu sebenarnya adalah godaan. Itu adalah cara iblis untuk men-<em>su-ul khatimah</em>kan seseorang. Ketika semakin tua semakin bagus rizkinya, akhirnya semakin tidak punya waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tentunya kita tidak ingin seperti ini. Alangkah lebih baiknya kita regenerasikan kepada generasi penerus kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Biasanya, jarang sekali ada yang mau mendelegasikan usahanya, kekayaannya kepada anak-anaknya, sepanjang orang tersebut masih kuat. Sementara anaknya ke sana ke mari mencari kerja. Mengapa tidak ada kepercayaan dalam hal ini? Apakah karena terlalu banyak kekhawatiran, atau karena di alam bawah sadarnya memang sudah disetel oleh iblis dengan berbagai kekhawatiran?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Kadang-kadang, bukan anak kita yang tidak siap, melainkan kita yang terlalu rakus sebagai orang tua. Terlalu besar kekhawatiran kita, padahal itu hanya bisikan iblis. Kita mau menangani semuanya, yang kemudian kita tidak ada waktu lagi untuk beribadah. Suatu waktu ketika ajal menjemput, kita hanya bisa menyesal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Ketahuilah, bahwa <em>zuhud</em> itu adalah suatu derajat yang merupakan kesempurnaan bagi orang-orang yang baik. Kesempurnaan akhlak seseorang tersebut adalah ketika muncul padanya perasaan <em>zuhud</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Salah satu ciri-ciri dari orang yang <em>zuhud </em>itu adalah “<em>low profile</em>”. Antara orang miskin dengan orang kaya, standard <em>low profile</em>-nya juga berbeda. Bukanlah <em>low profile </em>kalau sesungguhnya orang tersebut sebenarnya pantas untuk memiliki lima lembar pakaian, tapi ia tetap memiliki satu lembar pakaian dengan maksud untuk ber-<em>zuhud</em>. Siapa tahu misalkan pakaiannya itu terpercik najis, maka pakaian mana lagi yang akan ia pakai untuk shalat?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Orang yang ingin ber-<em>zuhud </em>itu sudah semestinya mengantisipasi segala kemungkinan, sehingga kuantitas dan kualitas ibadahnya kepada Allah menjadi tidak berkurang. Antisipasi seperti ini perlu, bagi seorang yang mempunyai perencanaan. Jika akhirat mempunyai perencanaan, maka dunia pun tentunya harus ada perencanaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Rasulullah bersabda: “<em>a-‘uzubika minal faqri </em>(Aku berlindung kepada Engkau dari kefakiran).”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Doa Rasulullah tersebut adalah memohon agar tidak menjadi miskin “kere”, bukan miskin seperti yang didefinisikan di atas. Bahkan Allah mengatakan, “<em>qadal faqru ayyakuna kufran</em> (hampir-hampir kefakiran itu menjadi kekufuran).”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Deislamisasi itukan seringnya terjadi di daerah-daerah miskin. Bahwa kadang-kadang karena kefakiran dan kemiskinan, maka orang tersebut pindah agama. Hadits ini memang semestinya menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai kita tidak mau memperbaiki perekonomian kita, yang akhirnya Umat Islam akan menjadi sengsara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Rasulullah bersabda, “<em>ahyani miskinan wa amitni miskinan</em> (Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikanlah aku dalam keadaan miskin).” Hadits ini jangan dipertentangkan dengan hadits yang pertama tadi, karena maksudnya berbeda. Hadits yang ini maksudnya adalah miskin di depan Tuhan, sekalipun hartanya banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Kefakiran yang Rasulullah mohon perlindungan dari Allah seperti dalam sabdanya yang pertama di atas adalah kefakiran orang-orang yang terdesak, yang terpaksa miskin karena keadaan. Sedangkan kemiskinan pada sabda yang kedua yang dimaksudkan di atas adalah pengakuan kemiskinan dan kehinaan di hadapan Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Rasulullah besabda: “<em>Ilaqallaha faqiran wa la talqahu ghaniyyan</em> (Bertemulah kepada Allah dalam keadaan fakir, dan janganlah menemuinya dalam keadaan kaya).”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Maksudnya adalah, bertemu kepada Allah dalam keadaan merasa miskin dihadapan-Nya. Karena memang tidak mungkin kita bisa berhadapan langsung dengan Tuhan dengan merasa kaya. Itu artinya ada keangkuhan. Contohnya, lebih bagus mana perut dalam keadaan berpuasa, atau dalam keadaan kekenyangan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">“<em>Innalaha yuhibbul faqir al-mutha’affif abbal a’yal</em> (Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang fakir yang menjaga kehormatan diri, yang menjadi bapak keluarga).”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Maksudnya ialah, seorang yang miskin tidak akan mendemonstrasikan kemiskinannya supaya mendapat perhatian dan bantuan dari orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Rasulullah bersabda: “Orang-orang fakir dari ummatku masuk surga sebelum orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 500 tahun.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jadi, orang-orang miskin masuk surga duluan 500 tahun, baru kemudian orang kaya. 500 tahun akhirat itu, satu hari di sana perbandingannya sama dengan 5000 tahun di dunia. Tetapi tentunya kita ber<em>husnudz-dzan</em>, bahwa penantiannya itu bukanlah di neraka, karena akan diperiksa semua kekayaannya lebih teliti lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jadi, hal ini mungkin sangat penting bagi kita. Marilah kita mencoba memelihara, jangan sampai kita merasa kaya di depan Allah. Ber-<em>tawadhu’</em>lah kita kepada-Nya, karena Allah Maha Tahu. [<em>Aan</em>]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teguran Terbuka Untuk Dr. Masitah]]></title>
<link>http://smzblog.wordpress.com/2008/03/21/teguran-terbuka-untuk-dr-masitah/</link>
<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 00:44:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhd Afiq</dc:creator>
<guid>http://smzblog.hi.wordpress.com/2008/03/21/teguran-terbuka-untuk-dr-masitah/</guid>
<description><![CDATA[Bersentuhan antara lelaki dan wanita ajnabi adalah bertentangan dengan ajaran Islam dan ia juga dika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bersentuhan antara lelaki dan wanita ajnabi adalah bertentangan dengan ajaran Islam dan ia juga dikategorikan sebagai perbuatan yang salah dan haram di sisi syariat.</p>
<p>Seorang penceramah Agama yang menonjol kepimpinannya di dalam Umno serta terkenal, Dato' Dr Mashitah Ibrahim telah secara sengaja atau tidak, bersalaman dengan bekas Timbalan Menteri Penerangan, Dato' Mohd Zahid Hamidi yang juga merupakan exco Majlis Tertinggi Umno. (Rujuk Buletin 1.30 TV3, 19 Mac 2008). Meskipun ada ulamak berpendapat bahawa seseorang wanita boleh bersalam dengan lelaki ajnabi dengan syarat pada ketika itu darurat yakni dengan tujuan untuk menjaga maruah dan air muka orang yang menghulurkan salam.</p>
<p>Namun sebagai seorang yang dikenali umum dan selalu berhadapan dengan situasi sebegini, beliau sewajarnya perlu dan boleh lebih bijak untuk menanganinya.Beliau merupakan seorang doktor falsafah dalam bidang Syariah Universiti Al-Azhar,<br />
yang  sebelum ini sentiasa memperingatkan umat Islam dalam ceramah-ceramah supaya mengikuti syariat Islam perlu lebih berhati-hati dalam perbuatan dosa-dosa kecil ini. Sebagai pemimpin, tingkah laku yang dilakukan bakal menjadi contoh kepada rakyatnya.</p>
<p>Saya ingin mencadangkan pada Ustazah Mashitah supaya sentiasa bersedia menghadapi situasi yang tidak diduga seperti itu. Alangkah elok, kiranya ustazah sentiasa berpakaian sama ada bertudung yang agak labuh sedikit dan menjadikan tudung sebagai pelapik untuk bersalam apabila berhadapan dengan lelaki ajnabi.</p>
<p>Selain itu, teknik lain yang boleh digunakan ialah berpakaian dengan lengan baju yang luas dengan memasukkan tangan ke dalam lengan baju sedikit dan terus bersalam secara berlapik.</p>
<p>Teknik ketiga ialah, melapik tangan dengan selendang yang diletak atas bahu. Selalunya golongan kenamaan sangat gemar mengenakan selendang di bahunya sebagai fesyen melayu tradisi. Insya Allah dosa kecil ini dapat dielakkan.</p>
<p>Pernah seorang professor perempuan tersohor yang datang ke Malaysia, bertanya kepada saya, sama ada beliau boleh menghulur tangan untuk bersalam dengan lelaki Islam.</p>
<p>Jawapan saya kepadanya, ia bukan tradisi seorang muslim sejati. Saya sungguh kagum kerana Professor itu diam dan cuba tidak bersalam dengan lelaki Islam ketika berada di Malaysia.</p>
<p>Malah jika menurut etika dan protokol yang standard, seseorang lelaki tidak boleh menghulurkan tangan terlebih dahulu untuk bersalam dengan wanita. Ini adalah kerana lelaki itu hanya perlu menyambut salam itu sekiranya wanita tersebut yang terlebih dahulu menghulurkan tangannya. Akhir sekali, teguran terbuka ialah biarlah beliau mengubati UMNO dengan akhlak yang murni dan bukan beliau diubati oleh penyakit-penyakit UMNO yang sentiasa mementingkan bangsa mengatasi agamanya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zoom In @ RTM (Sofaz) ]]></title>
<link>http://mycelebritynews.wordpress.com/?p=453</link>
<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 12:05:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>ThEeDiToR</dc:creator>
<guid>http://mycelebritynews.hi.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/</guid>
<description><![CDATA[Satu rakaman melibatkan kumpulan popular sofaz juga telah telah dijalankan di RTM. Tarikh tayangan b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/454/" rel="attachment wp-att-454" title="sofaz.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/455/" rel="attachment wp-att-455" title="sofaz-1.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/456/" rel="attachment wp-att-456" title="sofaz-2.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/457/" rel="attachment wp-att-457" title="sofaz-3.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/459/" rel="attachment wp-att-459" title="sofaz-4.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/460/" rel="attachment wp-att-460" title="sofaz-5.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/461/" rel="attachment wp-att-461" title="sofaz-6.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/462/" rel="attachment wp-att-462" title="sofaz-7.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/463/" rel="attachment wp-att-463" title="sofaz-8.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/464/" rel="attachment wp-att-464" title="sofaz-9.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/465/" rel="attachment wp-att-465" title="sofaz-10.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/466/" rel="attachment wp-att-466" title="sofaz-11.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/467/" rel="attachment wp-att-467" title="sofaz-12.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/468/" rel="attachment wp-att-468" title="sofaz-13.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/469/" rel="attachment wp-att-469" title="sofaz-14.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/470/" rel="attachment wp-att-470" title="sofaz-15.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/471/" rel="attachment wp-att-471" title="sofaz-16.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/472/" rel="attachment wp-att-472" title="sofaz-17.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/473/" rel="attachment wp-att-473" title="sofaz-18.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/474/" rel="attachment wp-att-474" title="sofaz-19.jpg"></a><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/475/" rel="attachment wp-att-475" title="sofaz-20.jpg"></a>Satu rakaman melibatkan kumpulan popular sofaz juga telah telah dijalankan di RTM. Tarikh tayangan belum ditetapkan. Artis undangan pada malam tersebut adalah Bob, Zahid, dan Rey. Antara lagu-lagu yang dipersembahkan adalah seperti Kepantasanku, kekasih Gelapku, Cinta, Aku Ingin Kamu, Lebih Baik Begini, Secukup Rasa,Over U dan Janjiku.</p>
<p align="center"> <a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-12.jpg" title="sofaz-12.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-12.jpg" alt="sofaz-12.jpg" /></a></p>
<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/456/" rel="attachment wp-att-456" title="sofaz-2.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/454/" rel="attachment wp-att-454" title="sofaz.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz.thumbnail.jpg" alt="sofaz.jpg" /></a><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-2.thumbnail.jpg" alt="sofaz-2.jpg" /><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/455/" rel="attachment wp-att-455" title="sofaz-1.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-1.thumbnail.jpg" alt="sofaz-1.jpg" /></a></div>
<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/460/" rel="attachment wp-att-460" title="sofaz-5.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/457/" rel="attachment wp-att-457" title="sofaz-3.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-3.thumbnail.jpg" alt="sofaz-3.jpg" /></a><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-5.thumbnail.jpg" alt="sofaz-5.jpg" /><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/459/" rel="attachment wp-att-459" title="sofaz-4.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-4.thumbnail.jpg" alt="sofaz-4.jpg" /></a></div>
<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/463/" rel="attachment wp-att-463" title="sofaz-8.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/461/" rel="attachment wp-att-461" title="sofaz-6.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-6.thumbnail.jpg" alt="sofaz-6.jpg" /></a><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-8.thumbnail.jpg" alt="sofaz-8.jpg" /><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/462/" rel="attachment wp-att-462" title="sofaz-7.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-7.thumbnail.jpg" alt="sofaz-7.jpg" /></a></div>
<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/466/" rel="attachment wp-att-466" title="sofaz-11.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/464/" rel="attachment wp-att-464" title="sofaz-9.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-9.thumbnail.jpg" alt="sofaz-9.jpg" /></a><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-11.thumbnail.jpg" alt="sofaz-11.jpg" /><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/465/" rel="attachment wp-att-465" title="sofaz-10.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-10.thumbnail.jpg" alt="sofaz-10.jpg" /></a></div>
<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/469/" rel="attachment wp-att-469" title="sofaz-14.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/467/" rel="attachment wp-att-467" title="sofaz-12.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-12.thumbnail.jpg" alt="sofaz-12.jpg" /></a><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-14.thumbnail.jpg" alt="sofaz-14.jpg" /><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/468/" rel="attachment wp-att-468" title="sofaz-13.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-13.thumbnail.jpg" alt="sofaz-13.jpg" /></a></div>
<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/472/" rel="attachment wp-att-472" title="sofaz-17.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/470/" rel="attachment wp-att-470" title="sofaz-15.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-15.thumbnail.jpg" alt="sofaz-15.jpg" /></a><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-17.thumbnail.jpg" alt="sofaz-17.jpg" /><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/471/" rel="attachment wp-att-471" title="sofaz-16.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-16.thumbnail.jpg" alt="sofaz-16.jpg" /></a></div>
<p><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/475/" rel="attachment wp-att-475" title="sofaz-20.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/473/" rel="attachment wp-att-473" title="sofaz-18.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-18.thumbnail.jpg" alt="sofaz-18.jpg" /></a><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-20.thumbnail.jpg" alt="sofaz-20.jpg" /><a href="http://mycelebritynews.wordpress.com/2008/03/11/zoom-in-rtm-sofaz/474/" rel="attachment wp-att-474" title="sofaz-19.jpg"><img src="http://mycelebritynews.wordpress.com/files/2008/03/sofaz-19.thumbnail.jpg" alt="sofaz-19.jpg" /></a></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["And I have never..."]]></title>
<link>http://shadows15.wordpress.com/2008/01/06/and-i-have-never/</link>
<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 12:38:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>shadows15</dc:creator>
<guid>http://shadows15.hi.wordpress.com/2008/01/06/and-i-have-never/</guid>
<description><![CDATA[ 
It is reported from the famous worshipper Raabi’ah – Allaah have mercy on her – that she sai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> <a href="http://shadows15.wordpress.com/files/2008/01/lpinklocustspin_carlosguevara.gif" title="lpinklocustspin_carlosguevara.gif"><img src="http://shadows15.wordpress.com/files/2008/01/lpinklocustspin_carlosguevara.thumbnail.gif" alt="lpinklocustspin_carlosguevara.gif" align="left" /></a></p>
<p>It is reported from the famous worshipper Raabi’ah – Allaah have mercy on her – that she said:</p>
<p class="MsoNormal">“I have never heard the adhaan except that I remember the caller who will announce the Day of Resurrection, and I never see the falling snow except that I imagine the flying pages of the records of peoples deeds (on that day), and I never see swarms of locusts except that I think about the Great Gathering on the Last Day.”</p>
<p>- Ibn Al-Jawzi, <i>Sifat As-Safwah</i> 2/433.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[मुझको उनसे प्यार बहुत है]]></title>
<link>http://jagjitsingh.wordpress.com/2007/12/01/mujhko-unse-pyar-bahut-hai/</link>
<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 12:04:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Amarjeet Singh</dc:creator>
<guid>http://jagjitsingh.hi.wordpress.com/2007/12/01/mujhko-unse-pyar-bahut-hai/</guid>
<description><![CDATA[मुझको उनसे प्यार बहुत है,
शहर मे ये तकर]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>मुझको उनसे प्यार बहुत है,<br />
शहर मे ये तकरार बहुत है,</p>
<p>आंखे जैसे फूल कवल का,<br />
चेहरा उनका रूप ग़ज़ल का,<br />
जुल्फों की मेह्कार बहुत है,<br />
मुझको उनसे प्यार बहुत है,</p>
<p>चाँद भी देखे तो शरमाये,<br />
तारों को भी नींद न आये,<br />
एक उनका दीदार बहुत है,<br />
मुझको उनसे प्यार बहुत है,</p>
<p>मेरी सारी शौहरत ले लो,<br />
दुनिया भर की दौलत ले लो,<br />
मुझको मेरा यार बहुत है,<br />
मुझको उनसे प्यार बहुत है,<br />
<em><br />
Lyrics: Zahid<br />
Singer: Jaswinder Singh</em></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
